Zaman Praaksara

Posted on

Zaman Praaksara Di Indonesia – Sejak dahulu kala, didunia ini sudah ada kehidupan yang mewakilinya. Orang-orang yang hidup di zaman sekarang tentunya sangat berbeda dengan orang-orang yang hidup di zaman dulu.

Terlebih lagi di negara Indonesia yang merupakan sebuah negara dengan banyak kebudayaan dan tradisi yang berbeda. Hal tersebut tentunya didasari dari kehidupan di masa lampau.

Sejarah yang ada di Indonesia, terdapat banyak sekali jenisnya, tetapi yang menjadi pusat perhatian adalah zaman dimana belum ada kehidupan kerajaan, atau yg dikenal dengan zaman Praaksara.

Zaman Praaksara

Apa itu Zaman Praaksara?

Dalam catatan sejarah, Manusia sudah muncul sejak 3 juta tahun lalu, dan hal ini terjadi setelah berkali-kali mengalami pengerasan atau galasiasi yang disebut juga dengan kala plestosen.

Zaman Praaksara merupakan masa dimana kehidupan manusia belum mengenal tulisan atau disebut juga sebagai zaman Praaksara.

Praaksara terdiri dari dua kata yakni “pra” yang berarti belum dan “aksara” yang berarti tulisan. Praaksara juga dikenal dengan istilah Nirleka yang terdiri dari dua kata yaitu “nir” yang artinya tanpa atau tidak dan “lenka” yang berarti tulisan.

Perlu kalian ketahui, bahwa Masa ini tidak bisa dilacak berdasarkan dengan sumber tulisannya, sebab dalam masa tersebut belum terdapat tulisan yang dapat dijadikan sebagai sumber sejarah atau belum dikenalnya aksara.

Baca Juga : Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli Secara Umum

Karakteristik Dari Zaman Praaksara

Terdapat beberapa ciri-ciri dari zaman praaksara ini yang dapat dijadikan sebagai gambaran dari masa itu, yaitu diantaranya adalah :

  • Orang yang hidupa di masa ini sangat ketergantungan dengan alam.
  • Mendapatkan sumber makakannya dengan cara berburu dan mengambil bahan makanan masih secara sederhana.
  • Belum dapat berfikir dan melakukan sesuatu secara kompleks.
  • Masih mempunyai cara berpikir yang terlalu sederhana.
  • Menggunakan peralatng yang terbuat dari batu.
  • Memiliki tempat tinggal yang tidak jauh dari sumber mata air, seperti sungai, danau dan pantai.
  • Gua dan bawah tanah dijadikan sebagai tempat tinggal.

Pembabakan Masa Praaksara

Berdasarkan dengan teori yang sebelumnya, terdapat beberapa subdivisi pembagian masa praaksara selama periode waktu yang berbeda berdasarkan dengan peninggalan alat yang ada. Oleh karena itu, zaman prasejarah atau praaksara dibagi menjadi beberapa periode, yaitu :

  • Zaman batu, dimana masa ini semua alat yang digunakan untuk bertahan hidup terbuat dari batu, masa ini dibagi menjadi 3 yaitu, palaeolithikum, mesozoikum, neolithikum dan megalithikum.
  • Zaman logam, dimana masa ini semua alat yang digunakan sudah berubah menjadi logam, masa ini dibagi menjadi periode zaman tembaga, perunggu, dan besi.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, yuk kita simak penjabaran dari pembabakan waktu tersebut.

Zaman Praaksara

1. Zaman Batu

Zaman batu, dimana masa ini semua alat yang digunakan untuk bertahan hidup terbuat dari batu, masa ini dibagi menjadi 4 yaitu, palaeolithikum, mesozoikum, neolithikum dan megalithikum.

A. Paleolithikum (Zaman Batu Tua)

Zaman batu ini merupakan zaman batu yang paling awal dari kehidupan prasejarah, di mana semua alat-alat yang digunakan untuk melestarikan kehidupan terbuat dari batu dan masih dibangun di sekitar manusia.

Masa ini sudah terjadi sekitar 600.000 tahun lalu atau terjadi pada akhir masa Pleistosen. Menurut sejarah, bahwa didalam kehidupan di masa ini masih sangat mudah. Dimana orang-orang hidup secara berkelompok yang terdiri dari 10 sampai 15 orang.

Periode ini juga disebut sebagai konsep hidup nomaden atau berpindah-pindah, karena mereka masih mencari tempat dimana sumber makanan atau hewan buruan berada.

Sehingga, cara mereka untuk bertahan hidup pada waktu itu hanya mengandalkan keahlian berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).

