Persajakan Dalam Puisi

Posted on

Hallo sobat Rumus.co.id kali akan menyampaikan pembahasn artikel makalah tentang Persajakan Dalam Puisi bebas lengkap dengan pengertian, jenis dan contohnya, supaya mudah di pahami.

Persajakan Dalam Puisi – adalah salah satu bentuk karya sastra yang tidak terikat oleh aturan dan termasuk dalam puisi Melayu, yang menggunakan bahasa Indonesia yang besar dan akan ditafsirkan sebagai komposisi sastra dalam bentuk puisi, dengan mementingkan harmoni suara yang terdapat di akhir kalimat.

Langsung saja simak pembahasan di bawah ini…?

Persajakan-Dalam-Puisi

Persajakan biasa dikenal dengan Rima dalam bentuk pengulangan bunyi dalam serangkaian puisi yang terdiri dari dua bagian kata berima dan garis berima.

Kata sajak disebut sebagai bagian suku kata yang mengulangi kata sepenuhnya dan sangat sederhana karena hanya mengulang nada pada suku kata.

Baca Juga: Contoh Puisi

Macam Macam Sajak

Menurut beberpa posisinya sajak dapat dibedakan menjadi beberapa bagian dengan bembetuk macam macam dari sajak diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Sajak awal

Sajak awal adalah sebuah persesuaian yang memiliki bunyi dengan suku kata yang terletak di awal kata atau kalimat.

Contohnya:

Betapa berat derita yang ku alani ini
Menjalani hidup yang sebatang kara
Kesana dan kemari diriku selalu sendiri
Tidak memiliki sanak dan saudara

Di baris pertama terdapat kata-kata dengan beban yang memiliki bunyi yang sama dan dapat diucapkan sebagai persamaan suara dengan susunan disebut puisi asli.

2. Sajak akhir

Sajak akhir adalah sebuah persesuian yang memiliki bunyi dengan suku kata yang terletak pada akhir kata atau kalkimat.

Contohnya:

Ku kirim doa
Untuk seorang kekasih
Padamu akan kuturutkan rasa cinta
Engkau adalah upaya untuk ku berjuang
Menyelamatkan cinta sejati
Walaupun diterjang badai dan bara
Sampa saat ini aku tetap mencintai dirimu
Kan ku korban kan jiwa dan raga ku
Demi keutuhan keluarga
Dengan penuh rasa sayng yang akan ku capai
Duhai kekasih ku…

Irama terakhir puisi ini memiliki suara yang sama dengan ungkapan doa dan rasa cinta, yang mengorbankan sebuah perasaan dan perjuangan kasih sayang.

Baca Juga: Pantun Penutup Pidato

3. Sajak Penuh

Sajak penuh adalah sebuah persesuian yang memiliki bunyi dengan suku kata yang terletak pada akhir kata atau kalkimat. dan terdapat persamaan kata secara penuh.

Contohnya:

Kalau tidak ada uang di saku
Sahabat karib menjadi penompang
Bumi yang dipijak rasa yang terpanggang
Tangan tidak dapat melenggang kealam semesta ini…

4. Sajak Paruh

Sajak paruh adalah sebuah kalimat yang memiliki bunyi dengan suku kata sebagai persamaan suku dalam kalimat terakhir secara keseluruhan

Contohnya:

Ayam jago suka berkokok
Namanya si jjago merah
Kokoknya yang panjang dan nyaring sekali
Mengundang ungkapan untuk berkelahi
Bulunya yang hitam dengan wajah yang gagah
Yang ditimpa matahari

Baca Juga: Ciri Ciri Puisi

5. Sajak Aliterasi

Sajak Aliterasi yaitu persamaan bunyi dengan kata-kata dalam puisi, terletak dibagian akhir atau bagian depan namun terletak pada keseluruhan kata.

Contohnya:

Mari kemari jiwa yang lara
Lupakan semua sakit di masa yang lampau
Mari kemari jiwa yang lara
Siingsingkan kabut dipagi yang lembut

Puisi di atas adalah persamaan kata yang terdengar dan dapat dikendalikan oleh suku kata ri dan ra.

Baca Juga: Contoh Puisi Baru

6. Sajak Asonansi

Sajak Asonansi yaitu persamaan bunyi pada huruf fokal yang terletak pada bagian akhir atau bagian depan dalam bentuk huruf fokalnya.

Contohnya:

Cinta katanya begitu indah
Seperti harumnya bunga melati 
Semerbak wanginya kemana-mana
Menaburkan aroma wangi di sepanjang masa

Puisi di atas tampaknya memiliki huruf yang fokus dan berbaris yang berurutan sangat rapi.

7. Sajak Rangkai

Sajak Rangkai yaitu sebauh persamaan kata dengan huruf fokal pada beberapa suku kata yang terdapat dalam kalimatnya.

Contohnya:

Dalam kesabaran akan membutuhkan kesadaran
Dalam kekayaan terdapat jiwa yang tumbuh  dalam kejayaan

Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan, materi tentang Persajakan Dalam Puisi lengkap dengan contohnya, semoga apa yang sudah kami sampaikan diatas dapat mudah dipahami, sekian dan terima kasih.

Baca Juga: Musikalisasi Puisi