Zaman Neolitikum

Posted on

Zaman Neolitikum – Sebelum kita merasakan zaman yang modren seperti sekarang ini. Manusia yang sudah hidup di ribuan tahun lalu melalui beberapa zaman, dan salah satunya adalah Zaman Neolitikum.

Zaman Neolitikum

Apa itu Zaman Neolitikum? Bagaimana kehidupan mereka di zaman tersebut? Untuk mengetahui itu semua, yuk kita simak penjabaran dibawah ini.

Definisi Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum sering dikatakan juga sebagai Zaman Batu Muda merupakan salah satu era kehidupan manusia purba yang memiliki ciri berupa sebuah unsur kebudayaan.

Kebudayaan tersebut terdiri dari beberapa peralatan dapur yang dibuat dari batu yang memiliki permukaan tajam karena diasah, sudah menerapkan sistem pertanian yang permanen, tidak hanya itu saja manusia di zaman ini juga sudah berternak dan membuat tembikar.

Baca Juga : Homo Wajakensis

Sejarah Dari Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Sekitar 1500 tahun yang lalu, manusia sudah mulai memasuki zaman dimana manusia mengalami berbagai bentuk perubahan dari masa yang sebelumnya. Karena, mereka sudah memiliki tempat tinggal yang sifatnya menetap dan melakukan kegiatan bercocok tanam.

Di dalam masa ini cara bertahan hidup yang digunakan oleh masyarakat sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang mulanya menerapkan sistem Food Gathering berubah menjadi Food Producting yang terdiri dari bercocok tanam dan memelihara hewan ternak.

Dimasa ini lah manusia sudah memiliki tempat tinggal berupa rumah panggung yang sifatnya permanen untuk melindungi diri mereka dari perubahan cuaca serta serangan dari binatang buas.

Tidak hanya itu saja, mereka juga sudah menciptakan lumbung-lumbung yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen yang berupa, padi dan kemudian akan di giling menjadi beras.

Ciri – Ciri Kehidupan Di Zaman Neolitikum

Terdapat beberapa kriteria yang menggambarkan perkembangan di masa Neolitik yang dapat membedakannya dengan zaman yang sebelumnya, diantarannya adalah :

  • Sudah memiliki hunian yang sifatnya permanen.
  • Sistem Food Gathering berubah menjadi Food Producing.
  • Melakukan kegiatan bercocok tanam serta memelihara hewan ternak.
  • Sudah menggunakan pakaian yang dibuat dari kulit kayu dan juga hewan.
  • Sudah adanya kepercayaan Animisme dan Dinamisme.
  • Berbagai macam peralatan yang digunakan sudah mulai di haluskan dengan cara diasah, seperti kapak persegi dan lonjong.
  • Adanya perhiasan yang dihasilkan dari sampah kulit kerang, terrakota dan juga batu.
  • Masih dilaksanakannya kegiatan berburu hewan liar.

Baca Juga : Manusia Purba

Corak Kehidupan Dari Masa Neolitik

Zaman Neolitikum

Pada masa kehidupan Neolitik didalam bidang ekonomi dari manusia yang hidup di zaman ini sudah sangat berkembang pesat, hal tersebut dapat dibuktikan sistem perdagangan barter (barang ditukar dengan barang).

Bahkan mereka juga sudah mulai menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme, dimana dewa sudah dianggap sebagai tuhan mereka. Tidak hanya itu saja mereka juga menggunakan sistem berburu dengan menggunakan peralatan yang mereka hasilkan.

Sistem Food Producing, berternak, dan juga memiliki hunian menetap sudah ikut diterapkan didalam kehidupan manusia di dalam zaman ini. Dan yang lebih hebat lagi, mereka sudah menerapkan peraturan di dalam kelompok mereka.

Peninggalan – Peninggalan Dari Kebudayaan Neolitik

Terdapat beberapa peninggalan dari masa kehidupan manusia di dalam zaman neolitik, yaitu diantaranya adalah :

  1. Dolmen, merupakan sebuah meja yang terbuat dari batu dan biasanya digunakan sebagai tempat meletakkan sesaji upacara adat atau ritual-ritual keagamaan.
  2. Menhir, adalah tugu besar yang terbuat dari batu dan biasanya digunakan sebgai kaki dolmen atau tugu yang digunakan untuk menyembah para arwah.
  3. Sarkofagus, adalah salah satu peninggalan dari masa neolitik yang digunakan sebagai keranda mayat.
  4. Peti Kubur Batu, adalah pecahan-pecahan batu yang disusun seperti peti jenazah untuk proses pemakaman jenazah.
  5. Waruga, sama seperti peti kubur batu hanya saja bentuknya yang berbeda, waruga memiliki bentuk yang bulat ataupun kubus.
  6. Punden Berundak, berupa bangunan yang terbuat dari batu yang memiliki bentuk seperti limas yang dipakai untuk meletakkan sesaji.

Kebudayaan Yang Diterapkan Di Zaman Neolitik

Kebudayaan yang ada didalam kehidupan dari manusia purba di era neolitik pada beberapa ribu tahun lalu, sudah menjadikan mereka masyarakat yang hebat dalam menciptakan beberapa alat dan juga kerajinan tangan yang masih dikenal hingga saat ini, diantaranya adalah :

1. Anyaman

Anyaman merupakan sebuah kerajinan tangan yang dibuat dari kayu rotan, bambu bahkan rumput dengan memakai sebuah teknik khusus yang disebut sebagai anyak dengan menggunakan pola geometrik.

Kerajinan ini umumnya digunakan sebagai wadah atau peralatan rumah tangga seperti kursi, meja bahkan wadah nasi yang masih digunakan hingga saat ini.

2. Pakaian

Wilayah Kalimantan dianggap sebagai yang pertama kali memperkenalkan pakaian kepada semua manusia yang hidup di dalam era Neolitik. Pakaian yang pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Kalimantan adalah pakaian yang dibuat dari hasil tenunan kulit kayu.

3. Gerabah

Gerabah merupakan sebuah kerajinan yang cara membuatnya mengandalkan keahlian tangan dan kemudian dipanaskan atau dibakar. Bahan dasar yang dipakai untuk membuat gerabah ini adalah tanah liat.

Terdapat beberapa jenis gerabah yang dihasilkan serta masih digunakan hingga saat ini seperti Periuk, Cawan, Piring dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Zaman Mesolitikum

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Zaman Neolitikum?

Zaman Neolitikum sering dikatakan juga sebagai Zaman Batu Muda merupakan salah satu era kehidupan manusia purba yang memiliki ciri berupa sebuah unsur kebudayaan.

Sistem kepercayaan yang dianut oleh manusia di Zaman Neolitikum?

Kepercayaan yang dianut dalam kehidupan manusia di zaman neolitik ini ditandai dengan adanya beberapa cara yang digunakan untuk pemakaman mayat, yaitu Pemakaman yang dilakukan secara Langsung dan juga Tidak Langsung.

Demikianlah penjabaran dari artikel kali ini, semoga menjadi wawasan baru untuk para pembaca.