Baca Juga : Zaman Paleolitikum

B. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Pada zaman ini diperkirakan berlangsung kurang lebih sekitar 20.000 tahun lalu, dimana pada masa ini kehidupan manusia tidak berbeda jauh dengan kehidupan di masa Paleolithikum.

Manusia yang hidup dimasa ini mendapatkan sumber makanannya dengan cara berburu, mengumpulkan makanan, dan juga menangkap ikan di sungai. Namun, di masa ini mereka sudah tinggal secara menetap, seperti di dalam gua, pinggir sungai dan juga tepi pantai.

Dalam masa ini, manusia sudah mengenal istilah bercocok tanam dan melakukan pembagian tugas dalam kehidupan, seperti kaum laki – laki mencari hewan buruan dan wanita memasak.

C. Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada masa ini, kehidupan praaksara yang dialami oleh manusia sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan mereka sudah berevolusi dimana sudah tidak lagi yang mengandalkan hasil buruan.

Namun, mereka sudah mulai meningkatkan metode penanaman, ternak dan lainnya. Tidak hanya itu saja, kehidupan pada masa itu juga sudah berkembang dengan beralihnya budaya nomaden menjadi hunian yang permanen di satu tempat.

D. Megalithikum (Zaman Batu Terakhir)

DIdalam masa ini, dimana manusia sudah terikat dengan ritual-ritual keagamaan. Hal ini sangat berhubungan dengan masa Neolithikum dimana tidak hanya alat untuk bertahan hidup saja yang dibuat, tetapi sudah adanya kepercayaan dari manusia yang hidup di zaman ini.

Kehidupan di masa Megalithikum ini sudah mulai dibuatnya alat-alat yang akan digunakan oleh manusia untuk upacara-upacara ke agamaan, misalnya seperti :

  • Peti Kubur Batu, merupakan sebuah potongan batu yang ditumpuk menyerupai peti mayat yang digunakan untuk prosesi penguburan jenazah.
  • Sarkofagus, merupakan sebuah keranda mayat yang terbuat dari batu utuh dan konon dianggap memiliki kekuatan.
  • Waruga, merupakan sebuah peti mayat yang berbentuk seperti kubus atau bulat.
  • Menhir, merupakan sebuah tugu besar yang terbuat dari batu, biasanya tugu ini dipakai untuk menyembah arwah leluhur.
  • Dolmen, merupakan sebuah meja batu dengan kaki-kaki yang terbuat dari batu menhir. Dibuatnya alat ini untuk menempatkan sebuah persembahan atau sesaji dan sebagai alat kubur atau peti mati.
  • Punden Berundak, merupakan sebuah bangunan batu yang berbentuk seperti limas ataupun piramid yang berfungsi sebagai tempat menaruh sesajian.

2. Zaman Logam

Zaman logam dimana masa ini semua alat yang digunakan sudah berubah menjadi logam, masa ini dibagi menjadi periode zaman tembaga, perunggu, dan besi.

A. Zaman Perunggu

Zaman Perunggu adalah periode dalam pengembangan peradaban manusia yang ditandai dengan adanya penggunaan teknik peleburan tembaga dari produk pertanian dan mengubahnya menjadi perunggu.

Hasil temuan dari masa ini berupa nekara, perhiasan, kapak, bejana, arca, dan juga senjata-senjata seperti golok dan lainnya.

B. Zaman Besi

Zaman Besi merupakan salah satu perkembangan dari peradaban budaya manusia di mana besi sudah digunakan secara dominan untuk pembuatan alat dan juga senjata.

Penggunaan dari matrial baru ini didalam masyarakat sering mengaitkannya dengan perubahan dalam praktik pertanian, kepercayaan agama, serta gaya artistik, walaupun hal tersebut tidak terjadi secara terus-menerus.

Baca Juga : Sejarah Bahasa Indonesia

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Zaman Praaksara?

Zaman Praaksara merupakan sebuah masa dimana kehidupan manusia belum mengenal tulisan atau disebut juga sebagai zaman Prasejarah.

Apa saja jenis Manusia Purba di Indonesia?

1. Meganthropus Paleojavanicus, merupakan salah satu jenis manusia prasejarah yang memiliki ukuran besar dan paling primitif.
2. Pithecanthropus Erectus, merupakan manusia kera yang berjalan dengan tegak dan memiliki tinggi sekitar 165 samapi 180 cm.
3. Homo, merupakan manusia purba yang sudah mulai sempurna dari segi akal serta pikiran, dan terdiri dari tiga jenis yaitu Soloensis, Wajakenesis, dan juga Sapiens.

Ilmu yang digunakan untuk mempelajari Zaman Praaksara adalah?

Antropologi merupakan sebuah ilmu yang digunakan untuk penyelidikan peradaban manusia dari bentuk yang paling sederhana ke tingkat yang lebih berkembang lagi.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.