Peninggalan Kerajaan Tidore

Posted on

Peninggalan Kerajaan Tidore – Tidore merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam yang mana keberadaannya terletak di kepulauan Maluku. Kesultanan Tidore ini pusatnya ada di kawasan Kota Tidore, Maluku Utara.

Peninggalan Kerajaan Tidore

Secara geografis, letak dari Kerajaan Tidore ini memiliki pengaruh yang sangat penting dalam dunia perdagangan dikala itu. Saat itu, Tidore merupakan kesultanan yang memiliki hasil rempah-rempah yang sangat melimpah, sehingga Kerajaan ini diberi julukan sebagai “The Spice Island”.

Bahkan rempah-rempah sudah dijadikan sebagai komoditi utama di dalam dunia perdagangan di masa itu, sehingga setiap pedagang ataupun orang-orang luar yang datang ke wilayah Timur ini memiliki tujuan untuk mendapatkan sumber rempah-rempah.

Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya di abad ke 16 hingga abad ke 18 M. Di puncak kejayaannya ini, Tidore berhasil menduduki sebagian besar wilayah Halmahera Selatan, Ambon, Pulau Buru dan masih banyak lagi pulau yang ada di tepi Papua Barat.

Dengan adanya sejarah yang menjelaskan betapa kuatnya keberadaan dari kerajaan ini saat itu, tentunya terdapat banyak sekali bukti sejarah dari kerajaan ini yang masih kita temui sampai sekarang.

Oleh karena itu dalam kesempatan kali Rumus.co.id akan memberikan penjelasan kepada para pembaca setia tentang Peninggalan dari Kerajaan Tidore yang Bersejarah.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tidore

Secara geografis, Kerajaan tidore sudah berkembang menjadi kerajaan maritim. Hal ini tentunya didasari dengan kondisi dari tanah pulau maluku yang memiliki arti sangat penting sebagai penghasil rempah-rempah yang terkenal dimasanya.

Dengan mengandalkan hasil rempah-rempah tersebut, banyak pedagang baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang datang secara langsung untuk membeli hasil rempah-rempah tersebut.

Selanjutnya mereka perdagangkan kembali di tempat lain dengan harga yang relatif lebih mahal. Oleh sebab itu, keadaan dari pasar yang ada di pulau maluku semakin hari semakin ramai. Sehingga hal tersebut membuat rakyat di tanah Maluku merasakan kemakmuran.

Akan tetapi, setelah Bangsa Portugis datang dengan membawa monopoli perdagangannya, hal tersebut membuat perdagangan di tanah Maluku menjadi kurang lancar dan menyebabkan rakyat Maluku mengalami kesulitan ekonomi.

Kehidupan Sosial-Budaya

Kehadiran Portugis di negara Maluku, tidak hanya menirukan perdagangan dan juga memperoleh rempah-rempah saja, tetapi juga menyebarluaskan agama Katolik. Di tahun 1534 para pendakwah agama Katolik Fransiskus Xaverius berhasil menyebarkan agama Kristen di wilayah Halmahera, Ternate dan juga Ambon.

Kita sudah tahu bahwa Islam sebelumnya telah berkembang terlebih dahulu di pulau Maluku. Melalui atau bersama kehidupan religius ini telah membentuk kehidupan sosial Maluku.

Sedangkan, dalam kehidupan budaya, masyarakat Maluku diliput oleh peristiwa ekonomi, sehingga mereka tidak menghasilkan banyak budaya. Salah satu karya seni paling populer adalah Istana Sultan di Ternate dan masjid tua di Ternate.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Ternate dan Tidore
Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo
Peninggalan Kerajaan Ternate

Peninggalan Kerajaan Tidore

Peninggalan Kerajaan Tidore

Berikut merupakan beberapa peninggalan yang dijadikan sebagai bukti sejarah dari berdirinya Kerajaan Tidore di Indonesia, yaitu dibawa ini :

1. Benteng Torre dan Tahula

Tore dan Tahula merupakan benteng bersejarah Kerajaan Tidore dan termasuk peninggalan dari masa penjajahan Portugis. Benteng Tore dan Tahula didirikan di antara ruang makan dari Sultan Zainal Abidin dengan Istana Kie (Kadato Kie) pada tahun 1512.

Benteng ini berfungsi sebagai wilayah pertahanan bangsa Portugis pada saat melawan bangsa Belanda, bangunan bentang ini terletak di kawasan kota Soa Sio.

2. Kadato Kie (Istana Kie)

Kerajaan Tidore memberikan bukti sejarah yang dikenal dengan Kadato. Kata Kadato ini berarti istana dan warga sekitar yang tinggal di pulau Maluku sering menjulukinya sebagai Istana Kie ataupun Istana Katon.

Bangunan dari istana ini telah didirikan sejak tahun 1812 Masehi atau lebih tepatnya ketika berada di bawah kepemimpinan dari Sultan Syahjuan T.

Sekarang bangunan istana ini digunakan sebagai destinasi wisata yang sangat bersejarah dari Kerajaan Tidore, di sini pengunjung dapat melihat langsung singgasana dari para sultan dan juga bagian dalam dari kerajaan Tidore.

F.A.Q

Runtuhnya Kerajaan Tidore adalah?

Kerajaan Tidore mengalami keruntuhan setelah diadu domba dengan Kerajaan Ternate yang dilakukan oleh bangsa asing seperti Portugis dan juga Sepanyol dengan tujuan untuk menguasai seluruh hasil rempah-rempah dari kerajaan ini..

Siapa raja pertama dari Kesultanan Tidore?

Menurut sejarah yang ada, bahwa Raja pertama dari Kerajaan Tidore adalah Muhammad Naqil yang memerintah Kerajaan tidore dari Tahun 1081 M.

Mengapa Kerajaan Tidore dengan Ternate mengalami pertikaian?

Pertikaian antara Kerajaan Ternate dengan Tidore secara alami disebabkan oleh aktivitas perdagangan rempah-rempah dan juga oleh campur tangan orang asing, yaitu Portugis dan juga orang Spanyol.

Nah, sekian ulsan ringkas dari referensi yang ada diatas, semoga dapat membantu kita untuk memahaminya.