Proses Pembentukan Tulang

Posted on

Proses Pembentukan Tulang – Ketika masih bayi, tubuh manusia terdiri dari 270 tulang yang menjadi kerangka penyusun dari tubuh manusia dengan sempurna. Namun, ketika dewasa tulang-tulang tersebut akan berkurang atau menyusut.

Proses Pembentukan Tulang

Oleh sebab itu pada saat beranjak dewasa manusia hanya memiliki 206 tulang. Meskipun jumlah dari tulang bayi jauh lebih banyak apabila dibandingkan dengan jumlah dari tulang ketika dewasa.

Akan tetapi tulang bayi masih belum bisa berfungsi dengan baik untuk menopang tubuhnya. Nah, tulang bayi tersebut agar menjadi tulang yang lebih sempurna maka harus melewati proses osifikasi terlebih dahulu yang sehingga bisa berfungsi dengan baik.

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Pada dasarnya terdapat 2 proses yang harus dilalui dalam pembentukan tulang manusia yang disebut sebagai osifikasi, yaitu sebagai berikut :

1. Osifikasi Intramembran

Osifikasi intramembran adalah salah satu proses yang berlangsung ketika selaput yang sudah menyerabut diubah oleh membran tulang. Proses Osifikasi tulang yang satu ini hanya terjadi di bagian tulang pipih yang spesifik.

Di bawah ini terdapat langkah-langkah dari proses osifikasi intramembran, yaitu di antaranya adalah :

  1. Tahap yang pertama ini, tulang spons akan mulai meningkat di bagian inti osifikasi yang terjadi di dalam selaput.
  2. Sumsum tulang merah memanifestasikan dirinya dalam jaringan spon yang disertai dengan pembentukan tulang keras yang berada di bagian luar.

Baca Juga :
Sistem Ekskresi Pada Manusia
Fungsi Lisosom
Sistem Gerak Pada Manusia – Rangkuman Makalah dan Fungsinya

2. Osifikasi Endokondral

Pada proses Osifikasi Endokondral ini terjadi ketika tulang rawan sudah mulai hilang dan diubah untuk menjadi tulang yang keras oleh membran tulang.

Osifikasi endokondral ini terjadi pada sebagian besar dari tulang yang ada di tubuh. Di bawah ini terdapat langkah-langkah dari proses osifikasi endokondral, yaitu diantaranya adalah :

  • Dalam jaringan induk mesenchymal ini, tulang dalam jaringan ini akan berubah menjadi tulang rawan hialin. Hal ini ditandai dengan adanya pembentukan kondrosit.
  • Bagian tengah cenderung menumpuk kalsium karena adanya aktivitas osteoblas untuk pengerasan hialin. Fase ini disebut dengan kalsifikasi.
  • Melalui perichondrium lunak ini, pembuluh darah akan memasuki kompleks pengerasan tulang rawan hialin. Kemudian perichondrium akan berubah menjadi periost yang teksturnya lebih keras.
  • Sedangkan, pada bagian tengah dari tulang menunjukkan osifikasi primer, di mana tulang padat dan sumsum tulang terbentuk.
  • Osteoklas ini muncul di tengah tulang yang berfungsi untuk membentuk kembali jaringan tulang dan juga memberi ruang bagi pembentukan sumsum tulang.
  • Kemudian Osteoblas akan berubah menjadi tulang yang jauh lebih keras dibandingkan dengan yang sebelumnya dan berubah menjadi osteosit. Pada titik ini, jaringan tulang akan terbentuk seperti jaringan konsentris (melingkar).
  • Proses ini kemudian masih menyisakan tulang rawan hialin di daerah metafisik. Tulang Hialin umumnya bertindak sebagai epifisis chakra, yaitu zona pertumbuhan tulang tubular.
  • Setelah osifikasi primer, area ujung tulang yang tidak diklasifikasi, kemudian akan mengalami klasifikasi sebagian dan setelah itu akan membentuk tulang yang berbentuk seperti spons. Pada tahap ini disebut juga dengan osifikasi sekunder.

Jenis – Jenis Sel Tulang

Setelah melihat penjelasan yang ada di atas, bahwa terdapat beberapa jenis sel tulang yang membantu proses pembentukan tulang, yaitu sebagai berikut :

  • Osteoblas, merupakan salah satu jenis dari sel tulang yang muncul pertama kali. Dimana sel tulang ini berfungsi untuk membentuk jaringan tulang dan juga mengeraskan matriks tulang.
  • Osteoklas, merupakan salah satu jenis dari sel tulang yang fungsinya sangat berlawanan dengan sel tulang osteoblas. Dimana fungsi dari sel tulang ini untuk menghancurkan jaringan tulang yang telah terbentuk. Tujuan dari sel ini yaitu untuk menciptakan sebuah rongga atau meregenerasi jaringan pada tulang.
  • Osteosit, adalah sel tulang yang sebenarnya. Dimana, Osteosit memiliki fungsi dalam upaya untuk mengatur dan juga menjaga metabolisme tulang serta melindungi struktur pada jaringan tulang.

Penyakit Yang Menyerang Tulang

Meskipun tulang sangat memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh, namun tidak terkecuali bisa terserang dengan berbagai macam penyakit. Berikut ini merupakan beberapa contoh penyakit yang menyerang tulang, yaitu :

  • Aterosklerosis merupakan suatu kondisi yang terjadi pada tulang dimana arteri yang ada pada tulang mengalami penyumbatan yang disebabkan oleh lemak kolesterol yang menumpuk.
  • Osteoporosis merupakan suatu kondisi yang terjadi pada tulang, dimana tulang mengalami pengeroposan atau pengurangan kepadatan.
  • Osteomalasia merupakan suatu kondisi yang terjadi pada tulang, dimana tulang berubah menjadi lunak dan juga rapuh. Sehingga, tulang sangat rentan mengalami patah tulang.
  • Fraktur merupakan kondisi kontinuitas tulang dan juga tulang rawan yang ditentukan oleh jenis dan luas yang dapat terjadi akibat trauma langsung dan tidak langsung.
  • Osteomielitis adalah infeksi yang terjadi di tulang dan disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh melalui luka atau oleh penyebaran infeksi melalui darah.
  • Periostitis merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada jaringan yang ada di sekitar tulang, yang dikenal dengan sebutan periosteum.

F.A.Q

Tulang adalah?

Tulang merupakan unsur dalam tubuh yang memiliki struktur keras dan juga kaku yang berperan untuk menyusun rangka tubuh manusia. Dimana sebagian besar dari tubuh manusia terdiri dari tulang.

Fungsi dari tulang yaitu?

1. untuk menopang jaringan tubuh dan memberi bentuk pada kerangka.
2. Sebagai tempat perlekatan otot untuk membantu dalam proses gerakan tubuh.
3. Sebagai tempat penyimpanan mineral seperti kalsium dan juga hematopoiesis.

Bagaimana merawat tulang agar terhindar dari berbagai macam penyakit?

1. Banyak mengkonsumsi sayur-mayur.
2. Penuhi kebutuhan akan Vit D dan juga K.
3. Konsumsi makanan dengan kandungan kalsium tinggi.

Sekian informasi ringkas yang kami sampaikan dalam pembahasan kali ini. Semoga membantu ya para readers..