Zaman Paleolitikum

Posted on

Manusia sempat mengalami dari Zaman ke zaman yang dulunya mengenal zaman paleolitikum dan sampai sekarang telah berganti ke zaman yang modern seperti sekarang ini, dahulu hampir semua orang mengalami zaman prakarsa atau juga bisa disebut sebagai zaman batu.

Mengapa dibilang dengan zaman batu karena semua kegiatan manusia di waktu itu kegiatan sehari-harinya semuanya terbuat dari batu.

Adapun selain batu, bisa juga peralatan yang terbuat dari kayu, bambu, atau pun tulang, maka jarang sekali ditemukan peralatan atau fosil yang tidak terbuat dari kedua benda tersebut.

Pengertian Zaman Paleolitikum

pengertian-Zaman-Paleolitikum

Zaman paleotikum adalah zaman yang sering di kenal dengan zaman batu tua, hal yang semacam ini dikarenakan pada masa itu, para sekelompok manusia purba menggunakan batu yang masih alami, atau dengan kata lain batu yang masih kasar.

Adapun Kehidupan Zaman paleotikum diperkirakan terjadi pada masa pleistosen (diluvium) dan telah berlangsung sekitar 600. 000 tahun yang lalu.

Kehidupan mereka, telah diperkirakan di masa itu untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berburu secara berkelompok dan membuat makanan dengan cara yang sangat sederhana.

Beberapa bukti dari keberadaan zaman ini adalah dengan ditemukannya fosil – fosil manusia purba yang diperkirakan berusia lebih dari 1 juta tahun yang lalu, fosil fosil yang ditemukan tersebut diantaranya :

  • Homo Wajakensis
  • Meganthropus paleojavanicus
  • Homo Erectus dan Homo Soliensis
  • Kapak genggam yang terbuat dari batu

Baca Juga : Piramida Penduduk

Ciri – Ciri Zaman Paleolitikum

Adapun ciri yang dimiliki zaman paleolitikum, sehingga kita dapat dengan mudah membedakan zaman ini dengan zaman lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Hidup berpindah-pindah atau nomaden, sebab manusianya belum memiliki tempat tinggal yang tetap. Pada waktu itu, tempat tinggal mereka yaitu padang rumput, goa, dan yang deket sama sumber air (sungai, laut, pantai, dll). Kenapa mereka mencari tempat tinggal yang dekat dengan sumber air? Sebab airnya dapat digunakan sebagai sumber air minum, makanan, sekaligus sebagai sarana transportasi menuju tempat lainnya.
  2. Berkelompok kecil dengan tujuan untuk memudahkan pergerakan dalam hal mencari makan.
  3. Bergantung dengan alam sekitar.
  4. Menggunakan peralatan yang sederhana. Alat tersebut masih bertekstur kasar, contohnya kapak genggam yang berfungsi untuk memotong, menggali dan menguliti binatang.
  5. Menggunakan bahasa yang sederhana.

Namun manusia yang hidup di zaman itu berdasarkan fosil yang ditemukan merupakan jenisnya Ialah :

  • Pithecanthropus Erectus
  • Meganthropus paleojavanicus
  • Homo Wajakensis
  • Homo Soliensis

Kehidupan Sosial Ekonomi

  1. Tinggal dekat dengan sumber air, sebab hewan yang diburu selalu berkumpul di area sumber air, selain itu sumber air juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.
  2. Dengan sistem food gathering atau berburu untuk mengumpulkan atau mencari makan.
  3. Hidupnya berpindah-pindah atau mereka mencari tempat baru yang dapat memberikan makanan yang cukup.

Kebudayaan Pada Zaman Paleolitikum

Berdasarkan penelitian dari para ahli, pada zaman itu menghasilkan dua macam kebudayaan di Indonesia yaitu :

  • Kebudayaan Pacitan
  • Kebudayaan ngandong

Dari dua kebudayaan diatas akan kami jelaskan satu persatu ialah sebagai berikut ?

Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pacitan Adalah penemuan salah satu alat yang berupa batu dan kapak genggam di daerah Pacitan pada tahun 1935 oleh Von Koenigswald.

Kapak tersebut merupakan kapak – kapak yang dikerjakan dengan cara kasar yang disebut dengan kapak pembelah, selain di Pacitan, di gombang (Jawa Tengah), juga banyak ditemukan alat-alat seperti itu.

Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong ditandai dengan ditemukannya alat dari tulang, alat penusuk dari tanduk rusa, dan tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo.

Selain itu, ditemukan pula alat yang sangat kecil dari batuan yang sangat indah di dekat Sangiran, benda ini disebut dengan Serbih Pilah. Keberadaan kebudayaan Ngandong ini didukung juga oleh penemuan yang berupa lukisan pada dinding goa yang berupa lukisan tapak tangan berwarna merah ditemukan di Goa Leang Pattae (Sulawesi Selatan).

Baca Juga : Biodiversitas Adalah

Alat Peninggalan Zaman Paleolitikum

Alat Peninggalan Zaman Paleolitikum

Kapak Perimbas

Kapak perimbas ditemukan di Gombong, Jawa Tengah dan Sukabumi,
Jawa Barat, adapun lokasi yang paling banyak ditemukan kapak perimbas
adalah di Pacitan, Jawa Timur,

sehingga alat kebudayaan Pacitan ini berfungsi sebagai salah satu senjata kebudayaan suku dayak untuk membelah daging dan merimbas kayu.

Kapak Genggam

Kapak genggam adalah yang tidak memiliki tangkai, Pembuatan kapak ini juga dengan memangkas salah satu sisi dari sebuah batu sampai berbentuk tajam. Sedangkan pada sisi lain dibiarkan karena digunakan tempat menggenggam.

Adapun fungsi dari kapak genggam ini adalah untuk memotong, menggali umbi serta menguliti binatang dengan nama lain yaitu chooper yang berarti alat pemotong atau alat pembelah.

Flakes

Flakes adalah sebuah alat yang terbuat dari tulang binatang yang berasal dari Ngandong. Alat ini sering digunakan untuk menangkap ikan dan berburu mengumpulkan buah – buahan.

Kepercayaan Pada Zaman Paleolitikum

Adapun sistem kepercayaan yang dianut pada zaman paleolitikum yaitu, animisme dinamisme, serta memuja terhadap roh nenek moyang.

Animisme merupakan kepercayaan bahwa dalam setiap benda memiliki roh. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tulang belulang manusia yang telah mati di dalam gua.

Mempunyai kepercayaan yang dinamisme terhadap benda yang memiliki kekuatan roh jahat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya menhir.

Sementara dalam memuja terhadap nenek moyang merupakan kepercayaan bagi mereka, karena yang meninggal akan menuju ke alam atau tempat yang lebih baik.

Manusia paleolitikum lebih meyakini bahwa apapun kejadian yang ada di bumi ini disebabkan kemarahan nenek moyang.

Apa itu Zaman Paleolitikum


Zaman paleotikum adalah zaman yang sering di kenal dengan zaman batu tua, hal yang semacam ini dikarenakan pada masa itu, para sekelompok manusia purba menggunakan batu yang masih alami, atau dengan kata lain batu yang masih kasar.

Adapun Kehidupan Zaman paleotikum diperkirakan terjadi pada masa pleistosen (diluvium) dan telah berlangsung sekitar 600. 000 tahun yang lalu.

Apa itu Kebudayaan Pada Zaman Paleolitikum


Kebudayaan Pacitan
Kebudayaan ngandong

Apa saja Alat Peninggalan Zaman Paleolitikum


Kapak Perimbas
Kapak Genggam
Flakes

Nah itulah ulasan singkat mengenai Zaman Paleolitikum semoga kita semua dapat memahami sejarah kebudayaan yang ada di Indonesia.

Semoga dengan artikel ini juga dapat membantu kegiatan belajar kta ya sobat. Terima kasih.