Six Sigma

Posted on

Six Sigma – Alat apa yang harus kita gunakan jika ingin mengetahui berat badan kita? Ya, jawaban yang benar adalah Timbangan. Akan tetapi, jika ingin mengetahui siapa yang lebih tinggi? Maka, jawabannya adalah meteran.

Hal tersebut sama dengan membandingkan dua atau lebih proses yang berbeda serta berusaha untuk mencari tahu mana yang lebih baik kinerjanya? Maka jawabannya adalah Six Sigma yang digunakan sebagai alat ukur.

Six Sigma

Definisi Six Sigma

SIX SIGMA berasal dari dua kata, SIX, yang berarti enam (6), dan SIGMA, yang merupakan satuan standar deviasi yang dilambangkan dengan menggunakan simbol σ.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Six Sigma sering digambarkan dengan simbol 6σ. Semakin tinggi sigma, maka akan semakin baik pula kualitasnya.

Dengan kata lain, 6σ adalah sebuah media manajemen baru sehingga akan memungkinkan Anda agar dapat mengubah seluruh kendali mutu (TQM). Hal tersebut sangat menekankan kontrol kualitas dengan cara memahami struktur produksi industri secara menyeluruh.

Konsep dasar 6σ berasal dari kombinasi antara konsep TQM (Total Quality Management) dengan konsep SPC (Statistical Process Control), dimana keduanya berasal dari pemikiran para ahli seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan juga Crossby.

Didalam sejarah perkembangannya, 6σ yang awalnya hanya sebuah metrik, berkembang menjadi sebuah metodologi hingga saat ini telah menjadi sebuah sistem manajemen.

Baca Juga : Kaizen Adalah

Definisi Six Sigma Menurut Para Ahli

Selain penjelasan yang ada diatas, terdapat beberapa pengertian Six Sigma yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • Pande (2002), 6σ merupakan sebuah tujuan yang berfungsi untuk mengembangkan kualitas produk menuju tujuan gagal peluang sejuta (DPMO) untuk setiap transaksi produk yang dilakukan atau memotivasi upaya untuk mencapai keunggulan.
  • Miranda (2002), 6σ adalah sebuah tujuan yang berusaha untuk mendekati kesempurnaan guna memenuhi keperluan para konsumennya. Akan tetapi ada juga orang yang mengklaim bahwa Six Sigma adalah upaya untuk mengubah pola pikir perusahaan agar dapat mencapai kepuasan para konsumen, keuntungan dan persaingan yang jauh lebih baik. Inti dari pemahaman di atas merupakan pengukuran, tujuan atau transformasi semangat perusahaan.
  • Hidayat (2007), 6σ merupakan sebuah metode bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai kompetensi dari berbagai macam kegiatan proses bisnis.

Manfaat Dari Penerapan Six Sigma

Terdapat beberapa manfaat dari penerapan 6σ bagi suatu perusahaan, yaitu diantaranya adalah :

  • Memberikan kesuksesan secara berkesinambungan, artinya untuk dapat terus menerus menguasai pasar, maka suatu perusahaan harus menciptakan berbagai macam trobosan baru yang menarik perhatian para konsumennya.
  • Menetapkan tujuan kekuasaan untuk semua orang, artinya 6σ menggunakan sebuah kerangka kerja bisnis untuk mencapai tujuan yang terpadu.
  • Meningkatkan kualitas bagi konsumen, artinya suatu perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya dengan menerapkan 6σ.
  • Semakin mempercepat laju perbaikan, artinya metode ini dapat membantu untuk meringankan beban yang dialami perusahaan dengan cara meningkatkan kemampuan perbaikan terhadap desakan yang diberikan oleh para konsumennya.
  • Dapat melakukan perubahan strategi dengan cepat, artinya dengan cara mengetahui proses dan langkah-langkah perusahaan yang lebih baik, maka akan memberi Anda berbagai keterampilan yang lebih luas untuk melakukan beberapa perubahan kecil ataupun perubahan besar yang diperlukan demi kesuksesan bisnis di abad ke-21.

Baca Juga : Maintenance Adalah

Langkah – Langkah Penerapan Six Sigma

Dibawah ini terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan didalam penerapan strategi 6σ, yang mana adalah sebuah pendekatan berbagai macam permasalahan hingga proses penyelesaiannya yang disingkat dengan DMAIC, yaitu diantaranya adalah :

  • Define, adalah salah satu fase di mana masalah diidentifikasikan, kebutuhan konsumen diidentifikasikan, kualitas dinilai secara kritis serta menentukan tim dari suatu perusahaan.
  • Measure, adalah salah satu tahapan di mana kinerja proses diukur sebelum perbaikan dilakukan. Penentuan karakteristik kualitas adalah poin terpenting pada fase ini.
  • Analyze, adalah salah satu langkah yang digunakan untuk menemukan, menentukan, serta menganalisis akar penyebab dari masalah yang terjadi. Masalah-masalah yang muncul terkadang bisa sangat kompleks dan bahkan sangat membingungkan, yang dapat menyebabkan terjadinya penghentian produksi.
  • Improve, setelah perusahaan menemukan sumber masalah yang terjadi, maka langkah selanjutnya adalah mengambil langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas serta mengurangi tingkat kerusakan atau degradasi terhadap kualitas produk yang diproduksi.
  • Control, adalah salah satu fase di mana kinerja perusahaan selalu dipantau, terutama setelah adanya perbaikan yang dilakukan untuk memastikan tidak adanya kekurangan yang terjadi.

Faktor – Faktor Penting Saat Implementasi Six Sigma

Terdapat beberapa faktor terpenting pada saat pengimplementasian 6σ, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Adanya dukungan yang diberikan secara keseluruhan atau pada tingkat tertinggi (top level).
  • Harus memiliki tim yang solid seperti Executive Champion, Deployment Champion dan Project Champion yang mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan baik pada proyek Six Sigma.
  • Memiliki program pelatihan yang selalu terupdate serta menerima pelatihan khusus yang bertujuan demi meraih keberhasilan implementasi dari strategi 6σ di suatu perusahaan.
  • Adanya pengguanaan basis Cacat per Juta Peluang (DPMO) terhadap alat yang masih baru karena DPMO berhubungan erat dengan Crtical to Quality, di mana pengukuran disesuaikan pada persepsi konsumen serta dibandingkan dengan seluruh unit bisnis dalam suatu perusahaan.

Baca Juga : Analisis SWOT

F.A.Q

Apa yang dimaksu dengan Six Sigma?

Six Sigma dapat dikatakan sebagai strategi atau metode yang sangat berfokus pada kontrol kualitas dengan melakukan pemeriksaan sistem produksi di dalam suatu perusahaan secara menyeluruh.

Mengapa Six Sigma disebut sebagai strategi atau metode?

Karena Six Sigma merupakan sebuah strategi yang digunakan demi meningkatkkan kualitas produk serta kepuasan dari para konsumennya.

Apa tujuan dari penerapan Six Sigma dalam suatu perusahaan?

Tujuan penerapan Six Sigma adalah untuk mengurangi fluktuasi terhadap pengeluaran suatu perusahaan, sehingga enam standar deviasi (Sigma) antara rata-rata (mean) dengan batas perincian terdekat tidak melebihi batas yang di tentukan.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.

Related posts: