Rumus DER

Posted on

Rumus DER – Salah satu metrik keuangan yang paling umum digunakan sebagai variabel pencarian adalah Debt To Equity Ratio atau disingkat DER. Selain itu, DER sering digunakan oleh para investor sebagai bahan pertimbangan penting ketika ingin membuat keputusan investasi.

Mengenai apa itu DER atau Debt To Equity Ratio? Pada kesempatan kali ini Rumus.co.id akan membahasnya secara rinci beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya.

Rumus DER

Definisi Debt to Equity Ratio

Rasio utang / ekuitas (Debt to Equity Ratio) adalah hasil perbandingan yang terjadi antara total utang (debt) perusahaan dengan total ekuitas (equity) yang dimilikinya. DER termasuk dalam jenis leverage dari rasio yang digunakan untuk menghitung jumlah pembiayaan utang perusahaan.

Semakin tinggi nilai rasio utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka akan semakin besar utang perusahaan terhadap modal perusahaan. Sebaliknya, jika semakin rendah nilai DER, maka akan semakin rendah utang perusahaan.

Baca Juga : Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian DER Menurut Para Ahli

Selain penjelasan mengenai DER yang ada diatas, terdapat beberapa pengertian dari Debt to Equity Ratio yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • Kasmir (2013), DER adalah rasio yang digunakan untuk mengukur hutang dalam ekuitas. Rasio ini dihitung dengan cara membandingkan semua utang, termasuk utang jangka pendek dengan total aset bersih yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Diah Andarini (2007), Debt to Equity Ratio adalah Rasio yang digunakan untuk menentukan tingkat hutang yang sehubungan dengan total aset bersih perusahaan.
  • Harahap (2007), DER merupakan sebuah Rasio yang didalamnya menggunakan utang serta modal yang digunakan untuk mengukur ukuran rasio.
  • Darsono dan Ashari (2010), Debt to Equity Ratio adalah sebuah rasio yang digunakan untuk menentukan suatu kemampuan perusahaan untuk mengambil tanggung jawab ketika perusahaan dalam likuidasi.
  • Sugiyono (2009), Debt to Equity Ratio ini adalah sebuah ukuran rasio utang atau modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Rumus DER (Debt to Equity Ratio)

Bagimana cara menghitung serta mengukur nilai Debt to Equity Ratio? Ya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa DER merupakan sebuah perbandingan antara total hutang dengan jumlah modal yang dimilikinya.

Maka penjelasan diatas dapat disederhanakan menjadi rumus dari DER, yaitu :

DER = Total Liabilitas / Total Ekuitas

Penjelasan :

  • Liabilities adalah jumlah total hutang yang harus dibayar dalam jangka waktu yang sudah disepakati.
  • Equity adalah jumlah total ekuitas atau modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Baca Juga : Penulisan Daftar Pustaka

Cara menganalisi Debt to Equity Ratio

Bagaimana Anda menganalisis rasio utang / modal? Sebagai contoh, maka kita menggunakan konteks dalam investasi ekuitas. Analisis yang dapat Anda lakukan sebagai seorang investor adalah membandingkan nilai DER dari setiap perusahaan di sektor yang sama.

Mengapa harus sektor industri yang sama? Supaya lebih relevan hasilnya. Misalnya saja seperti, anda tertarik untuk melakukan investasi terhadap PT. Bank Central Asia (Kode sahamnya : BBCA). Ternyata nilai dari DER BBCA sekitar 3,5.

Maka anda harus melakukan perbandingan terhadap perushaan lain dalam sektor perbankan, jika ingin mengetahui nilai tersebut terlalu tinggi atau tidak.

Mengapa harus perbankan? Karena, jika kalian melakukannya terhadap perusahaan kuliner maka hasilnya tidak akan relvan. Kenapa bisa tidak relevan? Ya, karena tidak semua Debt to Equity Ratio dapat disamakan dengan perusahaan lain.

Biasanya, nilai DER perusahaan sektor perbankan lebih tinggi daripada perusahaan di sektor lain. Kenapa begitu? Ya, karena prinsip komersial sektor perbankan sebenarnya didasarkan pada dana pihak ketiga (kreditor).

Nah, itu dia salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis Debt to Equity Ratio.

Fungsi dari Debt to Equity Ratio

Secara umum, ada berbagai fungsi dari Debt to Equity Ratio yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah :

  • Menurut prinsipnya, DER dapat digunakan untuk melihat jumlah penggunaan hutang oleh perusahaan.
  • DER juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menjamin utangnya.
  • Rasio hutang / ekuitas juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh investor yang ingin menginvestasikan modalnya di suatu perusahaan.
  • DER juga dapat digunakan sebagai cerminan dari struktur modal perusahaan.

Baca Juga : Pasar Modal – Pengertian, Fungsi, Manfaat, Peran dan Instrumen

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan DER?

DER merupakan sebuah perbandingan antara total hutang dengan jumlah modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Berapa nilai dari Debt to Equity Ratio yang ideal?

Pada kenyataannya, tidak ada kepastian tentang nilai DER yang ideal. Namun, prinsipnya adalah bahwa semakin tinggi nilai hubungan perusahaan, semakin besar jumlah utangnya.

Apa yang dimaksud dengan Liabilities didalam rumus Debt to Equity Ratio?

Liabilities adalah kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak lain secara tunai dalam periode waktu tertentu atau jangka waktu yang sudah di tentukan.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.

Related posts: