Rumus ROE

Posted on

Rumus ROE – Apa yang dimkasud dengan Rumus ROE?, Dari pertanyaan itulah, kita akan mengulas mengenai tentang Rumus ROE, mungkin diantara kalian ada yang sudah mengetahui & paham mengenai tentang Rumus ROE.

tetapi tidak dapat dipungkiri juga masih banyak diantara kalian yang masih belum mengetahui & paham mengenai tentang Rumus ROE, oleh sebab itu artikel ini dibuat agar kalian yang belum mengetahui & memahami tentang Rumus ROE.

mari kita simak bersama-sama mengenai tentang Rumus ROE yang tertera dibawah ini.

Pengertian Rumus ROE

Rumus ROE (Return On Equity) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Resio Pengambilan Ekuitas adalah Rasio Profitabilitas yang mengukur suatu kemampuan pada sebuah perusahaan, untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham dari perusahaan tersebut.

Gambar ROE2

Dari sisi lain, Rumus ROE ini difungsikan sebagai  seberapa banyak keuntungan yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan dari setiap satu Rupiah yang diinvestasikan oleh para pemegang saham pada perusahaan tersebut, dan biasanya ROE dinyatakan dengan persentase (%).

Berarti apabila suatu perusahaan mendapatkan Rp.1.000.000, dari ekuitas pemegang saham, maka dapat menghasilkan Rp.1.000.000 dari laba bersih, tetapi ini terjadi bila ROE dengan rasio 100%.

Return On Equity (ROE) merupakan pengukuran penting bagi calon investor baru, karena investor tersebut dapat mengetahui seberapa efisiennya sebuah perusahaan menggunakan uang yang di investasikan tersebut untuk menghasilkan laba bersih.

ROE (Return On Equity) juga dapat dijadikan sebagai indikator, untuk menilai seberapa efektifnya sebuah perusahaan memanagementkan untuk menggunakan pembiayaan ekuitas untuk mendanai suatu operasional pada perusahaan dalam mensukseskan perusahaannya tersebut.

Cara Menghitung & Rumus ROE

Berikut ini adalah Rumus-rumus ROE berserta kasus-kasus cara menghitung Return On Equity (ROE), yang dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Rasio Pengembalian Ekuitas.

Rumus ROE (Return On Equity)

Rasio Return On Equity (ROE) dihitung dengan cara membagi laba bersih pada ekuitas pemegang saham tersebut. Berikut adalah Rumus ROE :

Return On Equity (ROE) = Laba bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham.

Pada umumnya Return on Equity (ROE) ini dihitung sebagai pemegang saham biasa (Common Shareholders).

Pada hal ini Dividen Preferen tidak termasuk dalam perhitungan, karena jenis dividen ini tidak tersedia untuk para pemegang saham biasa, dan dividen preferen dikeluarkan dari perhitungan laba bersih (Net Income).

Contoh Kasus Perhitungan ROE

Sebuah laporan keuangan yang diterbitkan per tanggal 01 Januari 2016, PT. Jaya Abadi yang bergerak di sektor industri memiliki laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 500.000.000, total ekuitas para pemegang saham adalah sebanyak Rp. 800.000.000.

Seberapa banyak kah rasio pengembalian ekuitas atau Return of Equity (ROE) pada PT. Jaya Abadi tersebut?

Laba bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham
Rp. 500.000.000 / Rp. 800.000.000
Hasil ROE pada perusahaan tersebut adalah 62,5%

Jadi hasil Rasio pengembalian ekuitas pada PT. Jaya Abadi pada tahun 2015 adalah sebesar 62,5%.

Mengukur Urgensi Return On Equity (ROE)

Return On Equity (ROE) ini melukiskan dengan baik untuk mengukur sejauh mana sebuah perusahaan dalam menggunakan setiap rupiah yang mereka dapatkan.

Oleh karena itu seorang investor harus selalu menelusuri sebuah pasar perlu untuk mendapatkan perusahaan yang bisa mendulang angka ROE yang baik & masuk akal.

Contohnya apabila ada perusahaan yang mempunyai catatan ROE 7%.

Tentu saja perusahaan dengan ROE 7% ini akan kurang menarik bagi investor, jadi wajar saja karena deposito di Indonesia berada pada kisaran angka tersebut.

Para investor akan berfikir, buat apa memilih sebuah investasi yang beresiko tinggi apabila return yang diperoleh tak lebih baik dari instrument investasi tersebut yaitu Deposito, Sukuk & Obligasi lainnya.

Return On Equity (ROE) & Nilai Book Value

Return On Equity (ROE) juga digunakan sebagai timbal balik suatu hasil yang nyata terhadap modal yang di investasikan oleh para investor.
Return On Equity (ROE) dapat dihitung dari Laba Bersih Per Saham (LBPS) kemudian dibagi dengan Book Value,
karena ROE besar akan meningkatkan book value yang besar pula, artinya meningkatkan nilai sebuah investasi meskipun harga pada saham tersebut di pasaran sedang mengalami penurunan nilai.
Namun pada perhitungan nyata terhadap book value adalah menurut pada harga saham yang investor beli.
Contohnya apabila seorang investor membeli sebuah saham ABCD dengan nilai PBV 1,0 & ROE sebesar 30%, maka nilai investasinya meningkat sebesar 30%.
Namun apabila seorang investor membeli sebuah saham ABCD dengan nilai PBV 2,0 dengan ROE yang sama, maka nilai investasinya hanya meningkat 15%.
Dan jika seorang investor membeli sebuah saham ABCD dengan nilai PBV 0,5 dengan ROE yang sama, maka nilai investasinya meningkat 60% secara tidak langsung. Harga menentukan timbal balik hasil, pada Value Investing yang berarti semakin mahal pada sebuah saham maka timbal balik hasil akan semakin rendah.

Return On Equity (ROE) & Return On Asset (ROA)

Return On Equity secara halus memperlihatkan suatu efesiensis sebuah perusahaan dalam menggunakan modalnya, namun ROE tidak melibatkan sebuah hutang terhadap perhitungan pada efisiensi tersebut, sehingga perusahaan dengan hutang yang besar akan terlepas dari indikator ini.
Karena itu banyak para investor yang tidak menggunakan Return On Equity (ROE), dan lebih menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai indikatornya.
Sebab ROA memperlihatkan sebuah efisiensi suatu perusahaan dalam menggunakan seluruh aset & juga termasuk hutang-hutang pada perusahaan tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai tentang Return On Equity (ROE)  beserta Pengertian, Cara Menghitung, Rumus, Contoh Kasus, dan Return On Asset (ROA).

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua.

Artikel Terkait Lainnya :

Rumus ROA (Return On Asset) dan Contoh Soal Perhitungan ROA

Rumus NPV (Net Present Value) dan Contoh Soalnya

Rumus Anuitas Matematika Keuangan dan Contoh Soal

Rumus Elastisitas Permintaan dan Penawaran + Contoh Soal