Tabel r : Cara Memakai, Isi Tabel r, Uji r dan Contoh Kasus

Posted on

 Tabel r – adalah suatu tabel koefisien relasi “r” momen product. Salah satu penggunaan tabel ini yaitu Pada uji validitas instrumen. Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai r di dalam tabel dengan nilai r hasil perhitungan statistik. Berikut dibawah ini adalah cara menggunakan tabel r beserta tabel r dan cara uji nya. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini

Tabel r
Tabel r

Cara Memakai Tabel r

Untuk tahu bagaimana cara memakai tabel r pakailah contoh berikut:

Kita meneliti dengan memakai sampel untuk uji kuesioner sebanyak 25 orang responden dengan signifikansi 5%, dari sini didapat nilai df=n-2, df=25-2=23.

Cara membaca tabel r , lihat tabel r product moment pada signifikansi 5%, di dapatkan angka r tabel= 0,3961. Kemudian hitung bandingkan nilai r yang di dapatkab dari tabel r dengan r hasil perhitungan. Jika r ditabel r < r hasil hitungan, makan pernyataan itu valid.

Tabel r

df0.100.050.020.01
10.98770.99690.99950.9999
20.90000.95000.98000.9900
30.80540.87830.93430.9587
40.72930.81140.88220.9172
50.66940.75450.83290.8745
60.62150.70670.78870.8343
70.58220.66640.74980.7977
80.54940.63190.71550.7646
90.52140.60210.68510.7348
100.49730.57600.65810.7079
110.47620.55290.63390.6835
120.45750.53240.61200.6614
130.44090.51400.59230.6411
140.42590.49730.57420.6226
150.41240.48210.55770.6055
160.40000.46830.54250.5897
170.38870.45550.52850.5751
180.37830.44380.51550.5614
190.36870.43290.50340.5487
200.35980.42270.49210.5368
210.35150.41320.48150.5256
220.34380.40440.47160.5151
230.33650.39610.46220.5052
240.32970.38820.45340.4958
250.32330.38090.44510.4869
260.31720.37390.43720.4785
270.31150.36730.42970.4705
280.30610.36100.42260.4629
290.30090.35500.41580.4556
300.29600.34940.40930.4487
310.29130.34400.40320.4421
320.28690.33880.39720.4357
330.28260.33380.39160.4296
340.27850.32910.38620.4238
350.27460.32460.38100.4182
360.27090.32020.37600.4128
370.26730.31600.37120.4076
380.26380.31200.36650.4026
390.26050.30810.36210.3978
400.25730.30440.35780.3932
410.25420.30080.35360.3887
420.25120.29730.34960.3843
430.24830.29400.34570.3801
440.24550.29070.34200.3761
450.24290.28760.33840.3721
460.24030.28450.33480.3683
470.23770.28160.33140.3646
480.23530.27870.32810.3610
490.23290.27590.32490.3575
500.23060.27320.32180.3542
510.22840.27060.31880.3509
520.22620.26810.31580.3477
530.22410.26560.31290.3445
540.22210.26320.31020.3415
550.22010.26090.30740.3385
560.21810.25860.30480.3357
570.21620.25640.30220.3328
580.21440.25420.29970.3301
590.21260.25210.29720.3274
600.21080.25000.29480.3248
610.20910.24800.29250.3223
620.20750.24610.29020.3198
630.20580.24410.28800.3173
640.20420.24230.28580.3150
650.20270.24040.28370.3126
660.20120.23870.28160.3104
670.19970.23690.27960.3081
680.19820.23520.27760.3060
690.19680.23350.27560.3038
700.19540.23190.27370.3017
710.19400.23030.27180.2997
720.19270.22870.27000.2977
730.19140.22720.26820.2957
740.19010.22570.26640.2938
750.18880.22420.26470.2919
760.18760.22270.26300.2900
770.18640.22130.26130.2882
780.18520.21990.25970.2864
790.18410.21850.25810.2847
800.18290.21720.25650.2830
810.18180.21590.25500.2813
820.18070.21460.25350.2796
830.17960.21330.25200.2780
840.17860.21200.25050.2764
850.17750.21080.24910.2748
860.17650.20960.24770.2732
870.17550.20840.24630.2717
880.17450.20720.24490.2702
890.17350.20610.24350.2687
900.17260.20500.24220.2673
910.17160.20390.24090.2659
920.17070.20280.23960.2645
930.16980.20170.23840.2631
940.16890.20060.23710.2617
950.16800.19960.23590.2604
960.16710.19860.23470.2591
970.16630.19750.23350.2578
980.16540.19660.23240.2565
990.16460.19560.23120.2552
1000.16380.19460.23010.2540
10000.05190.06190.07340.0812
100000.01640.01960.02330.0258

Uji r

Uji r atau uji korelasi dipakai untuk mempelajari hubungan dua variabel atau lebih. Hubungan yang dipelajari yaitu hubungan yang linier atau garis lurus. Oleh sebab itu, uji r ini sering disebut juga dengan uji korelasi linier.

Bila hubungan dua variabel yang dipelajari tidak linier, maka uji ini tidak cocok digunakan, hingga harus dicari yaitu uji lain, seperti uji kuadratik ataupun uji nonlinier. Perlu dipahami bahwa uji korelasi ini dipakai untuk variabel kuantitatif. Artinya, uji ini bisa dipakai jika variabel yang dipelajari itu keduanya adalah variabel kuantitatif. jika tidak, maka uji lain seperti uji χ2 harus dipilih.

Ada dua jenis uji korelasi, yaitu :

  1. Korelasi Pearson
  2. Korelasi Spearman.

Korelasi Spearman. Bila data berdistribusi normal ataupun mendekati normal, maka Korelasi Pearson menjadi sebauh pilihan, tetapi jika distribusi data begtu ekstrem tidak normal, maka Korelasi Spearman juga jadi pilihan.

Ukuran korelasi disebut koefisien korelasi, dan disingkat dengan r. Nilai r berkisar antara –1 hingga +1, termasuk 0. Semakin besar nilai r (mendekati angka 1), maka semakin erat antara hubungan kedua variabel tersebut. Sebaliknya, semakin kecil nilai sebuah korelasi (mendekati angka 0), maka semakin lemah hubungan antara kedua variabel tersebut.

Perlu diketahui bahwa nilai r besar, yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat, tetapi tidak bisa serta merta menyatakan bahwa hubungan yang terjadi yaitu hubungan sebab-akibat antara dua variabel itu sendiri.

Nilai r ini bisa bertanda positif, tetapi bisa juga negatif. Berikut ini adalah interpretasi dari tanda pada koefisien korelasi.

1. Jika nilai r = + (positif),
maka hubungannya yaitu berbanding lurus. Artinya, semakin besar nilai variabel X, maka akan semakin besar pula nilai variabel Y ataupun semakin kecil nilai variabel X maka semakin kecil nilai variabel Y .

2. Jika nilai r = – (negatif)
maka hubungannya yaitu berbanding terbalik. Artinya semakin besar suatu nilai variabel X , maka semakin kecil juga nilai variabel Y atau semakin kecil nilai variabel X, maka semakin besar pula nilai variabel Y.

3. Jika nilai r = 0,
artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X dan Y

Demikianlah pembahasan mengenai artikel ini, Semoga bermanfaat

Artikel Lainya :