Rumusan Bpupki pada Sidang Pertama dan Kedua

Posted on

Rumus.co.id – Pertemuan kali kita akan membahas mengenai rumusan BPUPKI pada sidang Pertama dan Kedua.dalam sidang BPUPKI berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia. Simak penjelasan berikut ini.

Rumusan BPUPKI

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang di bentuk jepang seperti janjinya pada tanggal 1 Maret 1945. Radjiman Wedyodiningrat, dari golongan nasionalis tua, ditunjuk menjadi ketua BPUPKI dengan didampingi oleh dua orang ketua muda (wakil ketua), yaitu Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio (orang Jepang).

Rumusan BPUPKI di lakukan sidnag tiga kali dalam masanya sebelum di gantikan PPKI. Dalam sidangnya salah satunya merumuskan dasar negara Indonesia.

Pada tanggal 28 Mei 1945 dilakukan pelantikan pembukaan sidang BPUPKI yang pertama. Tempat di adakan di Gedung Chuo Sangi In (Dewan Rakyat) kini Gedung tersebut di kenal dengan gedung pancasila di jalan pejambon 6 – Jakarta.

Rumusan Bpupki pada Sidang Pertama dan Kedua

Anggota BPUPKI

Berikut ini adalah angota BPUPKI yang terlibat dalam persidangan untuk kemerdekaan Indoneisa antara lain:

  • R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  • P. Soeroso (Wakil Ketua)
  • Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua), orang jepang
  • Soekarno
  • Moh. Hatta
  • Muhammad Yamin
  • Dr. Mr. Soepomo
  • Wachid Hasyim
  • Abdoel Kahar Muzakir
  • A.A. Maramis
  • Abikoesno Tjokrosoejo
  • Agoes Salim
  • Achmad Soebardjo
  • Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
  • Ki Bagoes Hadikusumo
  • R. Baswedan
  • Soekiman
  • Abdoel Kaffar
  • A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  • H. Ahmad Sanusi
  • H. Abdul Salim
  • Liem Koen Hian
  • Tang Eng Hoa
  • Oey Tiang Tjoe
  • Oey Tjong Hauw
  • Yap Tjwan Bing

Sidang Pertama BPUPKI

Setelah pelantikan keesokan harinya tanggal 19 Mei 1945 mengadakan sidang pertama BPUPKI membahas dasar negara Indonesia. Pada sidang pertamanya Mr Muhamad Yamin, Prof Dr Mr Suepomo dan Ir Suekarno merumuskan lima dasar negara Indonesia.

Berikut ini Mr Muhamad Yamin mengemukaan lima dasar negara Indoneisa:

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Berikut ini Prof Dr Mr Suepomo mengemukaan lima dasar negara Indoneisa tanggal 31 Mei 1945:

  1. Persatuan
  2. Mufakat dan Demokrasi
  3. Keadilan Sosial
  4. Kekeluargaan
  5. Musyawarah

Berikut ini Ir Suekarno mengemukaan lima dasar negara Indoneisa pada tanggal 1 Juni 1945, setelah itu tanggal tersebut di jadikan hari lahirnya pancasila:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang disebut panitia Sembilan. Berikut ini adalah anggota panitia sembilan:

  1. Soekarno
  2. Moch. Hatta
  3. Achmad Soebardjo
  4. Muhammad Yamin
  5. Wachid Hasyim
  6. Abdul Kahar Muzakir
  7. Abikoesno Tjokrosoejoso
  8. Agus Salim
  9. A.A. Maramis

Pada sidangnya panitia Sembilan menghasilkan rumusan piagam Jakarta yang pada alinea keempat terdapat dasar negara yang di rumuskan. Berikut adalah teks piagam Jakarta:

Piagam Jakarta

Sidang kedua BPUPKI

Sidang kedua BPUPKI berlangsung pada tanggal 10 -17 Juli 1945 membahas mengenai bentuk Negara, wilayah Negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan Negara, pendidikan serta pengajaran.

Panitia dalam sidang ke dua beranganggota 19 orang, ketua Ir Suekarno. Dalam hal ini panitia tersebut memiliki tugas menyusun dan menyemurnakan UUD, mengelola tata Bahasa undang-undang dasar. Hasil dari persidangannya 3 hal yaitu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia, pembukaan UUD, dan isi (batang tubuh) UUD.

Baca Juga:

Rumusan Asas Dasar Negara RI Dikemukakan Oleh

Fungsi dan Pengertian Dasar Negara Menurut Para Ahli

Demikian pembahasan mengenai Rumusan Bpupki pada Sidang Pertama dan Kedua. Terima kasih sudah mengunjungi Rumus.co.id, banyak artikel yang rekomen untuk anda baca dan bermanfaat.