Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari

Posted on

Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari – Sebagai salah satu dari Kerajaan yang mempunyai wilayah kekuasaan cukup luas, sehingga tidak heran jika Kerajaan ini memiliki berbagai macam situs sejarah yang tersebar di beberapa wilayah.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari

Bukti sejarah dari Kerajaan Singasari ini memiliki bentuk yang beraneka ragam, yaitu ada yang berupa sebuah candi, kitab bahkan prasasti.

Selama masa kejayaan dari pemerintahan Singasari, budaya serta peradaban kerajaan begitu maju, hal ini terbukti dari beberapa situs sejarah kerajaan Singasari yang ditemukan.

Dalam ulasan kali ini, Rumus.co.id akan menjabarkan mengenai Prasasti yang menjadi peninggalan dari masa pemerintahan Kerajaan Singasari. Yuk simak ulasan yang ada di bawah ini…

Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa bukti sejarah yang berasal dari masa pemerintahan Kerajaan Singasari ini terdiri dari berbagai macam bentuk, salah satunya adalah Prasasti.

Di bawah ini adalah beberapa Prasasti atau batu tulis yang menjadi sumber sejarah dari Kerajaan Singasari, yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare menjadi salah satu situs bersejarah dari Kerajaan Singasari yang ditulis memakai bahasa Sansekerta pada tahun 1211 saka atau tepatnya di tahun 1289 M. Dalam prasasti ini berisikan mengenai penobatan dari Arca Mahaksobhya yang terjadi di wilayah Wurare.

Pada saat itu, patung Mahaksobhya digunakan sebagai simbol kehormatan untuk Kertanegara dan juga untuk Kerajaan Singasari, yang telah mencapai pangkat Jina atau Buddha Besar, keterangan ini tertulis pada lingkaran yang terletak dibagian bawah.

2. Prasasti Singasari

Prasasti Singasari merupakan salah satu situs bersejarah dari Kerajaan Singasari yang diciptakan oleh Mahapatih Gajah Mada, yang berupa manuskrip untuk mengingat sebuah Candi Pemakaman atau Caitya.

Daftar tanggal didirikannya prasasti ini pada tahun 1351 M, tepatnya di bagian pertama prasasti ini, membahas tentang penghafalan terperinci tanggal dan juga representasi posisi benda-benda yang terdapat di ruang angkasa.

Pada bagian kedua berisi tujuan mewujudkan prasasti ini, yaitu sebagai acara pembangunan caitya. Prasasti ini dijumpai di wilayah Singhasari, Malang, Jawa Timur dan sekarang dilestarikan di Museum Gajah dan tertulis dengan memakai aksara Jawa.

3. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula Malurung adalah salah satu situs bersejarah kerajaan Singasari dalam bentuk lempengan tembaga dan juga menjadi peninggalan dari kerajaan Kediri. Warisan kerajaan Kediri ini berawal dari pemerintahan Raja Kertanegara di tahun 1255.

Prasasti ini tersusun dari 10 panel, yang masing-masing menjelaskan berbagai hal. Sehingga setiap panel dari prasasti Malurung menjelaskan berbagai masalah yang terkait dengan Kerajaan Singasari dan juga Kerajaan Kediri.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Singasari
Candi Peninggalan Kerajaan Singasari
Kerajaan Singosari

4. Prasasti Manjusri

Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari

Prasasti Manjusri dalam bentuk naskah kuno atau pahatan menjadi salah satu situs bersejarah dari Kerajaan Singasari. Pahatan ini terletak di bagian belakang patung Manjusri. Pahatan ini berasal dari tahun 1343 M dan awalnya ditemukan di sekitar reruntuhan Kuil Jago.

Pada saat itu, prasasti Manjusri ini dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Prasasti Manjusri ini mengandung rasa hormat yang ditujukan kepada keluarga kerajaan.

5. Prasasti Amoghapasa

Prasasti Amoghapasa menjadi salah satu situs bersejarah dari Kerajaan Singasari yang tertulis di bagian belakang patung batu yang bernama Amoghapasa Paduka. Hal ini seperti yang sudah dinyatakan dalam prasasti Padang Roco.

Di tahun 1347 M, Adityawarman menambahkan pahatan di bagian belakang patung tersebut guna menjelaskannya bahwa patung tersebut memang menjelaskan tentang Prasasti tersebut.

6. Prasasti Kudadu

Prasasti Kudadu adalah bukti adanya proses transisi yang dilakukan kerajaan Singasari sampai ke pembentukan dari kerajaan Majapahit, situasi konflik dan kerangka hubungan antara kehidupan masyarakat desa dan otoritas kerajaan.

Dalam prasasti ini juga menegaskan kebenaran mengenai sejarah kerajaan Majapahit yang Prapanca tulis di lembaran daun palem di Negarakertagama. Pemimpin dan juga penduduk desa Kudadu menawarkan perlindungan kepada Raden Wijaya serta menuai anugerah yang sesuai.

F.A.Q

Apa itu Prasasti?

Prasasti merupakan sumber informasi yang berupa sebuah piagam ataupun dokumen yang dituliskan pada bahan bertekstur keras dan juga tahan lama.

Fungsi dari Prasasti?

Fungsi dari prasasti ini adalah sebagai tanda atau bukti bahwa terjadinya suatu peristiwa dan sebagai tanda bahwa terdapat wewenang dari seorang raja atau penguasa kalau itu.

Apa yang biasanya tertulis di dalam Prasasti?

Biasanya sebuah Prasasti berisikan sebuah kisah, perjanjian, silsilah kerajaan, peristiwa penting dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan dalam ulasan kali ini, semoga informasi yang dijabarkan diatas, dapat membantu kalian yaa.