Seni Grafis

Posted on

Seni Grafis – Seni tidak pernah lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Karena itu tidak jarang seni bisa masuk ke benda-benda yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seperti motif di pakaian dan ternyata itu salah satu bagian dari Graphic Art.

Seni Grafis

Seni yang satu ini sangat berkaitan erat dengan dunia gambar menggambar. Untuk kalian yang hobi dengan dunia menggambar, tentunya menekuni jenis dari seni murni satu ini menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Terlebih lagi saat ini dunia digital sudah semakin maju dan mengenal sebutan tentang design grafis yang bisa dijadikan sebagai ladang bisnis, yang memang bisni ini terbilang sangat menguntungkan.

Akan tetapi, sebelum kalian berpikir terlalu jauh mengenai bisnis yang memanfaatkan Graphic Art, ada baiknya jika kalian mengenal dan juga memahami terlebih dahulu tentang seluk beluk dari Seni yang satu ini.

Seni Grafis Adalah?

Seni Grafis sering diartikan sebagai salah satu dari karya seni murni yang berbentuk 2 dimensi, dimana karya seni ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak, baik itu manual ataupun digital yang memungkinkan terjadinya pelipatgandaan dari hasil karya.

Atau dengan kata lain, Graphic Art adalah seni yang dihasilkan dengan menggunakan metode printing atau percetakan. Para pelaku dari Graphic Art ini bisa memanfaatkan berbagai macam media, baik dengan cara tradisional maupun kontemporer seperti cat air, cat minyak, pastel minyak, hingga pigmen padat yang larut dalam air.

Sejarah Dari Graphic Art

Mulanya, Graphic Art ini berkembang sangat pesat di negara China. Di China, Graphic Art sering dipakai untuk melipatgandakan sebuah tulisan kepercayaan. Umumnya, tulisan tersebut diukir diatas permukaan kayu atau dicetak pada permukaan kertas.

Cina juga telah menggunakan kertas dalam jumlah yang sangat besar sejak tahun 105, atau lebih tepatnya, pada masa pemerintahan dinasti Yi. Karya seni dengan memanfaatkan media kayu juga telah ditemukan di negara-negara Asia dengan budaya kuno dan kuat seperti Korea, Cina dan Jepang.

Selain itu, para bangsa Romawi juga sudah terbiasa dengan menggunakan teknik pencetakan ini, untuk menghias pakaian dengan menggunakan metode cetak stempel. Akan tetapi, metode ini tidak berkembang, sebab orang eropa masih banyak yang belum mengenal kertas.

Namun, pada abad ke 13 teknik grafis mulai berkembang pesat di Eropa, dengan adanya penemuan mesin cetak yang dijumpai oleh Gutenberg yang saat itu juga ingin mendirikan pabrik kertas untuk pertama kalinya di Italia. Kala itu, berbagai macam metode grafis mulai meningkat di Eropa.

Baca Juga :
Seni Patung
Kritik Seni
Pengertian Seni Rupa, Unsur dan Macam-Macam Seni Rupa

Jenis – Jenis Teknik Graphic Art

Terdapat beberapa jenis teknik atau metode yang digunakan untuk membuat Graphic Art, diantaranya adalah :

1. Silkscreen (Cetak Saring)

Metode cetak ini lebih sering disebut dengan istilah metode cetak sablon. Jika menggunakan metode ini, maka kalian memerlukan cetakan berbahan kasa (screen). Kasa ini memiliki sifat yang elastis, lentur serta halus. Umumnya, metode ini digunakan dalam proses pembuatan poster, spanduk dan lainnya.

Jenis dari cetakan Graphic Art yang satu ini sering sekali kita temui. Sebab, metode yang satu ini dapat dibilang banyak sekali peminatnya. Hal ini tentunya disebabkan karena caranya pengaplikasiannya yang cukup mudah.

2. Lithography (Cetak Datar)

Lithography atau yang lebih akrab disebut dengan Cetak Datar merupakan salah satu jenis teknik atau metode yang digunakan dalam pembuatan Graphic Art yang dilakukan dengan cara melipatgandakan atau menghasilkan gambar maupun tulisan dengan memakai cetakan dengan permukaan yang rata.

Teknik atau metode Graphic Art yang satu ini bisa kita ditemukan dalam sistem mesin cetak maupun metode foto mekanik.

3. Woodcut (Cetak Tinggi)

Woodcut atau yang lebih akrab disebut dengan teknik atau metode cetak timbul. Mengapa seperti itu? Karena hasil dari karya grafis ini nampak menimbul dari media yang digunakannya.

Tidak hanya itu, metode Graphic Art yang satu ini juga disebut sebagai teknik cungkil. Mengapa dikatakan sebagai teknik cungkil? Sebaba, memang proes pembuatan dari karya grafis ini dengan cara dicungkil.

4. Intaglio (Cetak Dalam)

Intaglio atau yang lebih akrab disebut dengan metode cetak dalam ini merupakan salah satu teknik atau metode yang dilakukan dengan cara menggores media yang digunakan memakai benda tumpul.

Secara umum, media yang dipakai dalam proses pembuatan Graphic Art dengan menggunakan teknik yang ini yaitu logam. Sehingga, hasil goresan yang terdapat pada media ini memiliki sifat yang permanen atau sangat sulit jika akan dihilangkan.

Namun, dalam teknik ini terbagi lagi ke dalam beberapa tipe, untuk mengetahui tipe apa saja yang termasuk kedalam teknik ini, yuk simak pembahasannya dibawah ini :

  1. Engraving, dalam teknik ini maka para seniman harus memakai alat yang disebut sebagai burin. Burin adalah alat yang berfungsi untuk mengukir permukaan logam. Permukaan logam dicat, setelah itu seniman harus memahat logam dengan burin.
  2. Etsa, dalam teknik ini para seniman harus memakai bantuan dari asam nitrat (HNO3). Cairan ini akan dituangkan ke atas permukaan tembaga. Dalam metode ini sama seperti memahat memakai zat cair. Hanya dalam hal ini adalah pelat tembaga yang diukir.
  3. Mezzotint, merupakan sebuah teknik yang digunakan dengan cara permukaan logam dikerok sampai halus. Dalam teknik ini para seniman memakai efek gelap terang yang sangat dominan.
  4. Drypoint, adalah teknik yang memanfaatkan benda runcing untuk mengukir permukaan logam. Benda dengan satu sisinya yang runcing akan memberikan tekanan pada permukaan logam sehingga dapat membentuk sebuah lukisan.

5. Teknik Cetak Foto

Teknik Cetak Foto adalah salah satu teknik dalam pembuatan Graphic Art yang sangat sering kita jumpai. Anda dapat menggunakan kamera dengan teknik ini. Gambar-gambar ini kemudian akan dicetak pada kamera memakai alat cetak. Metode yang satu ini sering disebut sebagai metode fotografi.

Fungsi Seni Grafis

Di bawah ini terdapat beberapa fungsi dari Graphic Art yang perlu kalian yang menggeluti dunia gambar menggambar, yaitu sebagai berikut :

1. Menambah Nilai Keindahan

Secara umum, Graphic Art berfungsi meningkatkan nilai keindahan dari sebuah media. Jika Graphic Art diterapkan di sebuah pakaian, maka hal ini dapat meningkatkan unsur keindahan dari pakaian tersebut. Dengan sifat 2 dimensi maka membuat jenis seni ini dapat menambah keindahan dari berbagai media.

2. Menyampaikan Pesan

Tipe dari seni rupa 2 dimensi yang satu ini juga dapat berfungsi untuk menyampaikan pesan bagi siapa saja yang melihat. Pesan itu ditangkap oleh para seniman dalam potongan artistik. Terkadang pesannya juga bersifat implisit.

3. Ungkapan Ekspresi Seni

Tak jarang juga, para seniman terkadang memerlukan cara untuk menuangkan ekspresi seni yang mereka miliki. Melalui Graphic Art ini, para seniman bisa menuangkan ekspresi seni yang mereka miliki dengan baik. Terlebih lagi seni ini termasuk sebagai kategori seni yang sifatnya fleksibel.

F.A.Q

Apa itu Seni Grafis?

Seni Grafis sering diartikan sebagai salah satu dari karya seni murni yang berbentuk 2 dimensi, dimana karya seni ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak, baik itu manual ataupun digital yang memungkinkan terjadinya pelipatgandaan dari hasil karya.

Apakah Seni Grafis dengan Desain Grafis sama?

Tidak, Seni Grafis berbeda dengan Desain Grafis. Graphic Seni merupakan salah satu jenis seni yang berada di tataran seni murni, sedangkan untuk Desain Grafis merupakan salah satu seni yang berada di tataran yang berbeda dengan Graphic Seni.

Perbedaan antara Graphic Art dengan Desain Grafis yaitu?

Graphic Art merupakan salah satu cabang seni rupa yang mana proses pembuatannya memakai teknik cetak, umumnya menggunakan media kertas. Sedangkan,

Desain Grafis merupakan proses komunikasi yang memakai elemen visual seperti fotografi, tipografi serta ilustrasi yang bertujuan untuk menciptakan tanggapan terhadap pesan yang dikirimkan.

Demikianlah artikel ringkas mengenai ulasan kali ini, semoga bisa menjadi referensi untuk kita semua…