Sudut Pandang

Posted on

Sudut Pandang – Dalam Unsur Intrinsik dari sebuah karya sastra seperti Cerpen, Cerita Fabel, Fantasi, atau sejenisnya, pasti kita sering menjumpai yang namanya Sudut Pandang.

Sudut Pandang

Nah, tak jarang dari kita yang belum memahami apa sebenarnya Sudut Pandang itu? Apa saja jenis-jenisnya? Fungsinya untuk apa? Dalam pembahasan kali ini, Rumus.co.id akan menjabarkan secara rinci mengenai Viewpoint.

Untuk itu, yuk kita simak penjabaran dari Viewpoint beserta dengan hal-hal yang berkaitan didalamnya secara rinci.

Definisi Sudut Pandang

Sudut Pandang (Viewpoint) sering diartikan sebagai arah pandang dari seorang penulis, di dalam menggambarkan diri nya pada sebuah cerita. Sehingga, cerita tersebut akan menjadi lebih hidup sekaligus akan tersampaikan dengan baik kepada para pembaca atau pendengarnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa Sudut Pandang merupakan sebuah cara yang digunakan oleh seorang penulis cerita di dalam menempatkan dirinya pada sebuah cerita, atau dari sudut apa seorang penulis memandang cerita yang sudah dibuat olehnya. 

Perspektif juga dapat digambarkan sebagai metode atau strategi yang penulis lakukan dengan sengaja sehingga cerita dapat disampaikan dengan benar. Oleh karena itu, perspektif dapat mempengaruhi representasi sebuah cerita dan tindakannya.

Sudut Pandang Menurut Para Ahli

Selain definisi yang ada diatas, terdapat beberapa para ahli yang mengungkapkan pengertian dari Viewpoint, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Heri Jauhari (2013 : 54)

Menurut Heri, Sudut pandang disebut juga sebagai pusat naratif yang berfungsi untuk menentukan gaya serta corak cerita. Karakter dan juga kepribadian narator akan menjadi penentu dari kisah dongeng yang disajikan kepada pembaca atau pendengar.

Keputusan penulis dalam menentukan siapa yang akan menceritakan kisah menjadi penentu dari apa yang terdapat dalam sebuah cerita. Jika pendongeng berbeda, maka detail cerita yang dipilih juga berbeda.

2. Montaqua dan Henshaw (1966 : 9)

Menurut Montaqua dan Henshaw, Viewpoint umumnya digunakan untuk membuat perbedaan bagi pembaca atau pendengar yang menentukan struktur tata bahasa narasi dan siapa yang menceritakannya.

Seseorang yang tugasnya menceritakan dongeng menjadi hal yang sangat penting. Sebab, untuk menentukan apa yang ada dalam cerita, apabila pendongengnya berbeda maka akan melihat sesuatu secara berbeda pula.

3. Atar Semi (1988: 51)

Sudut pandang atau Viewpoint sering diartikan sebagai posisi dan juga penobatan seorang penulis dalam cerita yang ia buat, atau dari sudut pandang mana seorang penulis melihat peristiwa yang terkandung dalam sebuah cerita.

4. Atar Semi (1988 : 57-58)

Menurut Atar, Viewpoint sering dianggap sebagai titik cerita yang digunakan sebagai penempatan serta posisi seorang penulis di dalam ceritanya. Atar juga mengungkapkan bahwa poin cerita dibagi menjadi empat jenis, yaitu :

  • Penulis sebagai karakter,
  • Penulis sebagai karakter pendukung,
  • Pengarang sebagai orang ketiga, dan
  • Penulis sebagai narator atau pemain.

Baca Juga :
Unsur Cerita
Pengertian Puisi Adalah – Ciri ciri, Jenis, Unsur, Struktur, Dan Contoh
Cara Membuat Cerpen

Macam – Macam Sudut Pandang

Secara umum, Viewpoint atau Sudut Pandang dibedakan menjadi empat macam. Berikut ini merupakan penjelasan dari macam-macam Viewpoint, diantaranya adalah :

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Perspektif orang pertama adalah salah satu jenis perspektif yang umumnya menggunakan kata ganti seperti saya, aku, dan kita.

Jika penulis berada dalam perspektif orang pertama, seolah-olah penulis adalah karakter utama dari cerita tersebut. Jadi pembaca akan melakoni layaknya sebagai tokoh utama dalam cerita tersebut.

Viewpoint Orang Pertama ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

A. Viewpoint Orang Pertama Sebagai Tokoh Utama

Berdasarkan dengan namanya, sudut pandang ini memiliki makna seolah-olah penulis berperan sebagai tokoh utama dalam sebuah cerita. Sehingga segala sesuatu yang ada hubungannya dengan tokoh “aku” dijelaskan dari segi pemikiran, perasaan, peristiwa dan juga perilaku.

Sebagai contoh dari Viewpoint Orang Pertama Sebagai Pelaku Utama, yaitu :

Seperti biasanya, setiap hari Minggu aku selalu membantu pekerjaan yang ada di rumah. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, aku merapikan tempat tidurku. Kemudian aku bergegas untuk pergi kekamar mandi.

Selesai mandi aku turun ke lantai satu untuk sarapan pagi bersama ayah, ibu dan juga kakak perempuan ku. Setelah kegiatan sarapan selesai, aku berpamitan dengan kedua orang tuaku untuk pergi ke rumah nenek.

B. Viewpoint Orang Pertama Sebagai Tokoh Sampingan

Viewpoint Orang Pertama Sebagai Tokoh Sampingan merupakan salah satu jenis sudut pandang, di mana kehadiran karakter “aku” dalam sebuah cerita berfungsi untuk memberikan pembaca, penjelasan tentang peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita.

Sementara itu, karakter utama harus sepenuhnya menginformasikan dirinya sendiri tentang dinamika yang terjadi. Dari sini dapat disimpulkan bahwa karakter “aku” dalam metode ini hanya bertindak sebagai saksi atas serangkaian peristiwa yang terjadi atau dilalui oleh tokoh utama.

Sebagai contoh dari Viewpoint Orang Pertama Sebagai Pelaku Sampingan, yaitu :

Brak!!! Lagi-lagi aku terkejut dengan suara pintu yang berasal dari sebelah kamarku. Lisa pergi pergi sambil lari tunggang langgang. Sepertinya ia terlambat untuk berangkat kuliah lagi.

Lisa adalah seorang gadis yang berparas sangat manis dan juga cantik. Ia juga adalah gadis yang ramah kepada semua orang. Sehinga, tidak heran apabila banyak yang menyukainya.

2. Viewpoint Orang Katiga

Dalam teknik perspektif orang ketiga ini umumnya menggunakan sebuah kata yang merujuk ke dia, ia atau nama karakter itu sendiri dan juga mereka yang berperan sebagai kata referensi. Kata ganti ini biasanya digunakan untuk menggambarkan karakter utama dalam sebuah cerita.

Selain kata ganti yang digunakan, terdapat perbedaan lainnya antara perspektif orang pertama dan ketiga, yaitu kebebasan berekspresi Viewpoint Orang Ketiga ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

A. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Dari perspektif orang ketiga yang mahatahu ini, penulis akan memberitahu Anda segala sesuatu yang berkaitan dengan karakter utama. Seolah-olah dia tahu persis apa saja yang berkaitan dengan karakter utama, seperti watak, perasaan, pikiran, peristiwa, serta latar belakang yang memimpin suatu peristiwa.

Sebagai contoh dari Viewpoint Orang Ketiga Serba Tahu, yaitu :

Sudah selama 6 bulan ini Linda sudah terjun ke dunia akting. Namun, Ayah dan juga ibunya tidak merestui jalur karier yang ia jalani. Bahkan ia sampai beradu pendapat dengan ayahnya yang memang mempunyai watak keras kepala.

Sampai-sampai keduanya sempat berseteru, sebelum akhirnya dipisahkan oleh sang ibu dengan berderai air mata.

B. Viewpoint Orang Ketiga Sebagai Pengamat

Metode ini hampir sama dengan perspektif orang ketiga yang mahatahu. Namun, tidak semuanya diketahui, sebagaimana dengan metode sebelumnya. Dari sudut pandang orang ketiga ini, penulis hanya akan memberi tahu pengetahuan yang terbatas.

Pengetahuan ini umumnya diperoleh dari pemahaman panca indera yang digunakan, baik itu saat mengamati atau melihat, mendengar, mengalami atau merasakan suatu peristiwa dalam sebuah cerita.

Contoh dari Viewpoint Orang Ketiga Sebagai Pengamat, yaitu :

Entah apa yang sedang dirasakannya selama satu bulan belakangan ini. Setiap, pulang dari kantor a langsung menunjukkan raut wajah yang masam.

Tidak hanya itu saja, ia juga puasa bicara sudah selama sebulan ini. Apa mungkin karena pekerjaannya di kantor sedang mengalami permasalahan?

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Sudut Pandang?

Sudut Pandang (Viewpoint) sering diartikan sebagai arah pandang dari seorang penulis, di dalam menggambarkan diri nya pada sebuah cerita. Sehingga, cerita tersebut akan menjadi lebih hidup sekaligus akan tersampaikan dengan baik kepada para pembaca atau pendengarnya.

Apa itu Viewpoint Campuran?

Perspektif campuran adalah sudut pandang hasil dari kombinasi sudut pandang orang pertama dan ketiga. Jadi ada saatnya penulis juga terlibat dalam cerita, tetapi bukan sebagai pelaku utama. Serta ada saatnya dia keluar dari cerita untuk menjadi orang yang berpengetahuan luas.

Unsur Intrinsik adalah?

Elemen intrinsik adalah elemen yang terkandung dalam tubuh suatu karya sastra. Tanpa unsur intrinsik, maka sebuah karya sastra tidak akan terbentuk dengan sempurna.

Demikianlah ulasan singkat yang dapat Rumus.co.id sampaikan tentang Sudut Pandang dalam suatu karya sastra. Semoga bermanfaat.