Rumus EPS

Posted on

Rumus EPS – Ada banyak sekali tolok ukur bagi seorang investor di pasar modal. Salah satunya adalah EPS (Earning per Share), dimana jumlah nilai yang terkandung dalam EPS dijadikan dasar bagi seorang investor untuk memutuskan apakah akan membeli saham atau tidak.

Mengenai apa itu EPS (Earning per Share)? Maka dari itu, pada kesempatan kali ini, Rumus.co.id akan memberikan penjelasan secara rinci beserta hal-hal yang berkaitan didalamnya.

Rumus EPS

Definisi EPS (Earning per Share)

Laba per saham (EPS) atau dalam bahasa inggris disebut sebagai Earning per Share adalah rasio laba perusahaan sehubungan dengan setiap lembar saham yang tersebar kepada banyak orang.

Laba per saham adalah ukuran profitabilitas yang sangat berguna dibandingkan dengan laba per saham perusahaan sejenis. EPS memberikan gambaran yang sangat jelas tentang keuntungan antara perusahaan yang bersangkutan dan perusahaan pembanding.

Laba per saham atau Earning per Share, jika dihitung selama beberapa tahun, maka akan menunjukkan apakah profitabilitas perusahaan meningkat atau bahkan memburuk.

EPS merupakan sebuah acuan yang sangat penting terhadap kinerja dari suatu perusahaan, karena hal ini akan menunjukkan seberapa banyak uang yang didapatkan perusahaan dari pemegang sahamnya.

Bukan karena hanya ada perubahan laba saja, akan tetapi juga setelah semua efek dari penerbitan saham baru.

Baca Juga : Rumus PER

Pengertian EPS Menurut Para Ahli

Selain penjelasan mengenai EPS yang ada diatas, terdapat beberapa pengertian dari Earning per Share yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • Fahmi (2012), Laba per saham adalah laba per lembar saham, yang dihasilkan dari distribusi laba bersih setelah pajak (EAT) dengan total saham.
  • Fakhuruddin (2001), Laba per saham (EPS) adalah rasio yang menunjukkan jumlah laba (retrun) yang dihasilkan oleh investor atau pemegang saham per saham.
  • Fabozzi (1999), EPS adalah salah satu dari dua alat pengukuran yang digunakan oleh lingkaran keuangan untuk sering mengevaluasi saham biasa selain PER (Price Earning Ratio).
  • Abdultah (1994), Laba per saham (EPS) adalah laba tahunan perusahaan yang dibagi dengan jumlah rata-rata saham yang dikeluarkan. Laba tahunan dikurangi dengan saham preferensi yang dihitung untuk tahun tersebut.
  • Baridwan (1992), Laba per saham adalah jumlah laba yang didapatkan dari per saham yang beredar selama periode waktu tertentu dan digunakan oleh eksekutif perusahaan untuk menentukan jumlah dividen yang akan dibagikan.

Baca Juga : Rumus PBV

Rumus Earning per Share (EPS)

EPS dapat dihitung dengan cara mengurangi laba bersih setelah pajak dan dividen yang kemudian hasilnya dibagikan lagi dengan jumlah saham yang beredar.

Dibawah ini merupakan rumus dari EPS yaitu sebagai berikut :

Laba per Saham (EPS) = (Laba Bersih setelah Pajak  – Dividen) / Jumlah Saham yang Beredar

Jika dalam hal ini terjadi perubahan dalam struktur modal selama periode referensi (misalnya, perubahan dalam jumlah saham), maka saham yang dikeluarkan harus dihitung berdasarkan dengan rata-rata tertimbang dari saham yang diterbitkan selama tahun tersebut. Berikut rumusnya :

EPS = (Laba bersih – Deviden pilihan) / Rata-rata tertimbang saham yang beredar

Contoh Perhitungan Earning per Share (EPS)

Perusahaan AACAB memiliki 2 juta saham yang beredar pada tahun 2017, laba bersih setelah pajak adalah Rp. 2 miliar. Perusahaan C kemudian memutuskan untuk membagikan 20% dari dividen atau sekitar RP. 200 juta kepada pemegang sahamnya. Berapa EPS atau laba per sahamnya?

Diketahui :

Jumlah Saham yang beredar = 2.000.000 lembar saham
Laba bersih setelah Pajak = Rp. 2.000.000.000,-
Dividen yang dibagikan = Rp. 200.000.000,-

Ditanya :

Laba per Saham = ?

Jawaban :

EPS = (Laba Bersih setelah Pajak  – Dividen)  / Jumlah Saham yang Beredar
= (Rp. 2.000.000.000 – Rp. 200.000.000) / 2.000.000
= Rp. 1.800.000.000 / 2.000.000
= Rp. 900,-

Jadi, Earning per Sahre dari PT. AACAB yaitu sekitar Rp. 900,-

Manfaat dari Adanya EPS

Terdapat beberapa manfaat dari adanya Earning per Share bagi suatu perusahaan dan investor, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Laba per saham tertinggi berarti perusahaan cukup menguntungkan untuk membayar lebih banyak uang kepada pemegang sahamnya.
  • Perbandingan EPS terhadap dua perusahaan yang sama dapat digunakan oleh investor untuk menentukan kinerja dari suatu perusahaan.
  • Membentuk sebuah tren untuk pertumbuhan EPS akan memberikan Anda ide yang lebih baik mengenai seberapa menguntungkannya EPS bagi perusahaan di masa lalu dan di masa mendatang. Perusahaan dengan peningkatan laba per saham dianggap lebih menguntungkan daripada perusahaan dengan laba per saham rendah.
  • Beberapa perusahaan, terutama yang terlibat dalam teknologi, dapat menginvestasikan kembali keuntungan mereka untuk meningkatkan minat bisnis. Namun tentu saja, investor masih melihat EPS sebagai ukuran profitabilitas perusahaan.

Baca Juga : Rumus DER

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan EPS?

Laba per saham (EPS) atau dalam bahasa inggris disebut sebagai Earning per Share adalah rasio laba perusahaan sehubungan dengan setiap lembar saham yang tersebar kepada banyak orang.

Bagaimana cara menghitung Earning per Share?

1. Pertama, carilah data dari laba bersih yang ada pada tahun lalu.
2. Kemudian, hitunglah berapa banyak per lembar saham yang beredar.
3. Selanjutnya, bagi laba bersih dengan jumlah saham yang dikeluarkan.

Apa yang dimaksud dengan Laba per Lembar Saham?

Laba per Lembar Saham adalah jumlah laba untuk setiap saham yang beredar dalam suatu periode.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.

Related posts: