Rekening Koran – Pengertian, Fungsi, Cara Mengajukan, Contoh

Posted on

Rumus.co.id – Kali ini kita akan membahas materi yang sangat menarik yaitu tentang Rekening Koran, Kami akan jabarkan secara detail dan lengkap mulai dari pengertian Rekening Koran, Fungsi, Cara Mengajukan Rekening Koran, Beserta Contohnya.

Pengertian Rekening Koran

Rekening koran ialah laporan yang diberikan bank kepada pemilik rekening. Jika Kita membuka rekening giro di bank, Kita akan dikirimi laporan transaksi yang disebut rekening koran. Rekening koran berisi  tentang informasi transaksi yang dilakukan oleh bank terhadap rekening tersebut beserta saldo kasnya yang berada di bank.

Pengertian rekening koran
Pengertian rekening koran

Dalam pengertian dan definisinya, rekening koran merupakan informasi aktivitas nasabah yang dicetak bank. Lalu, apa saja fungsi rekening koran? Meski saat ini sudah ada fasilitas internet banking, rekening koran masih dibutuhkan oleh nasabah bank.

Fungsi Rekening Koran

1. Mengajukan Visa

Jika Kita ingin liburan atau dinas ke luar negeri, ada negara-negara yang mewajibkan Kita memiliki visa. Pada saat inilah rekening koran mempunyai peranan. Ketika ingin mengajukan permohonan visa, Kita harus dapat membuktikan bahwa Kita mempunyai cukup dana sehingga tidak ngegembel di negara tujuan.

Biasanya persyaratan yang diminta adalah, menyertakan berbagai dokumen yang dinilai bisa memberi informasi dan menggambarkan kondisi finansialnya, seperti Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) 21, slip gaji, Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta daftar riwayat transaksi selama 3 atau 6 bulan terakhir yang bisa Kita dapat dari percetakan rekening koran.

2. Mengetahui Ringkasan Transaksi

Fungsi rekening koran pada dasarnya sama dengan buku tabungan, yakni menampilkan transaksi yang terjadi selama kurun waktu tertentu (umumnya 3 bulan). Informasi yang terdapat di rekening koran adalah mengenai jumlah saldo awal-akhir bulan, arus debit-kredit, bunga bank, dan biaya administrasi. Rekening koran mempunyai kelebihan, yaitu bukan hanya mencantumkan tanggal, waktu seperti di buku tabungan, tapi juga pesan yang dicantumkan ketika transaksi dilakukan dan hal detail lainnya.

3. Menjadi Bukti Hukum

Rekening koran bisa juga menjadi bukti hukum yang sah apabila suatu saat Kita terlibat perselisihan dengan pihak lain yang terkait dengan mutasi rekening. Contohnya saja ketika Kita yakin telah mengirimkan sejumlah uang untuk membayar pesanan pada sebuah toko online, namun pihak penjual belum ada uang terkirim atas nama rekening Kita, sehingga order Kita tidak dapat diproses. Maka rekening koran bisa membuktikannya.

4. Mengajukan Pinjaman

Jika Kita sedang membutuhkan dana dan ingin mengajukan kredit atau pinjaman melalui bank, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), pasti bank akan meminta catatan riwayat transaksi keuangan. Contoh, fotokopi lembar rekening koran yang dikeluarkan bank.

Rekening koran bisa dijadikan salah satu dokumen yang dapat menunjang pada saat Kita mengajukan atau membuat permohonan tertentu (umumnya hal-hal yang berkaitan dengan finansial) untuk memberikan bukti bahwa ada alur keuangan yang sehat pada rekening Kita. Hal ini jadi wajib kalau Kita berstatus bukan pegawai perusahaan.

5. Ikut Lelang

Bagi Kita yang tertarik ikut lelang, Kita juga akan diminta rekening koran Kita. Terutama lelang proyek milik swasta ataupun pemerintah. Peserta lelang wajib memberi bukti kepemilikan dana dengan cara menunjukkan jumlah saldo yang ada pada rekeningnya. Jangan sampai lupa lampirkan rekening koran dalam dokumen persyaratan lelang.

6. Audit Keuangan Perusahaan

Sebagai perusahaan, rekening koran sangat penting bagi sebuah perusahaan. Fungsi rekening koran perusahaan ini ialah untuk melakukan rekap daftar keuangan, baik transaksi arus masuk dan keluar. Jadi apa bila ada suatu hal yang tidak wajar pada sebuah transaksi rekening perusahaan, hal ini dapat segera diproses.

Cara Mengajukan Rekening Koran

Cara Mengajukan Rekening  Koran adalah sebagai berikut ini :

1. Buku Tabungan Asli

Agar dapat mencetak rekening koran, nasabah harus datang sendiri membawa buku tabungan asli. Beritahukan kepada petugas customer service bahwa Kita ingin mencetak rekening koran dan tujuannya dengan menyerahkan buku tabungan yang asli.

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Petugas bank selanjutnya akan meminta kartu identitas Kita untuk mencocokkan identitas diri dengan buku tabungan Kita. Jadi, bawa KTP atau dokumen identitas lain, seperti paspor atau Surat Izin Mengemudi (SIM) jika Kita tidak dapat menunjukkan KTP.

3. Kartu Debit

Syarat lainnya adalah kartu debit. Customer service akan meminta nasabah bank untuk menunjukkan kartu debit sebagai bukti kepemilikan rekening dan nasabah bank. Jangan lupa bawa kartu debit saat Kita ingin mencetak rekening koran, karena jika Kita membawanya, maka petugas tidak akan dapat memproses permohonan Kita untuk mencetak rekening koran.

4. Biaya Cetak

Biaya cetak rekening koran sangat beragam bergantung kebijakan masing-masing bank. Sebagai contohnya :

  • Bank BCA = Rp 2.500 per/lembar
  • Bank Permata = Rp10.000 per/lembar
  • Bank Mandiri = Rp2.500 per/lembar (transaksi 3 bulan terakhir), Rp5.000 per lembar (6 bulan)
  • Bank BNI = Rp2.500 sampai dengan Rp3.000 per/lembar
  • Bank BRI = Rp25.000 per/lembar ( lebih dari 12 bulan )

Contoh Rekening Koran

Rekening Koran
Rekening Koran

Artikel Terkait :