Zat Aditif

Posted on

Zat Aditif – Dalam membuat sebuah makanan, tentu saja kita memerlukan bahan-bahan tambahan yang berfungsi untuk memperkuat cita rasa yang enak, dari bahan-bahan makanan yang akan dicampurkan dalam pembuatan makanan tersebut, memiliki suatu Zat tertentu, yaitu Zat Aditif.

Zat ini memiliki 2 macam jenis dalam pembuatan makanan, yaitu Zat Murni dan Zat Buatan (Sintesis). Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama membahas tentang Zat Aditif, beserta dengan Komponen-komponen yang terkait didalamnya.

Pengertian Zat Aditif

Zat Aditif adalah Suatu Zat Kimia yang ditambahkan dalam pembuatan makanan dengan jumlah kecil, dan befungsi untuk memperkuat cita rasa, memperbaiki bentuk makanan, memperhalus tekstur, dan memperpanjang kualitas makanan agar tidak cepat basi (kadaluarsa).

Fungsi lain dari Zat ini adalah Sebagai untuk meningkatkan Nilai Gizi yang terdapat dalam sebuah makanan, yaitu berupa Protein, Mineral, dan Vitamin. Penggunaan pada Zat jenis ini, telah dimanfaatkan Sejak Zaman Dahulu.

Jenis Dan Manfaat Zat Aditif

Zat Aditif terbagi menjadi beberpa kelompok, tergantung dari kegunaannya, yaitu sebagai berikut :

1. Antibuih

Zat Aditif

Antibuih (Antifoaming Agent) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan, dan berfungsi untuk mengurangi atau mencegah pembentukan buih.

Penggunaan Antibuih ini, hanya diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, yaitu adalah : Kalsium Alginat, Monodigliserida, dan Digliserida Asam Lemak.

2. Antikempal

Zat Aditif

Antikempal (Anticaking Agent) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan berupa Serbuk atau Granul, dan berfungsi untuk mencegah pengempalan pada produk pangan.

Penggunaan Antikempal ini, hanya diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Kalsium Karbonat
  • Trikalsium Fosfat
  • Selulosa Mikrokristalin dan Bubuk
  • Asam Miristat beserta Garam Kalsium, Kalium, dan Natrium
  • Asam Palmitat beserta Garam Kalsium, Kalium, dan Natrium
  • Asam Stearat beserta Garam Kalsium, Kalium, Natrium dan Magnesium
  • Garam Oleat berserta Kalsium, Kalium dan Natrium
  • Natrium dan Magnesium Karbonat
  • Magnesium Oksida
  • Natrium, Kalium, dan Kalsium Besi II, Sianida
  • Silikon Dioksida halus
  • Kalsium Silikat
  • Natrium Aluminosilikat
  • Magnesium Silikat

3. Antioksidan

Zat Aditif

 

Antioksidan (Antioxidant) adalah Molekul-molekul yang berfungsi untuk mencegah atau memperlambat proses Oksidasi Molekul lainnya.

Oleh karena itu, Antioksidan merupakan Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan, yang berfungsi untuk menghambat atau mencegah kerusakan pada makanan, akibat terjadinya proses Oksidasi.

Penggunaan Antioksidan ini, hanya diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Asam Askorbat beserta Garam Natrium dan Kalsiumnya
  • Askorbil Palmitat dan Stearat
  • Tokoferol
  • Alfa Tokoferol
  • Tokoferol Campuran Pekat
  • Gama Tokoferol
  • Propil Galat
  • Asam Eritorbat beserta Garam Natriumnya
  • Butil Hidrokuinon Tersier (TBHQ)
  • Butil Hidroksi Anisol (BHA)
  • Butil Hidroksi Toluen (BHT)

4. Karbonasi

Zat Aditif

Karbonasi (Cabonating Agent) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan, yang berfungsi untuk membentuk Karbonasi makanan.

Penggunaan Karbonasi ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah : Karbondioksida (Co²).

5. Garam Emulsi

Zat Aditif

Garam Emulsi (Emulsifying Salt) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan, yang berfungsi untuk mendispersikan Protein dalam Keju.

Penggunaan Garam Emulsi ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Hidrogen Sitrat beserta Kalium dan Natrium
  • Trikalium dan Trinatrium Sitrat
  • Mono dan Trinatrium Fosfat
  • Mono dan Trikalium Fosfat
  • Gelatin
  • Tetranatrium Difosfat
  • Tetrakalium Difosfat
  • Dikalsium Difosfat
  • Teripolifosfat beserta Natrium dan Kalium Tripolifosfat
  • Polifosfat beserta Natrium, Kalium, dan Kalsium
  • Gliserol beserta Ester Asam Lemak dan Asetat
  • Gliserol beserta Ester Asam Lemak dan Laktat
  • Gliserol beserta Ester Asam Lemak dan Sitrat
  • Gliserol beserta Ester Asam Lemak dan Diasetiltartrat
  • Natrium Glukonat

6. Gas Kemasan

Zat Aditif

Gas Kemasan (Packaging Gas) adalah Gas yang digunakan sebelum makanan dikemas, yang berfungsi untuk mempertahankan mutu dari makanan dan melindungi makanan dari kerusakan.

Penggunaan Gas Kemasan ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah : Karbondioksida (Co²) dan Nitrogen (N).

7. Humektan

Zat Aditif

Humektan (Humectan) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan makanan, yang berfungsi untuk mempertahankan kelembaban udara pada makanan, melalui penyerapan air yang berada pada permukaan bagian bawah makanan.

Penggunaan Humektan ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Natrium Kalium Kaktat
  • Natrium Hidrogen Malat
  • Natrium Malat
  • Gliserol
  • Polidekstrosa
  • Triasetin

8. Pelapis

Zat Aditif

Pelapis (Glazing Agent) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan makanan secara Alami atau Sintetis, yang berfungsi untuk melapisi permukaan makanan, sehingga mampu mencegah kehilangan air dan memberikan Efek Perlindungan dan Mengkilap.

Penggunaan Pelapis ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Malam (Besswak)
  • Lilin Kendelilla
  • Lilin Karnauba
  • Syelak (Shellac)
  • Lilin Mikrokristalin

9. Pemanis

Pemanis (Sweetener) adalah Zat yang digunakan untuk bahan tambahan makanan, yaitu Pemanis Alami dan Pemanis buatan yang berfungsi untuk memberikan rasa manis pada makanan.

A. Pemanis Alami

Zat Aditif

Sebuah Zat yang terbentuk dengan bahan-bahan pada Alam, walaupun pada proses pembuatannya dilakukan dengan cara Sintetik atau Fermentasi.

Penggunaan Pemanis Alami ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Sorbitol
  • Manitol
  • Isomalitol
  • Glikosida Sleviol
  • Maltitol
  • Laktitol
  • Silitol
  • Eritritol
  • Gula Pasir
  • Gula Aren
  • Madu

B. Pemanis Buatan

Zat Aditif

Zat yang digunakan untuk bahan tambahan makanan, dimana Senyawa yang terdapat pada bahan-bahan tersebut, tidak terdapat pada Alam, dan di proses secara kimiawi. Pemanis buatan ini hanya berfungsi sebagai mempertajam rasa manis pada makanan,

Penggunaan Pemanis Buatan ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Asesulfam
  • Aspartam
  • Asam Siklamat beserta Garam Kalsium dan Natrium
  • Sakarin beserta Garam Kalsium, Kalium, dan Natrium
  • Sukralosa (Triklorogalaktosukrosa)
  • Neotam

10. Perisa

Zat Aditif

Perisa (Flavouring) adalah Zat yang digunakan untuk tambahan bahan makanan, berupa Preparat Konsentrat beserta Ajudan Perisa (Flavouring Adjunct) yang berfungsi untuk memberi rasa buah-buahan atau lainnya.

Perisa ini terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Perisa Murni, Perisa Identik Alami, dan Perisa Artifisial.

Penggunaan Perisa ini, hanya dapat diperbolehkan beberapa jenis saja, yang sudah ditetapkan oleh Permenkes, adalah :

  • Estanol tidak lebih dari 0,05% (500 ppm)
  • Ekstrak Buah-buahan
  • Minyak Astiri
  • Ekstrak Daging

Dampak Pemakaian Zat Aditif

Zat Aditif dalam pemakaiannya, yang berfungsi sebagai bahan pembuatan makanan, memiliki Dampak Positif dan Dampak Negatif, yaitu sebagai berikut ini :

1. Dampak Postif

  1. Memberikan bentuk makanan yang menarik
  2. Memberikan Warna pada makanan
  3. Memberikan Aroma yang khas pada makanan
  4. Memberikan perlindungan pada makanan agar tidak rusak
  5. Memberikan pengawetan pada makanan agar tidak cepat kadaluwarsa
  6. Memberikan Rasa yang khas pada makanan
  7. Melindungi kualitas Gizi pada makanan

2. Dampak Negatif

  • Dapat menyebabkan sebuah penyakit, bila dikonsumsi secara berlebihan
  • Dapat menggangu fungsi Organ Pencernaan dalam tubuh
  • Dapat merusak Organ Hati, Ginjal, Otak, dan Lambung
  • Dapat menyebabkan Penyakit Kanker, bila pemakaiannya salah
  • Dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan

Demikianlah penjelasan mengenai tentang Zat Aditif beserta Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Manfaat, dan Dampak Pemakaiannya.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Destilasi

Unsur Senyawa Dan Campuran

Pengertian Campuran