Sistem Parlementer

Posted on

Sistem Parlementer – Parlementer menjadi salah satu sistem pemerintahan yang digunakan di beberapa negara, namun tidak di Indonesia. Sebab, Negara Indonesia menganut Sistem Pemerintahan Presidensial.

Sistem Parlementer

Meskipun begitu, kalian pasti sudah sangat familiar dengan Government system yang satu ini. Bahkan bisa dibilang bahwa system ini menjadi kebalikan dari Sistem Presidensial.

Namun, apa sih sebenarnya Sistem Parlementer itu? Bagaimana ciri-ciri dari negara yang menganut Government system ini. Untuk mengetahui hal-hal tersebut, ada baiknya jika kita menyimak penjelasan yang ada dibawah ini.

Definisi Sistem Parlementer

Sistem parlementer didefinisikan sebagai bentuk sistem pemerintahan yang demokratis di mana partai atau koalisi partai membentuk pemerintahan bersama dengan perwakilan terbesarnya di parlemen (legislatif) serta pemimpinnya menjadi kanselir atau perdana menteri.

Sedangkan, untuk fungsi atau tugas dari eksekutif dilaksanakan oleh para anggota parlemen yang diangkat oleh seorang kanselir untuk para anggota kabinet. Partai minoritas menentang mayoritas dan memiliki kewajiban untuk menantang mereka secara teratur.

Perdana menteri dapat dicopot dari kekuasaannya jika ia kehilangan kepercayaan mayoritas dari partai atau parlemen yang berkuasa. Sistem parlementer ini berawal dari Inggris dan kemudian diadopsi oleh beberapa negara bekas jajahan Inggris.

Ada dua pemimpin dalam sistem parlementer, perdana menteri sebagai ketua pemerintahan dan presiden sebagai pemimpin negara. Parlemen memiliki kekuatan untuk menunjuk atau menggulingkan Perdana Menteri.

Ciri – Ciri Parliamentary System

Setelah kita menyimak definisi dari Parliamentary System yang dijelaskan diatas. Selanjutnya, kita harus menyimak ciri-ciri dari negara yang menganut Parliamentary System. Berikut ini merupakan beberapa ciri Parliamentary System, diantaranya adalah :

  • Ada batas antara kepala negara dengan kepala pemerintahan, tetapi tidak ada batas antara eksekutif dengan legislatif, kedua kekuatan tersebut dipegang oleh parlemen.
  • Kabinet adalah lembaga yang dibentuk oleh parlemen dan parlemen merupakan kekuatan tertinggi dari suatu negara. Anggota dari para Parlemen dipilih secara langsung melalui pemilu atau pemilihan umum.
  • Presiden hanya memiliki kekuatan simbolis di luar cabang eksekutif dan legislatif negara.
  • Perdana menteri yang dipilih oleh anggota parlemen seringkali berasal dari partai politik yang memimpin pemilihan umum dan juga memiliki kekuatan eksekutif atau penegakan hukum.
  • Perdana Menteri memiliki hak istimewa atau hak prerogatif untuk menunjuk para menteri untuk menjadi pemimpin dari departemen pemerintah dan juga nonpemerintah.
  • Anggota parlemen dapat menggulingkan Perdana Menteri jika suatu hari sebagian besar dari mereka tidak setuju dengan kepala pemerintahan. Metode ini digunakan untuk mendeklarasikan suara tidak percaya.
  • Masa jabatan dari para anggota parlemen serta presiden tidak memiliki batasan waktu.
  • Kewenangan eksekutif memiliki tanggung jawab terhadap kekuasaan legislatif. Sehingga kapan saja kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh kewenangan legislatif.
  • Para menteri hanya akan memberikan tanggung jawabnya kepada kewenangan legislatif.

Baca Juga :
Demokrasi Parlementer
Sistem Pemerintahan
Bentuk Negara Jepang

Kelebihan dan Kekurangan Parliamentary System

Selain definisi dan ciri-ciri, penerapan dari Parliamentary System tentunya memiliki kelebihan dan juga kekurangannya tersendiri, diantaranya adalah :

1. Kelebihan Dari Parliamentary System :

  1. Sistem parlementer dapat menetapkan pedoman yang dapat ditetapkan secara tepat karena mudah untuk mengubah pendapat antara kekuasaan eksekutif dan legislatif karena masih dalam koalisi partai.
  2. Tanggungjawab atau tugas dalam merumuskan peraturan dan juga kebijakan demi kepentingan negara sangat jelas.
  3. Parlemen mempunyai hak serta kewajiban guna bisa memantau sistem manajemen kabinet sehingga kabinet tidak dapat bertindak sewenang-wenang.
  4. Sistem parlementer dapat mempercepat legislasi melalui dukungan dari badan legislatif. Hal ini dikarenakan eksekutif dipilih guna melayani berdasarkan dengan manifesto partai. Akibatnya, kehendak rakyat mempunyai banyak kekuasaan dibandingkan dengan sistem politik mana pun.

2. Kekurangan Dari Parliamentary System :

  1. Kabinet dapat digulingkan oleh parlemen kapan saja, karena kehadiran kabinet sebagai organ eksekutif negara sangat bergantung pada parlemen.
  2. Kelangsungan pengelolaan kabinet tidak jelas, karena tidak diatur waktunya, sehingga dapat dibubarkan ketika parlemen ingin membubarkannya.
  3. Meskipun siapa pun dapat membentuk partai politik, partai politik besar memiliki pengaruh terbesar pada sistem parlementer. Jika tidak diperlukan koalisi, mereka yang partai besar mengabaikan kebutuhan partai kecil.
  4. Kebijakan politik dapat menjadi tidak stabil dan dapat berubah karena seringnya anggota kabinet berubah.

F.A.Q

Apa itu Sistem Pemerintahan Parlementer?

Sistem parlementer didefinisikan sebagai bentuk sistem pemerintahan yang demokratis di mana partai atau koalisi partai membentuk pemerintahan bersama dengan perwakilan terbesarnya di parlemen (legislatif) serta pemimpinnya menjadi kanselir atau perdana menteri.

Negara apa saja yang menganut Sistem Parlementer?

1. Inggris
2. Denmark
3. Swedia
4. Jepang

Apa tugas anggota parlemen?

Anggota parlemen mempunyai kekuasaan untuk menunjuk perdana menteri dan juga dapat menggulingkan pemerintahan, melalui cara mengeluarkan rasa tidak kepercayaan.

Sekian ulasan singkat dari artikel kali ini, semoga bisa menjadi referensi atau informasi tambahan untuk para pembaca.