Rumus PER

Posted on

Rumus PER – Terdapat beberapa jenis rasio perhitungan yang digunakan oleh analis ketika ingin menganalisis harga wajar sebuah saham. Dan salah satunya yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yaitu PER.

Dapat dikatakan, bahwa PER merupakan salah satu bagian penting dari pelaksanaan analisis fundamental, khususnya bagi para trider yang merupakan value investor atau yang menganalisis serta membeli saham berdasarkan dengan fundamental perusahaan.

Rumus PER

Definisi PER (Price Earning Ratio)

Price Earning Ratio (PER) adalah rasio antara harga pasar per saham dan laba bersih per saham. PER adalah laporan penilaian perusahaan saat ini sehubungan dengan laba bersih per saham.

Rasio harga atau laba adalah sebuah rasio yang sering digunakan untuk mengevaluasi investasi potensial. Laporan ini juga sering digunakan untuk membantu para investor menentukan keputusan untuk membeli saham pada perusahaan tertentu.

Biasanya, para pedagang atau investor akan menghitung PER atau Price Earning Ratio agar dapat memperkirakan nilai pasar sekuritas.

Baca Juga : Rumus PBV

Pengertian PER Menurut Para Ahli

Selain penjelasan yang ada diatas, terdapat beberapa pengertian dari PER yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • Dyah Ratih Sulistyastuti (2005), Price Earning Ratio adalah ukuran kinerja saham yang dilihat berdasarkan dengan perbandingan antara harga pasar saham dan laba per saham (EPS).
  • Abdul Halim dan Indah Purnama Sari (2005), PER adalah ukuran jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membayar dana untuk harga saham dan keuntungan perusahaan selama periode waktu tertentu.
  • Sugianto (2008), PER adalah rasio yang dihitung dari harga pasar saham dibagi dengan laba per saham (EPS). Semakin tinggi rasio ini, maka akan semakin baik kinerja perusahaan. Akan tetapi, jika PER terlalu tinggi, hal ini menunjukkan bahwa harga saham yang ditawarkan sangat tinggi atau sangat tidak rasional.
  • Brigham dan Houston (2010), PER adalah sebuah rasio antara harga per saham dan laba per saham, yang mana didalamnya menunjukkan jumlah yang bersedia dibayarkan oleh seorang investor untuk setiap dolar laba yang dilaporkan.
  • Irhan Fahmi (2013), PER adalah perbandingan antara harga pasar per saham (market price pershare) dengan laba per saham (earning pershare) terhadap pertumbuhan pendapatan yang diharapkan juga harus meningkat.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi PER

Terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh bagi Price Earning Ratio, yaitu diantaranya adalah :

  1. Tingkat pertumbuhan laba, jika semakin tinggi pertumbuhan pendapatan (dividen), maka akan semakin tinggi PER ketika faktor lainnya sama.
  2. Devidend Pay Out Rate, adalah perbandingan yang terjadi antara DPS dan EPS, jadi perspektifnya yang terlihat adalah pertumbuhan dividen per saham DPS pada pertumbuhan Penghasilan per saham (EPS).
    Rumus : DPR = DPS (Devidend Per Share) / EPS (Earning Per Share)

Baca Juga : Rumus DER

Rumus PER (Price Earning Ratio)

Untuk mengetahui berapa PER nya, maka dapat dihitung dengan cara membagi “nilai pasar per saham” dengan “Laba per saham (EPS)”.

Data dari Nilai pasar per saham dapat ditentukan dengan menggunakan bursa saham, sedangkan laba per saham dapat dihitung dengan cara membagi Net Laba dengan jumlah saham yang beredar di pasaran.

Sehingga, dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa rumus PER, yaitu :

Price to Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba per Saham

Dengan menghitung PER atau Price Earning Ratio, maka kita dapat mengetahui berapa harga pasar yang harus dibayar untuk pendapatan atau laba perusahaan.

Contoh Perhitungan Price Earning Ratio (PER)

Misalnya, jika harga per lembar saham dari perusahaan X adalah Rp. 10000, – dengan rasio EPS Rp. 20. Maka rasio PERnya adalah?

Diketahui :

Harga Saham = Rp. 10.000,-
EPS = Rp. 20

Ditanya :

Maka rasio PERnya adalah?

Jawab :

PER = Harga Saham / Earning per Share
= Rp. 10.000 / Rp. 25
= Rp. 400, -.

Jadi, hal mni menandakan bahwa seorang investor siap untuk membayar Rp. 400, – untuk setiap Rp. 1 pendapatan suatu perusahaan.

Untuk perusahaan yang memiliki kerugian atau keuntungan negatif, PER umumnya disebut sebagai “Tidak Ada” atau biasanya sebagai “Tidak Berlaku” atau “Not Applicable”.

Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan PER?

Price Earning Ratio (PER) adalah rasio antara harga pasar per saham dan laba bersih per saham. PER juga dianggap sebagai laporan penilaian perusahaan saat ini sehubungan dengan laba bersih per saham.

Apa fungsi dari Price Earning Ratio?

Price Earning Ratio sering digunakan untuk membantu para investor menentukan keputusan untuk membeli saham pada perusahaan tertentu.

Apa rumus dari Earning per Share?

EPS atau Earning per Share dapat dihitung dengan menggunakan rumus : EPS = (Laba bersih – Deviden pilihan) / Rata-rata saham biasa yang beredar.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.

Related posts: