Simbiosis Parasitisme

Posted on

Penjelasan Simbiosis Parasitisme Dan Contohnya Lengkap Beserta Gambarnya – Parasitisme merupakan makhluk yang hidup pada makhluk lain yang umunya dapat merugikan makhluk yang dia tinggali tersebut. Ada 3 macam – macam simbiosis yang secara umum juga merupakan hubungan antar makhluk hidup, di antaranya yaitu : simbiosis mutualisme, komensalisme dan parasitisme.

Pada artikel ini, kita akan fokus membahas makalah materi tentang penjelasan simbiosis parasitisme dan contohnya lengkap. Langsung saja !

Simbiosis Parasitisme
Simbiosis Parasitisme

Pengertian Simbiosis Parasitisme

Menurut bahasa, simbiosis adalah kata yang berasal dari Yunani yaitu “Sym” yang berarti dengan, dan “Biosis” yang berarti kehidupan. Menurut istilah, simbiosis adalah suatu pola interaksi yang erat antara dua organisme yang berlainan jenis. Sedangkan makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.

Parasitisme adalah suatu organisme yang menguntungkan diri dari hubungannya dengan makhluk lain yang ia tumpangi, sedangkan makhluk yang ia tumpangi akan dirugikan. Parasit bisa mencakup sejumlah hal termasuk tanaman, hewan, dan bahkan virus serta virus sekalipun.

Simbiosis parasitisme adalah hubungan interaksi antara dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu organisme sementara organisme lain dirugikan.

Makhluk hidup yang di  untungkan ini disebut parasit dan makhluk hidup yang di rugikan ini disebut inang. Sedangkan parasit yang hidup di luar tubuh inang disebutnya adalah ektroparasit, sedangkan parasit yang hidupnya di dalam tubuh inang maka disebutnya endoparasit.

Baca Juga : Simbiosis Komensalisme

Contoh Simbiosis Parasitisme

Berikut ini ada beberapa contoh dari simbiosis parasitisme dan beberapa penjelasannya :

1. Manusia Dengan Cacing Pita

Cotoh hubungan atau simbiosis parasitme yang pertama adalah manusia dengan cacing pita, yang mana pada hubungan ini, cacing pita yang terdapat pada usus manusia akan mengambil makanan dari sari makanan manusia, dimana pada umumnya sari – sari makanan yang terdapat pada usus tersebut seharusnya akan digunakan sebagai metabolisme karbohidrat untuk dirubah menjadi energi.

Hal ini tentunya akan sangat merugikan manusia karena mereka kehilangan sari makanannya, namun disisi lain hal ini sangat menguntungkan bagi cacing pita tersebut karena mendapatkan makanan yang bergizi secara gratis.

Manusia dengan Cacing Pita
Manusia dengan Cacing Pita

2. Tali Putri Dengan Inangnya

Tanaman yang berbentuk seperti mie kuning ini merupakan mainan faforit terutama bagi anak perempuan, biasanya tanaman ini dijadikan bahan buat bikin bakso – baksoan yang artinya bukan bakso beneran. Ternyata, tanaman mie ini memiliki nama tali putri. Dan ternyata tanaman ini adalah salah satu contoh dari simbiosis parasitisme.

Sebab tanaman ini tidak memilki klorofil, sehingga ia mencari makanannya dengan menempel ditanaman lain untuk metabolisme dan untuk bertahan hidup.

Dulu pernah menjadi bahan pertanyaan, dari mana tanaman ini bisa tumbuh dan berkembang. Dan sekarang sudah tahu jawabannya 😀

Tali Putri Dengan Inangnya
Tali Putri Dengan Inangnya

3. Kutu Dengan Hewan atau Manusia

Kutu ialah salah satu organisme dengan ukuran yang sangat kecil dan dapat berkembangbiak dalam jangka waktu yang singkat. Kutu tersebut biasanya dapat ditemukan pada rambut yang terdapat pada manusia ataupun pada bulu yang terdapat pada hewan – hewan terutama pada rambut atau bulu yang tidak terawat seperti tidak dicuci atau dikeramas.

Interaksi antara kutu dengan manusia atau hewan ini tentu akan menguntungkan pihak kutu tersebut, sebab hal ini dikarenakan kutu dapat memperoleh makanannya dengan cara menghisap darah serta mendapatkan tempat tinggal dan berkembangbiak. Sedangkan disisi hewan dan manusia akan merasa dirugikan sebab kutu tersebut dapat membuat gatal dan tentunya dapat membuat tidak nyaman serta bisa juga merusak bulu atau rambut tersebut.

Kutu dengan Manusia atau Hewan
Kutu dengan Manusia atau Hewan

4. Cancing Tambang Dengan Manusia

Cacing tambang adalah salah satu organisme simbiosis yang merugikan bagi tubuh manusia. Sebab cacing ini menyerap darah dalam tubuh sehingga mengakibatkan orang tersebut mengalami penyakit anemia atau kurang darah. Cacing ini terletak di dalam usus manusia.

Disisi manusia cacing ini sangat merugikan maka disebut parasit, namun disisi si cacing hal ini sangat menguntungkannya.

Cacing Tambang dengan Manusia
Cacing Tambang dengan Manusia

5. Rafflesia Arnoldi dengan Inangnya

Bunga rafflesia arnoldi adalah salah satu bunga yang langka di dunia dan di Indonesia sendiri dapat ditemukan di daerah Bengkulu. Meskipun terlihat begitu menawan, akan tetapi tanaman ini merupakan parasit bagi tanaman lain atau inangnya, sebab bungan ini tidak memiliki daun sehingga dia tidak bisa berfotosintesis sendiri. Sehingga apabila mau mendapatkan makanan, bunga ini mengambil hasil fotosintesis dari tanaman inangnya dan inangnya sendiri tentu sangat dirugikan karena kehilangan beberapa hasil dari fotosintesisnya itu sendiri.

Raflesia dengan Inangnya
Raflesia dengan Inangnya

Baca Juga : Proses Fotosintesis

6. Panu dengan Manusia

Salah satu contoh simbiosis parasitme yang terakhir adalah panu. Panu ini sering kita jumpai pada kuli – kulit manusia, bahkan mungkin pada kulit kita sendiri terdapat panunya.

Panu merupakan jenis jamur yang hidup bergantung pada kulit manusia. Yang mana jamur panu ini akan mendapatkan makanan dengan cara menyerap protein yang terdapat pada kulit manusia dan tentunya mendapatkan tempat tinggal.

Oleh karena itu, disisi lain manusia akan merasa dirugikan karena panu tersebut dapat mengakibatkan rasa gatal dan tidak nyaman disisi lain sangat menguntungkan si Panu tersebut.

Panu dengan Manusia

Demikianlah pembahasan makalah materi Simbiosis Parasitisme. Semoga bermanfaat ….

Artikel Lainnya : Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Parasitisme Rating: 5 Diposkan Oleh: Pengunjung