Peninggalan Kerajaan Majapahit

Posted on

Peninggalan Kerajaan Majapahit – Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah berdiri di wilayah Indonesia selama 207 tahun yang lalu yaitu dari 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Budha terakhir yang menguasai Nusantara.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kerajaan ini berpusat di Provinsi Jawa Timur, Negara Indonesia. Pada masa pimpinan Hayam Wuruk (1350-1389 M), Majapahit mengalami masa kejayaan. Pada masa inilah wilayah kekuasaan dari Majapahit sangat luas, yaitu tidak hanya kawasan Nusantara saja.

Tetapi terdapat beberapa negara lain juga yang menjadi wilayah kekuasaan dari Kerajaan ini. Menurut Negarakertagama, wilayah kekuasaan dari Majapahit meliputi Jawa, Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, hingga Indonesia bagian Timur.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Terdapat sedikit bukti fisik dari sisa kerajaan Majapahit dan sejarahnya pun masih kurang jelas. Untuk mengetahui sejarahnya, maka para sejarawan menggunakan Pararaton, jika dalam bahasa Kawi disebut Kitab Para Raja dan dalam Jawa Kuno disebut Nagarakretagama sebagai Sumber utamanya.

Berikut ini adalah situs bersejarah dari Kerajaan Majapahit dalam bentuk candi, prasasti, gapura, patung (prasasti), kitab, dan juga situs arkeologi lainnya dalam sejarah Kerajaan Majapahit.

Berikut ini merupakan beberapa peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Majapahit beserta dengan penjelasan-penjelasannya. Yuk simak…

1. Candi Sukuh

Sukuh merupakan salah satu candi peninggalan dari Kerajaan Majapahit yang berlokasi di wilayah Desa Berjo, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini didirikan sekitar tahun 1437 M dan termasuk sebagai candi Hindu yang memiliki bentuk piramid.

Struktur bangunan yang dimiliki oleh candi Sukuh ini terbilang sangat unik sebab terdiri dari tiga teras. Di lingkungan sekitar Candi ini terdapat beberapa objek Lingga dan Yoni yang menggambarkan seksualitas.

2. Candi Tikus

Bangunan Candi ini berlokasi di wilayah Desa Mete, Kec Trowulan, Kab Mojokerto. Candi Tikus ini sebelumnya sudah terkubur dengan tanah, akan tetapi dijumpai kembali pada tahun 1914. Nah, sekitar tahun 80an candi ini mengalami pemugaran.

Sesuai dengan namanya, dimana ketika Candi ini ditemukan, banyak sekali sarang tikus di dalamnya.

3. Candi Brahu

Bangunan ini berlokasi di wilayah Dukuh Jambu Mente, tepatnya di Desa Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Jawa Timur. Candi ini didirikan oleh Mpu Sendok yang mana digunakan sebagai tempat untuk membakar jenazah dari para pemimpin Majapahit.

Sebutan Brahu diperkiraan berawal dari kata Warahu atau Wanaru yang berasal dari sebutan untuk bangunan suci serta ada di Prasasti Alasantan, dimana prasasti tersebut berada tidak jauh dari bangunan Candi Tersebut.

4. Candi Wringin Lawang

Wringin Lawang merupakan sebuah gapura yang berlokasi di wilayah Desa Jatipasar, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, Prov. Jawa Timur. Bangunan ini tersusun dari bata merah yang tingginya mencapai 15.5 m dengan ukuran 13 x 11 M.

Pada masa itu, Gapura ini dijadikan sebagai gerbang untuk menuju ke kediaman dari Mahapatih Gajah Mada. Bangunan ini diperkirakan didirikan sekitar abad ke 14 M.

5. Candi Bajang Ratu

Gapura ini berlokasi di wilayah Desa Temon, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, Prov. Jawa Timur. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke 14 M.

Menurut Kitab Negarakertagama, gapura ini berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke bangunan suci yang digunakan untuk memperingati meninggalnya Raja Jayanegara.

6. Candi Surawana

Bangunan ini merupakan bangunan yang bercorak Hindu dan berlokasi di wilayah Desa Canggu, Kec. Pare, Kab. Kediri, Prov. Jawa Timur. Candi ini memiliki nama asli yaitu Wisnubhawana Pura yang didirikan sekitar abad ke 14 oleh seorang Raja yang berasal dari Kerajaan Wengker.

