Tarif PPH 21 2019 – Pengertian dan Cara Menghitung PPH Terbaru

Posted on

Rumus.co.id – Baiklah kali ini kita akan membahas materi yang sangat menarik yaitu tentang Pajak Penghasilan atau PPH, Kita akan jabarkan secara detail dan lengkap mulai dari pengertian PPH, Tarif PPH 21 2019, UU Pajak, Cara Menghitung PPH.

Pengertian Pajak Penghasilan PPH

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Pajak, Pajak Penghasilan 23 (PPh 23) merupakan pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong oleh PPh pasal 21.Tarif PPh 23 dikenakan karena atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan.

Pajak penghasilan disebut sebagai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 atau PPh 25 merupakan pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak penghasilan bisanya diberlakukan progresif, proporsional, atau regresif.

tarif pph 2019

Tarif Potongan PPH Pasal 21

PPh Pasal 21 juga memberlakukan sistem yang namanya tariff potongan. Bagi Kita yang mempunyai penghasilan hingga Rp50 juta, maka penghasilan Kita akan dipotong sebesar 5%. Sedangkan, jika penghasilan berada pada range Rp50-250 juta dan Rp250-500 juta, maka Kita akan dikenakan potongan pajak sebesar 15% dan 25%. Berbeda lagi jika penghasilan Kita telah melebihi Rp500 juta, maka potongan pajaknya bisa mencapai 30%.

Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, UU No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya dengan memakai tarif progresif sebagai berikut ini :

Tarif PPH Pasal 21
Tarif PPH Pasal 21

Undang-Undang Pajak Penghasilan

Undang-Undang (UU) Pajak penghasilan yang berlaku di Tahun 2019 ini mengacu pada UU Nomor 36 Tahun 2008.

UU Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1983 dan beberapa kali mengalami perubahan sebagai berikut ini :

  • UU Nomor 7 Tahun 1991
  • UU Nomor 10 Tahun 1994
  • UU Nomor 17 Tahun 2000
  • UU Nomor 36 Tahun 2008

Cara Menghitung PPH

Terdapat 2 cara untuk menghitung PPH yaitu sebagai berikut ini :

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tetap

Agar Kita lebih mudah dalam memahami cara menghitung PPh 21 sesuai PTKP 2019, mari mengambil sebuah contoh kasus. Katakanlah Kita adalah seorang karyawan tetap diperusahaan X. Setiap bulannya, Kita mendapatkan gaji sebesar Rp8 juta. Namun, Kita juga harus membayar iuran pensiun sebanyak Rp200.000 setiap bulan. Saat ini, Kita telah menikah, tetapi belum mempunyai anak. Pada bulan Februari 2019, Kita hanya mendapat penghasilan dari gaji, tidak ada upah tambahan lainnya. Lalu, bagaimana cara menghitung PPh 21 untuk bulan Februari 2019?

PPH Karyawan Tetap
PPH Karyawan Tetap

Penjelasan:

  • Diasumsikan gaji pokok adalah sebesar Rp8.000.000
  • Biaya jabatan sebesar adalah 5% dari penghasilan, setingi-tingginya Rp500.000 sebulan atau Rp6.000.000 per/tahun
  • Penghitungan iuran pensiun telah ditentukan oleh lembaga keuangan yang pendiriannya disahkan didalam Peraturan Menteri Keuangan dan ditunjuk oleh perusahaan. Jumlah persentase yang diterapkan ialah sebanyak 1%.
  • Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) diberlakukan agar mengurangi penghasilan sehingga diperoleh penghasilan kena pajak, yang dihitung sebagai objek pajak penghasilan dari wajib pajak
  • Pada contoh ini, Kita telah menikah tetapi belum mempunyai anak. Artinya, PTKP bertambah sebesar Rp4.500.000 sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Penghasilan kena pajak harus dibulatkan kebawah hingga mempunyai nominal ribuan penuh. Misalnya, jika hasil penghitungan menunjukkan Rp5.300.256, maka pembulatannya adalah sebesar Rp5.300.000

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Keluar Tengah Tahun

Penghitungan PPh 21 di atas berlaku jika Kita bekerja sebagai karyawan tetap di suatu perusahaan selama setahun penuh. Namun, bagaimana jika Kita harus keluar dari perusahaan pada tengah tahun? Bagaimana cara menghitung pajak penghasilannya?

Dari contoh di atas maka. Berdasarkan penghitungan tersebut, setiap bulannya Kita harus membayar pajak penghasilan sebesar Rp132.250. Namun, pada bulan September 2018, Kita sudah tidak bekerja di sana lagi. Berarti, periode bekerja terakhir ialah sampai bulan Agustus 2018. Jadi, jumlah PPh 21 yang Kita bayar sampai bulan Agustus 2018 adalah:

Rp 132.250 x 8 bulan = Rp1.058.000

Penghitungan belum selesai sampai disini saja. Kita masih harus menghitung PPh 21 dari penghasilan sebenarnya hingga bulan Juni 2018. Pasalnya, penghitungan diatas berlaku pada periode 12 bulan waktu bekerja.

PPH Karyawan Keluar Tengah Tahun
PPH Karyawan Keluar Tengah Tahun

Penjelasan :

  • PPh 21 seharusnya sampai bulan Agustus 2018 adalah Rp83.000
  • PPh 21 yang sudah dipotong sampai bulan Agustus 2018adalah Rp1.058.000
  • Jadi, Kita lebih bayar sebesar: Rp1.058.000 – Rp.83.000 adalah Rp975.000
  • Kita akan menerima pajak lebih bayar ini beserta pemberian bukti pemotongan PPh 21 dan pembetulan dari perusahaan tempat Kita bekerja.

Inilah tadi pembahasan lengkap mengenai materi tentang Pajak Penghasilan atau PPH 2019, Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :