Peran Indonesia Dalam GNB

Posted on

Peran Indonesia Dalam GNB – Di dalam dunia ini, terdapat dua pembagian kelompok atau blok yakni antara Blok Barat dan juga Blok Timur, hal ini diakibatkan karena dampak dari perang dunia ke 2.

Peran Indonesia Dalam GNB

Dalam hal ini, Blok Barat diduduki oleh Amerika yang menganut sistem paham Liberal. Sedangkan, Blok Timur diduduki oleh Uni Soviet yang menganut sistem paham Komunis.

Hal inilah yang menyebabkan awal dari terciptanya GNB (Gerakan Non-Blok). Namun, sebenarnya apa sih GNB ini? Bagaimana Peran Indonesia Dalam GNB? Yuk simak penjabarannya dibawah ini.

GNB Adalah?

GNB (Gerakan Non-Blok) sendiri diartikan sebagai tempat atau wadah bagi setiap negara – negara yang tidak mau terlibat dengan aksi konfrontasi Perang Dingin.

Gerakan Non-Blok juga sering dikatakan sebagai suatu organisasi Internasional yang didalamnya terdiri lebih dari 100 negara yang berargumen bahwa dirinya tidak memihak ke blok manapun.

Dengan dibentuknya organisasi ini, berarti sudah secara tegas memperhatikan hasil Konferensi Asia-Afrika yang terjadi pada tahun 1955 di wilayah Bandung, Indonesia.

Sejarah Dibentuknya Gerakan Non-Blok

Organisasi GNB ini diperkirakan lahir di tanggal 1 September tahun 1962. Munculnya GNB setelah terlaksananya Konferensi Asia Afrika (KAA) di wilayah Bandung, Indonesia.

Saat ini hal ini diawali ketika Perdana Menteri dari Negara India, Jawaharlal Nehru, memperkenalkan istilah dari Non Blok di dalam pidatonya yang terjadi di Kota Colombo, Sri Lanka sekitar tahun 1954.

Di dalam pidatonya tersebut, Jawaharlal Nehru mengatakan bahwa terdapat 5 poin yang dijadikan sebagai dasar landasan dari adanya hubungan kerja sama antara Sino-India.

Kelima dari poin landasan tersebut kemudian mendapatkan julukan Panchsheel atau sering diartikan sebagai lima pengendali. Berikut ini inti dari ke 5 poin tersebut, yaitu :

  1. Menghormati kedaulatan dan juga integritas teritorial.
  2. Adanya perjanjian Non-agresi.
  3. Menghargai dan juga tidak ikut campur dengan urusan dari negara lain guna menyelesaikan konflik yang terjadi dalam negerinya sendiri.
  4. Mementingkan kesetaraan dan juga kesejahteraan bersama.
  5. Ikut berpartisipasi aktif di dalam mempertahankan perdamaian.

Latar Belakang Terbentuknya GNB

Tidak hanya kelima poin itu saja, tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya Gerakan Non-Blok, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Karena ada dua blok yang saling bertentangan yang memperjuangkan pengaruh yang ada di dunia ini.
  • Ada perasaan tegang dan juga takut bagi negara-negara merdeka yang baru, jadi mereka mencoba untuk meredakan ketegangan tersebut.
  • “Dokumen Brioni” ditandatangani oleh oleh Presiden Josip Broz Tito, Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dan juga Presiden Gamal Abdul Nasser pada tahun 1956.
  • Sekitar tahun 1961 muncul sebuah peristiwa yang diberi nama dengan Krisis Kuba yang diakibatkan karena Amerika Serikat mendirikan sebuah pangkalan militer besar di wilayah Kuba.

Baca Juga :
Butir Butir Pancasila
Apa Alasan Bangsa Indonesia Untuk Memperjuangkan Kemerdekaannya
Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Peran Indonesia Dalam GNB (Gerakan Non-Blok)

Bangsa Indonesia sendiri memiliki peran aktif di dalam organisai Gerakan Non-Blok, yaitu antara lain :

1. Menjadi Pemimpin Dari GNB

Dari tahun 1992 sampai tahun 1995, Bangsa Indonesia diberikan amanat untuk mengelola GNB, yaitu dengan cara terpilihnya Soeharto sebagai Sekretaris Jenderal (SekJen) dari GNB.

Selama menjadi pemimpin dari organisasi GNB, Bangsa Indonesia sudah berhasil meraih berbagai macam prestasi, yaitu diantaranya adalah :

  1. Bangsa Indonesia dipandang sebagai penyedia warna baru untuk organisasi GNB, yaitu mempromosikan kerjasama dalam pembangunan ekonomi.
  2. Rakyat Indonesia telah mendapatkan kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalah regional yang muncul di beberapa negara. Kamboja adalah salah satunya.
  3. Negara Indonesia memiliki kemampuan untuk mempromosikan NAM (GNB) untuk menentukan arah sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi secara dinamis.
  4. Selain itu, Bangsa Indonesia juga berhasil menjadi tuan rumah KTT GNB ke 110 yang dilaksanakan di Jakarta dan Bogor pada 1 sampai 7 September 1992.

2. Membantu Menyelesaikan Masalah Ekonomi Internasional

Negara Indonesia berkontribusi untuk memecahkan masalah dalam hubungan ekonomi internasional dan berkontribusi untuk meningkatkan proses pembangunan berkelanjutan.

Ini merupakan manifestasi dari dialog yang telah terjadi antara Utara dan Selatan berdasarkan kepentingan dan tanggung jawab bersama, semangat kemitraan, saling ketergantungan dan saling menguntungkan satu sama lain.

3. Mengembangakn Hubungan Kerjasama yang Terjadi Antar Negara

Salah satu upaya yang dilakukan oleh bangsa Indonesia selama pengembangan NAM (GNB) adalah untuk meningkatkan hubungan kerja sama yang telah diimplementasikan oleh setiap anggota NAM lainnya, khususnya di bidang teknik dan juga ekonomi.

Ini merupakan perwujudan dari bentuk hubungan kerja sama yang melibatkan banyak negara industri atau lembaga keuangan internasional.

F.A.Q

Apa itu Gerakan Non-Blok?

GNB (Gerakan Non-Blok) sendiri diartikan sebagai tempat atau wadah bagi setiap negara – negara yang tidak mau terlibat dengan aksi konfrontasi Perang Dingin.

Visi dari Gerakan Non-Blok adalah?

1. Tidak ada lagi keraguan dalam diri masing-masing anggota tentang relevansi GNB setelah Perang Dingin berakhir.
2. Arah dari GNB, yang menekankan terhadap kerja sama ekonomi Internasional untuk mencapai kemerdekaan yang kini telah tercapai.
3. Timbulnya kesadaran untuk semakin meningkatkan potensi ekonomi negara dari setiap anggota GNB melalui penngembangan kerja sama selatan-selatan.

Tujuan dari dibentuknya organisasi Gerakan Non-Blok?

Gerakan Non-Blok didirikan dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan di dunia sebagai akibat dari konflik antara Blok Barat dan Blok Timur. Sebab, dikhawatirkan bahwa hal ini akan memicu perang antar blok yang menyebabkan bencana bagi negara lain.

Nah, itu dia informasi yang bisa Rumus.co.id berikan di pembahasan kali ini, semoga menjadi pengetahuan baru untuk para pembaca.