Peninggalan Kerajaan Perlak

Posted on

Peninggalan Kerajaan Perlak – Perlak termasuk sebagai Kesultanan Islam tertua yang berdiri di Indonesia sejak tahun 840 hingga 1292 M. Kerajaan Perlak berlokasi di sekitar daerah Peureulak, Aceh Timur, Indonesia. Kerajaan Perlak ini terkenal sebagai kerajaan yang memiliki pemerintahan cukup lama.

Peninggalan Kerajaan Perlak

Kesultanan Peureulak atau yang lebih dikenal dengan Perlak merupakan kesultanan yang terkenal sebagai wilayah yang memproduksi kayu perlak, yaitu jenis kayu yang paling bagus untuk digunakan membuat kapal.

Situasi ini yang menyebabkan pedagang-pedagang dari berbagai negara tertarik untuk singgah ke wilayah Kesultanan Perlak, seperti Gujarat, Arab dan juga Persia. Masuknya pedagang-pedagang ini juga membantu Perlak dalam menyebar luaskan ajaran Islam pada wilayah ini.

Sekitar abad ke- 8 M, Perlak terkenal dengan sebutan pelabuhan komersial yang sangat berkembang saat itu. Bahkan, di wilayah ini sudah mengenal pola pernikahan campuran sebagai akibat dari campuran penduduk asli dengan pendatang.

Kerajaan Perlak mengalami masa kejayaan yang sangat pesat pada tahun 1225 sampai 1263 M, yang saat itu Kesultanan Perlak diperintah oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat.

Selama beliau memerintah Kesultanan Perlak, Kerajaan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dalam bidang pendidikan islam dan juga penyebar luasan dakwah islamiah.

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Perlak

Wilayah Perlak sangat populer karena kekayaan alamnya yang sangat banyak dan posisi dari kerajaan ini sangat strategis. Kerajaan Perlak juga dikenal sebagai produsen kayu perlak, yaitu sebuah kayu yang sangat cocok untuk pembuatan kapal.

Kondisi ini membuat pedagang-pedagang yang berasal dari Gujarat, Persia dan Arab sangat minat untuk berkunjung ke wilayah ini. Masuknya para pedagang dari berbagai negara ini juga membawa ajaran Islam ke daerah Kerajaan Perlak.

Kedatangan mereka juga mulai mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya di bidang sosial dan budaya Perlak saat itu. Nah, mulai saat itu Perlak diperkenalkan dengan bidang perdagangan.

Di awal abad ke- 8 M, Perlak akhirnya dikenal juga sebagai pelabuhan komersial yang sangat berkembang pesat. Tidak hanya itu saja, pola pernikahan campuran sudah mulai muncul di dalam wilayah ini sebagai hasil dari kombinasi masyarakat lokal dengan pendatang.

Kelompok imigran ini bermaksud untuk menyebar luaskan ajaran agama Islam dengan menikahi para gadis-gadis lokal yang ada di daerah ini. Selain itu, pernikahan campuran juga bertujuan untuk meningkatkan sayap komersial bagi para migran di daerah ini.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Islam
Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Perlak

Peninggalan Kerajaan Perlak

Berikut ini merupakan peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Perlak yang dijadikan sebagai bukti sejarah bahwa kerajaan ini memang benar-benar ada, yaitu :

1. Mata Uang Kesultanan Perlak

Mata uang perlak ini dibedakan menjadi tiga jenis sesuai dengan bahan material yang digunakan untuk membuatnya, yaitu sebagai berikut :

A. Dirham

Mata uang Emas atau dirham merupakan bentuk dari peninggalan Kesultanan Perlak yang mana pada bagian satu sisinya terdapat tulisan “al A’la”. Sedangkan pada sisi yang satunya lagi terdapat tulisan “Sulthan”.

Kedua tulisan yang terdapat pada sisi-sisi dari mata uang tersebut mungkin dimaksudkan sebagai Putri Nurul A’la yang menjabat sebagai perdana menteri pada masa pemerintahan Sultan Makhdum.

B. Kupang

Sama seperti Dirham, dimana kedua sisi dari mata uang ini terdapat sebuah tulisan yaitu “Dhuribat Mursyid Am” dan “Syah Alam Barisyah”.

Kedua tulisan yang terdapat pada sisi-sisi dari mata uang tersebut mungkin dimaksud sebagai Putri Mahkota Sultan Makhdum yang menggantikan pemerintahan ayahnya, karena ayahnya sedang sakit. Pada saat itu, beliau dibantu oleh adiknya yaitu Abdul Aziz Syah.

C. Kuningan

Mata uang yang terbuat dari tembaga ini memiliki tulisan arab namun masih belum bisa dibaca. Penemuan mata uang ini menjelaskan bahwa Kesultanan Perlak merupakan sebuah Kesultanan yang telah berkembang sangat pesat.

2. Stempel Kerajaan

Stempel Kerajaan ini merupakan peninggalan dari Kesultanan Perlak dimana pada bagian bawah stempel ini terdapat pola tulisan arab yaitu “Al Watsiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512”. Sebab Kerajaan Negeri Bendahara ini termasuk bagian Kesultanan Perlak.

3. Makam Raja Benoa

Bukti sejarah lain yang semakin memperkuat adanya Kesultanan Perlak yaitu makam dari salah satu Raja Benoa yang terletak di pinggir sungai Trenggulon. Batu nisan dari kuburan ini terdapat tulisan huruf arab.

Menurut Dr. Hassan Ambari, batu nisan tersebut dibuat pada abad ke 11 M. Berdasarkan hasil catatan dari Idharul Haq fi Mamlakat Al Ferlah Wal Fasi, Benoa merupakan salah satu negara yang termasuk bagian Kesultanan Perlak.

F.A.Q

Letak KErajaan Perlak di?

Kerajaan Perlak ini berlokasi di sekitar daerah Peureulak, Aceh Timur, Indonesia.

Masa Kejayaan Kerajaan Perlak berada dibawah pemerintahan?

Kerajaan Perlak mengalami masa kejayaan yang sangat pesat pada tahun 1225 sampai 1263 M, yang saat itu Kesultanan Perlak diperintah oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat.

Selama beliau memerintah Kesultanan Perlak, Kerajaan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dalam bidang pendidikan islam dan juga penyebarluasan dakwah islamiah.

Mata pencaharian dari masyarakat Perlak adalah?

Mata pencaharian utama dari masyarakat yang tinggal di Kerajaan Perlak ini adalah berdagang. Sebab, wilayah dari kerajaan ini memiliki hasil kekayaan berupa Kayu Perlak yang sangat melimpah.

Demikianlah ulasan dalam artikel yang ada diatas, semoga membetrikan pengetahuan baru yaa untuk kita semua.

Related posts: