Sejarah Ottoman

Posted on

Hallo sobat Rumus.co.id kali akan menyampaikan pembahasn artikel materi tentang Sejarah Ottoman yang sebenarnya – lengkap, pengertian, kesaktian, silsilah, prinsip dan keturunannya supaya mudah di pahami.

Sejarah Ottoman – adalah Salah satu upaya transisi Sultan Mehmed II.Di Konstantinopel pada perombakan Hagia Sophia dengan simbol untuk ukuran Ostrome, yang akan dibangun pada 532 M, sehingga akan terjadi peperangan pada negara negara untuk melawan golongan orang kristen.

Langsung saja simak pembahasan di bawah ini…?

Sejarah Ottoman Adalah

Sejarah-Ottoman

Ottoman adalah salah satu raa dari negara kecil yang berada di Turki yang muncul selama jatuhnya dinasti Seljukdan masa pemerintahan Muhammad II (1451-181), dalam Utsmani mulai bersatu dengan negara-negara lain.

Tahap awal ekspansi Ottoman ini terjadi di bawah Osman I, Orkhan, Murad I dan Beyazid I sebagai mengorbankan kekaisaran Bizantium pada 1326 dan Adrianople pada 1361 yag menjadi ibu kota kekaisaran.

Kemenangan besar Utsmani (1389) dan Nikopol (1396) akan menempatkan sebagian besar di bawah kekuasaan Ottoman yang membuat Eropa sadar akan bahaya yang bisa ditimbulkan Kekaisaran Ottoman.

Ottoman dihentikan oleh kehadiran Timur dengan mengalahkan Beyazid pada 1402, dan Pada tanggal 29 Mei 1453, Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantium yang agung.

Dari sudut pandang pada penguasaan Eropa akan terjadi bencana bagi negara-negara Kristen dengan kekuasaan di dunia telah berubah selamanya, terhadap serangan Ottoman di Eropa untuk menerima Islam.

Baca Juga: Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli 

Dampak Ekspansi Ottoman

ottoman

Masa Ottoman telah dipersatukan kembali oleh Muhammad I dan kemudian akan berkembang dengan sukses di bawah penggantinya, Muhammad Murad II dan Muhammad II.

Kemenangan di Varna pada 1444 atas tentara salib yang dipimpin oleh Ladislaus III, yang diikuti dari Polandia pada tahun 1453, yang menjadi bagian besar dari sejarah Konstatop.

Pada sekelompokan Ottoman telah berubah menjadi pewaris kerajaan Eropa lama, sebagai kemenangan yang disebabkan oleh kelemahan dan perpecahan musuh-musuh mereka.

Pasukan mereka terdiri dari sukarelawan Kristen, yang sangat memuncak pada abad ke-16 di bawah Selim I dan Sulaiman I, sebagagai Kekalahan Hongaria dalam Mohac pada 1526 membuka jalan bagi Kekaisaran.

Dalam menaklukkan pada perbatasan Asia meluas ke Persia dan Arab, yang mengalahkan Mamluk di Mesir dan Suriah Kairo pada 1517 dan mengambil alih kekhalifahan.

Kemudian pada 1518 berhasil mengendalikan Algiers dan perdagangan Mediterania di bawah kekuasaan para perompak Barbarossa, dari Yunani.

Baca Juga: Sejarah Bahasa Indonesia

Hancurnya Kekaisaran Ottoman

Pada tahun 1908 dalam gerakan kaum muda Turki, akan menentukan kelompok reformis dan nasionalis yang semakin kuat dan banyak pendukung tentara.

Pada tahun 1876 memaksa konstitusi dikembalikan dalam Parlemen menggulingkan Sultan dan menempatkan Muhammad V di atas takhta, yang berturut-turut dalam membatalkan perang pada tahun 1912 hingga 1913.

Turki kehilangan hampir semua wilayahnya di Eropa pada kemerdekaan untuk pertama kalinya dengan menunjukkan permusuhan terhadap minoritas yang tersisa di kekaisaran.

Pecahnya Perang Dunia ini akan menyebabkan Turki berbaris dengan jajaran Kekuatan Sentral pada tahun 1915 yang bergabung dengan orang-orang Arab yang akan bangkit melawan pemerintahan Turki.

Gencatan senjata diumumkan pada bulan Oktober dengan pembubaran Kekaisaran Ottoman yang dikukuhkan oleh Perjanjian Sèvres antara Turki pada Utsmani dan Sekutu pada 10 Agustus 1920.

Baca Juga: Peran Indonesia Dalam GNB

Kekuasaan Kekaisaran Ottoman

Kekuasaan Kekaisaran Ottoman sebagai negara yang dorongan untuk perang Rusia-Turki di abad ke-18, sebagai kekalahan sementara pasukan Napoleon yang tetapi Perang pada Kemerdekaan Yunani selama delapan tahun.

Perang Rusia-Turki tahun 1828-1829, mengakibatkan hilangnya Yunani dan Mesir dengan orang-orang yang telah memerdekaan diakhir abad ke-18 dan ke-19 awal Selim III.

Dalam pimpinan Ottoman secara berangsur-angsur telah kehilangan kemandirian ekonominya yang melalui serangkaian perjanjian dalam penyerahan yang dimulai pada abad ke 16 hingga 18.

Maka secara teori turki telah memenangkan Perang Krimea dan berdampak ekonomi perang itu sangat besar dan memperburuk situasi ekonomi Turki pada saat itu.

Dalam pemberontakan Ottoman terhadap Katolik dan Serbia Ortodoks memicu perang Rusia-Turki pada 1877, yang menyatakan diri mereka sepenuhnya independen.

Sementara meraka berada di bawah kekuasaan Austria yang membuat kerajaan hampir merdeka dan menganeksasi pada tahun 1885 yang berjanji akan dihukum.

Baca Juga: Bhineka Tunggal Ika

Pada tahun 1839 mengeluarkan dekrit pada reformasi sipil yang penting, dan diikuti oleh Abd al-Aziz pada tahun 1861 pada pemerintahan Partai Liberal.

Maka Pembantaian Armenia telah berahir pada abad ke-19 mengubah opini publik tentang Turki dengan memenangkan terhadap peranag tersebut.

Demikian pembahasan dari kami tentang, Sejarah Ottoman yang sebenarnya dan pada saat rutuhnya, semoga apa yang sudah kami bahas ini dapat mudah di pahami, sekian dan terima kasih.

Baca Juga: Pengertian Osi Layer