Bangunan ini memiliki ukuran 8 x 8 m yang tersusun dari batu andesit serta merupakan Candi Siwa. Saat ini, semua bagian dari candi ini sudah runtuh hanya tersisa bagian kaki saja.

7. Wringin Branjang

Bangunan Wringin Branjang ini berlokasi di wilayah Desa Gadungan, Kec Gandusari, Kab Blitar, Prov. Jawa Timur. Candi ini mempunyai bentuk yang sederhana, yaitu hanya terdiri dari atap dan bagian badan saja.

Candi ini memiliki ukuran panjang kira-kira 400 cm, lebar 300 cm dan juga tinggi kira-kira 500 cm, sedangkan pintu masuk dari candi ini memiliki lebar 100 cm dan tingginya mencapai 200 cm.

Pada bagian dinding dari bangunan ini tidak memiliki relief seperti halnya pada candi umumnya, namun memiliki lubang ventilasi udara. Candi ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat upacara dan sebagainya.

Baca Juga :
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Pajajaran
Peninggalan Hindu Budha

8. Candi Pari

Bangunan ini berlokasi di wilayah desa Pari, Kec. Porong, Kab. Sidoarjo. Sebagai peninggalan kerajaan Majapahit, candi ini dibangun untuk mengenang hilangnya seorang teman atau saudara perempuan adopsi dari putra Prabu Brawijaya dan istrinya, yang saat itu menolak untuk tinggal di Istana Majapahit.

9. Candi Minak Jinggo

Bangunan Minak Jinggo ini berlokasi di Dukuh Unggahan, tepatnya berada di Desa Trowulan, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto, dimana bangunan ini didirikan di tengah-tengah wilayah perdesaan.

Candi ini merupakan satu-satunya bangunan yang didirikan menggunakan material batuan Andesit dari semua situs sejarah Majapahit yang berada di Komplek Trowulan.

10. Candi Ceto

Bangunan ini berlokasi di wilayah Dusun Ceto, tepatnya berada di Desa Gumeng, Kec. Jenawi, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. Candi Cetho dibangun dengan gaya Hindu, sehingga bangunan ini sering digunakan sebagai tempat pemujaan oleh penduduk dan peziarah Hindu.

11. Candi Kedaton

Bangunan ini berlokasi di kompleks situs Arkeologi tepatnya berada di Kec. Trowulan, Kab Mojokerto. Candi ini memiliki struktur yang berbentuk seperti pondasi yang tersusun dari bata merah.

Diperkirakan bahwa Candi ini dahulu digunakan sebagai tempat tinggal dari para bangsawan dan juga orang-orang elit yang memiliki jabatan istimewa pada masa Kerajaan Majapahit.

12. Candi Gentong

Bangunan ini merupakan candi yang berlokasi di wilayah desa Tlogo Gede, Kec. Trowulan, Kab Mojokerto, serta merupakan peninggalan dari Majapahit yang berjejer dengan tiga candi yang lainnya, seperti Candi Gedong, Tengah dan juga Candi Gentong. Dari ketiga candi itu, saat ini hanya tersisa Candi Gentong saja.

13. Candi Jolotundo

Bangunan ini merupakan salah satu dari situs bersejarah peninggalan dari kerajaan Majapahit yang berlokasi di Desa Seloliman, Kec trawas, Kab. Mojokerto. Bangunan ini berbentuk seperti petirtaan, dimana candi ini digunakan untuk mengalirkan mata air.

Sebagian besar masyarakat yang tinggal disekitar bangunan ini berpendapat bahwa air yang mengalir memiliki kualitas sangat bagus setelah kualitas dari air zam zam.

14. Candi Jabung

Candi ini berlokasi di wilayah Desa Jabung, Kec. Paiton, Kab. Probolinggo, Prov. Jawa Timur. Bangunan ini dibuat dari bata merah yang disusun dengan sedemikian rupa dan masih tetap bertahan hingga saat ini setelah sekian tahun.

Ketika melakukan lawatan untuk berkeliling wilayah Jawa Timur pada tahun 1359, diperkirakan Raja Hayam Wuruk pernah singgah di Pura Jabung ini untuk beristirahat.

15. Candi Grinting

Situs sejarah Candi Grinting ini berlokasi di wilayah Dusun Grinting, tepatnya berada di Desa Karangjeruk, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto.Masih banyak yang belum mengetahui situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang satu ini.

Bangunan ini memiliki struktur yang terdiri atas dua susun bata dimana letaknya sangat berdekatan, yaitu berjarak sekitar 5 meter serta masing-masing susunan bata ini dilindungi dengan cungkup.

Prasasti Dari Kerajaan Majapahit

Selain beberapa candi yang dijadikan sebagai bukti dari Peninggalan Majapahit yang ada diatas. Berikut ini merupakan daftar dari beberapa prasasti Kerajaan Majapahit, yaitu :

Nama PrasastiLokasi Ditemukannya
Alasantan (939 M)Desa Bejijong, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto
Kamban (941 M)Di Daerah Benteng
Hara-Hara (966 M)Di wilayah Wurara
Maribong (1264 M)Di Wilayah Wurara
Wurare (1289 M)Kandang Gajak, Desa Bejijong, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto
Kudadu (1294 M)Lereng Gunung Butak, perbatasan Kab. Blitar dan juga Kab. Malang
Sukamerta (1296 M)Gunung Penanggungan
Butulan (1298 M)Kawasan Pegunungan Kapur Utara, Kab. Gresik
Balawi (1305 M)Desa Blawi, Kab Lamongan
Canggu (1358 M)Kec. Bungah, Kab. Gresik, Prov. Jawa Timur
Biluluk I (1366 M)Kec. Bluluk, Kab. Lamongan
Karang Bogem (1387 M)Kec. Bungah, Kab. Gresik
Katiden (1392 M)Wilayah Kab. Malang
Biluluk II (1393 M)Kec. Bluluk, Kab. Lamongan
Biluluk III (1395 M)Kec. Bluluk, Kab. Lamongan
Lumpang (1395 M)Wilayah Kab. Malang 
Waringin Pitu (1447 M)Kabupaten Mojokerto
Marahi ManukKab. Mojokerto
ParungKab. Mojokerto
Prapancasapura (1320 M)Daerah Jinawa
Jiwu (1486 M)Trailokyapuri

Kitab Dari Kerajaan Majapahit

Selain candi dan juga prasasti, Kerajaan Majapahit juga memiliki beberapa kitab suci yang dijadikan sebagai bukti sejarah dari keberadaan dari Kerajaan ini, yaitu :

Nama Kitab SuciPengerang
NegarakertamaEmpu Prapanca
SutasomaEmpu Tantular
ArjunawiwahaEmpu Tantular
KutaramanawaGajah Mada
KunjakarnaBelum diketahui Pengarangnya
ParthayajnaBelum diketahui Pengarangnya
PararatonBelum diketahui Pengarangnya
SudayanaBelum diketahui Pengarangnya
RonggolaweBelum diketahui Pengarangnya
SorandakanBelum diketahui Pengarangnya
PanjiwijayakarmaBelum diketahui Pengarangnya
Usana JawaBelum diketahui Pengarangnya
Tantu PanggelaranBelum diketahui Pengarangnya
Usana BaliBelum diketahui Pengarangnya
Calon ArangBelum diketahui Pengarangnya
Panggelaran TantuBelum diketahui Pengarangnya

F.A.Q

Kerajaan Majapahit didirikan oleh?

Kertarajasa Jayawardhana atau dikenal dengan Raden Wijaya merupakan pendiri dari Kerajaan Majapahit dan sebagai raja pertama dari Majapahit yang memimpin selama 16 tahun, dimulai dari 1293-1309 M.

Kerajaan Majapahit terletak di?

Majapahit merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Budha yang berpusat di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Pada masa pemerintahan siapa Kerajaan Majapahit mengalami Kejayaan?

Kerajaan Majapahit mengalami kejayaan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk selama 39 tahun dimulai dari 1350 hingga 1389 M.

Sekian informasi yang bisa Rumus.co.id sampaikan dalam ulasan kali ini. Semoga dapat membantu readers untuk mengetahui apa saja bukti sejarah dari Kerajaan Majapahit.