Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Posted on

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit – Prasasti merupakan sebuah peninggalan bersejarah yang dibuat oleh penduduk yang hidup di masa kekuasaan kerajaan.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Secara umum, prasasti terdiri dari bahan yang tahan lama, ditulis menggunakan bahasa kuno seperti bahasa Sansekerta dan dapat berupa sebuah dekrit, hukum perundang-undangan ataupun surat putusan.

Terdapat jumlah besar prasasti yang tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara. Namun, terdapat prasasti paling terkenal dan juga legendaris di wilayah nusantara yaitu merupakan kumpulan prasasti yang berasal dari Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Budha yang semula berpusat di wilayah provinsi Jawa Timur. Kerajaan ini berkuasa antara tahun 1293 hingga tahun 1527.

Prasasti yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit ini sangat banyak dan juga tersebar hingga di beberapa wilayah dari kekuasaan Kerajaan Majapahit. Untuk mengetahui apa saja Prasasti tersebut, yuk simak ulasannya dibawah ini..

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Di bawah ini terdapat beberapa prasasti yang menjadi sumber sejarah dari Majapahit beserta dengan penjelasannya, yaitu antara lain :

1. Prasasti Kudadu (1294 M)

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Prasasti kudadu adalah salah satu prasasti yang menjadi sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit yang didalamnya berisikan tentang kisah sebelum Raden Wijaya naik jabatan menjadi seorang Raja dari Kerajaan Majapahit.

Lebih jelasnya, dalam Prasasti Kudadu ini menceritakan mengenai bantuan yang diberikan oleh Rama Kudadu terhadap Raden Wijaya. Saat itu, Raden Wijaya melarikan diri dari wilayah Jayakatwang.

Setelah Raden Wijaya menjadi raja Majapahit, ia memberikan hadiah kepada penduduk dan juga kepala desa Kudadu dalam bentuk tanah Sima.

2. Prasasti Balawi (1305 M) dan Prasasti Sukamerta (1296 M)

Prasasti Sukamerta dan juga Balawi merupakan sebuah prasasti yang berisikan tentang kisah dari Raden Wijaya yang menikah dengan empat putri yang berasal dari Kertanegara.

Keempat putri yang berasal dari Kertanegara tersebut yaitu antara lain Sri Paduka Parameswari, Sri Paduka Mahadewi, Sri Paduka Jayendra Dewi, dan juga Sri Paduka Rajapatni.

Tidak hanya bercerita mengenai kisah dari pernikahan yang dilakukan oleh Raden Wijaya saja, namun prasasti ini juga menceritakan tentang putra dari Raden Wijaya bernama Jayanegara, yang dinobatkan sebagai raja muda di kota Daha.

3. Prasasti Biluluk I, II, III (1366, 1393, 1395 M)

Prasasti Biluluk merupakan salah satu prasasti yang menjadi sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit. Terdapat tiga prasasti Biluluk yang ditemukan pada tahun yang berbeda-beda.

Dalam Prasasti Biluluk ini berisikan tentang peraturan yang berhubungan erat dengan sumber dari air asin. Sumber air asin ini menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi penduduk Majapahit untuk membuat garam, sehingga sangat dibutuhkan peraturan yang sangat ketat.

4. Prasasti Canggu (1358 M)

Prasasti Canggu merupakan sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Hayam Wuruk dan saat ini prasasti tersebut berfungsi sebagai sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit.

Isi dari prasasti ini menjelaskan sebuah kisah mengenai aturan yang diterapkan di berbagai perlintasan yang ada di sungai Bengawan Solo dan juga sungai Brantas, sekarang sungai tersebut menjadi perlintasan orang, hewan ternak, transportasi dan masih banyak lagi.

Ketika pertama kali ditemukan, prasasti ini tersusun atas 5 tembaga, akan tetapi saat ini hanya tersisa 1 tembaga yang didalamnya terdapat tulisan tahun 1358 M.

5. Prasasti Karang Bogem (1387 M)

Prasasti Karang Bogem merupakan salah satu sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit yang didalamnya terdapat tulisan tahun 1387 M yang dibuat 2 tahun sebelum wafatnya Hayam Wuruk.

Raja yang menerbitkan prasasti ini yaitu Batara Parameswara Pamotan Wijayarajasa Dyah Kudamerta, merupakan raja yang berasal dari Kedaton Wetan yang gugur di tahun 1388 M. Isi dari Prasasti ini membahas tentang peresmian dari wilayah perikanan yang terletak di desa Karang Bogem.

Baca Juga :
Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
Peninggalan Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit

6. Prasasti Marathi Manuk

Prasasti Marathi Manuk merupakan sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit yang dijumpai di kawasan dari Kabupaten Mojokerto. Dalam prasasti ini membahas tentang sengketa tanah yang terjadi saat itu.

Konon kala itu, terdapat sebuah permasalahan yang berhubungan dengan persengketaan tanah yang terjadi antara dua belah pihak, dan kemudian ditemukan solusi yang ditetapkan oleh hakim pemerintah kala itu, yang tentu paham terhadap kitab dan juga hukum adat yang ada.

7. Prasasti Katiden I (1392 M)

Prasasti Katiden merupakan sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit, yang diterbitkan ketika Majapahit diperintah oleh Wikramawarddhana. Pada prasasti tersebut terdapat tulisan angka 1392 M dan didalamnya membahas tentang wilayah rakyat yang tinggal di desa Katiden yang terdiri dari 11 desa.

Pemberian perlakuan khusus ini disebabkan oleh tugas yang sulit dari penduduk desa Katiden untuk melindungi dan juga memelihara hutan Imperata di kawasan Gunung Lejar.

8. Prasasti Alasantan

Prasasti Alasantan menjadi sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit, yang didalamnya terdapat tulisan tahun 939 M.

Dalam Prasasti ini berbicara tentang M. Sri Maharaja Rakai Halu Dyah Sindok yang memberikan mengenai tanah di wilayah Alasantan untuk digunakan pada tanggal 6 September 939 M karena Sima dimiliki oleh Rakryan Kabayan.

9. Prasasti Wurare (1289 M)

Prasasti Wurare menjadi peninggalan bersejarah dari Kerajaan Majapahit yang mana didalamnya berisikan tentang penggabungan antara Jenggala dengan Panjalu dan juga pensucian patung.

Dalam Prasasti ini menyatakan bahwa pada tanggal 21 September 1289, Raja Sri Jnanasiwabajra berhasil menyatukan kembali Jenggala dengan Panjalu serta memesan patung Mahaksobhya di Wurare. Istilah raja adalah Kertanegara setelah dikonfirmasi sebagai Jina atau Buddha Dharma.

10. Prasasti Jiwu

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Prasasti Jiwu ini merupakan sumber sejarah dari Kerajaan Majapahit yang dikeluarkan oleh Trailokyapuri di tahun 1416 Saka atau lebih tepatnya di tahun 1486 Masehi.

Dalam Prasasti ini membahas tentang peresmian penghargaan sebuah tanah di wilayah Trailokyapuri terhadap Brahmana terkenal yang bernama Sri Brahmaraja Ganggadara, yang sebelumnya memiliki tugas ketika perang terjadi.

Selama perang, Ranawijaya dengan cemerlang membawa Majapahit keluar dari kekuasaan Bhre Kertabhumi dan saat itu juga Bhre Kertabhumi meninggal di Kedaton.

F.A.Q

Prasasti adalah?

Prasasti merupakan sebuah peninggalan bersejarah yang dibuat oleh penduduk yang hidup di masa kekuasaan kerajaan.

Ciri-ciri dari Prasasti yaitu?

Secara umum, prasasti terdiri dari bahan yang tahan lama, ditulis menggunakan bahasa kuno seperti bahasa Sansekerta dan dapat berupa sebuah dekrit, hukum perundang-undangan ataupun surat putusan.

Isi dari Prasasti Prancanasapura yaitu?

Dalam prasasti prancanasapura berisikan tentang kisah Hayam Wuruk yang dinobatkan sebagai Kummaraja Jiwana sebelum beliau diangkat menjadi seorang raja dari Kerajaan Majapahit.

Demikian ulasan singkat yang dapat Rumus.co.id berikan dalam pembahasan kali ini. Semoga membantu yaaa 🙂

Related posts: