Trombosit Adalah

Posted on

Trombosit Adalah – Anda pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar istilah ini, terutama pada saat Anda ingin menjalankan serangkaian pemeriksaan sperti tes darah guna mengidentifikasi penyakit tertentu seperti Tifus dan DBD.

Trombosit Adalah

Istilah ini juga sering dijadikan sebagai acuan oleh para dokter untuk beberapa macam penyakit, sebagai penunjuk untuk melakukan tindakan tertentu.

Namun, masih banyak dari kita terutama orang awam yang belum mengetahui dan paham tentang Trombosit. Maka dari itu, Rumus.co.id akan menjabarkan mengenai Trombosit beserta dengan hal-hal yang berkaitan di dalamnya.

Trombosit Adalah?

Trombosit atau keping darah sering diartikan sebagai fragmen kecil yang terdapat di dalam darah, yang mana fragmen ini tidak mempunyai warna. Sama seperti sel darah merah dan juga sel darah putih, Trombosit juga diproduksi di dalam sumsum tulang belakang.

Thrombozyten atau Trombosit memiliki peran yang sangat penting di dalam proses penggumpalan darah agar dapat mengurangi serta mencegah terjadinya pendarahan secara berlebihan ketika Anda sedang terluka.

Karena perannya tersebutlah membuat keping darah berfungsi sangat penting pada saat seseorang sedang menjalankan kegiatan operasi besar, misalnya seperti operasi kanker dan transplantasi organ tertentu.

Umur dari Thrombozyten yang ada di dalam darah hanya sekitar 5 hingga 9 hari. Ketika trombosit sudah tua dan juga rusak, keping darah akan dikeluarkan dari aliran darah oleh organ limpa, yang kemudian digantikan oleh keping darah baru.

Proses Pembekuan Darah

Trombosit Adalah

Pada saat kita mengalami luka atau cedera, maka hal ini akan menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak, sehingga terjadilah sebuah perdarahan.

Dalam proses pemberhentian pendarahan, tubuh kita mengaktifkan sejumlah proses pembekuan darah serta penyembuhan luka. Berikut ini merupakan rangkaian proses pembekuan darah, yaitu :

  1. Pertama, Thrombozyten akan membentuk sebuah sumbatan
    Keping darah akan melakukan tugasnya jika terjadi kerusakan pada pembuluh darah. Trombosit akan melakukan tugasnya dengan cara membentuk sumbatan serta melekat pada dinding yang mengalami kerusakan.
  2. Pembentukan dari bekuan darah
    Kemudian faktor pembekuan darah akan mengirimkan sinyal terhadap satu sama lain, dalam rangka melakukan tugasnya dengan cepat. Reaksi ini dikenal dengan sebutan Kaskade Koagulasi.
  3. Pemberhentian proses pembekuan darah
    Setelah kedua proses yang sebelumnya terjadi, maka protein lain dalam darah akan memberhentikan faktor pembekuan darah tersebut, agar pembekuan darah tersebut tidak menyebar lebih jauh dari yang dibutuhkan.
  4. Perlahan-lahan sumbatan akan dikeluarkan oleh tubuh
    Pada saat jaringan pada kulit yang mengalami kerusakan berangsur-angsur membaik, maka akan secara otomatis sumbatan tersebut tidak dibutuhkan lagi. Selanjutnya Helai fibrin tersebut akan hancur, kemudian darah akan menarik kembali trombosit dan juga sel-sel dari pembekuan darah.

Baca Juga :
Sistem Peredaran Darah Manusia
Difusi Dan Osmosis
Perbedaan Sel Prokariotik Dan Eukariotik

Fungsi Dari Thrombozyten

Dari penjelasan yang ada diatas, dapat disimpulkan bahwa Thrombozyten memiliki beberapa fungsi secara umum, yaitu diantaranya adalah :

  • Mencegah terjadinya Kehilangan banyak Darah dengan cara menutup pembuluh darah yang mengalami kerusakan.
  • Sebagai sarana untuk membekukan darah jika Anda mengalami cedera agar pendarahan tidak terus-terusan terjadi.
  • Untuk mencegah virus masuk kedalam tubuh kita yang dapat menyebabkan seseorang terjangkit dengan penyakit tertentu.
  • Membantu dalam proses mempercepat penyembuhan luka yang terjadi pada anggota tubuh.

Cara Kerja Thrombozyten Dalam Tubuh

Cara Kerja dari Trombosit dalam tubuh kita terdiri dari beberapa tahapan, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  1. Adhesi Trombosit, merupakan proses penempelan antara trombosit dengan membran endotel serta membran yang mengalami kerusakan, sehingga luka yang terjadi pada pembuluh darah akan merapat lagi.
  2. Agregasi Trombosit, merupakan kemampuan trombosit yang terikat bersama untuk membuat tambalan. Trombosit, yang menempel pada membran selama proses adhesi, akan membentuk trombosit lain yang melekat padanya, sehingga tambalan tersebut akan menutup luka.
  3. Pembebasan Trombosit, adalah proses pembentukan sumbat trombosit yang stabil. Proses seperti itu dipicu oleh pelepasan isi butiran trombosit, yang terdiri dari ADP, kolagen, epinefrin dan banyak lagi.
  4. Fusi Trombosit, adalah proses gabungan trombosit yang tidak dapat dipulihkan. Proses seperti itu dipengaruhi karena tingginya tingkat ADP dan komponen lain yang muncul karena adanya proses pelepasan.

Struktur Dari Thrombozyten

Trombosit berukuran sekitar 1 hingga 4 mikro, dengan sel berbentuk seperti piring dan tanpa inti sel. Meskipun tidak memiliki inti sel, trombosit masih dapat melakukan sintesis protein yang mengandung RNA dalam sitoplasma mereka. Diameter setiap sel berkisar antara 2 hingga 3 mikro.

Penyakit yang Terjadi Saat Trombosit Abnormal

Selain mengalami penyakit seperti Trombositosis dan Trombositopenia, terdapat beberapa gangguan yang berkaitan dengan tingkatan Trombosit, yaitu diantaranya adalah :

  • Trombositemia Esensial, merupakan sebuah keadaan dimana ketika sumsum tulang belakang menghasilkan trombosit secara berlebihan hingga mencapai angka 1 juta trombosit. 
  • Trombositosis Sekunder, merupakan salah satu kondisi yang disebabkan karena adanya perdarahan, infeksi, leukemia dan masih banyak lagi.
  • Disfungsi Trombosit, merupakan suatu keadaan dimana kadar trombosit menunjukkan normal, namun tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.

F.A.Q

Apa itu Trombosit?

Trombosit atau keping darah sering diartikan sebagai fragmen kecil yang terdapat di dalam darah, yang mana fragmen ini tidak mempunyai warna. Sama seperti sel darah merah dan juga sel darah putih, Trombosit juga diproduksi di dalam sumsum tulang belakang.

Berapa jumlah Trombosit normal?

Jumlah trombosit normal biasanya antara 140.000 dan 450.000 per mikroliter darah. Meskipun demikian, kisaran jumlah dari trombosit normal dapat berbeda untuk setiap orang.

Contoh bahan alami yang dapat digunakan untuk menaikkan Trombosit, yaitu?

1. Jambu Biji
2. Bayam
3. Kacang-kacangan
4. Biji-bijian

Sekian ulasan singkat yang Rumus.co.id berikan dalam informasi kali ini, semoga membantu bagi pembaca setia.