Peninggalan Kerajaan Kutai

Posted on

Peninggalan Kerajaan Kutai – Bisa dikatakan bahwa kerajaan Kutai ini merupakan kerajaan Hindu tertua yang pernah berdiri di Indonesia. Hal ini tentunya dibuktikan dengan adanya beberapa peninggalan sejarah dari Kerajaan ini.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Menurut sejarah, Kerajaan ini didirikan sekitar abad ke 5 M atau kurang lebih sekitar 400 tahun yang lalu. Kutai berlokasi di Muara Kaman, Pulau Kalimantan Timur, tepatnya berada di dekat kota Tenggarong, di tepi sungai Mahakam.

Nama Kutai berasal dari nama suatu daerah yang menjadi tempat pertama kali dijumpainya prasasti yang didalamnya berisikan penjelasan mengenai kerajaan tersebut.

Sebutan untuk kerajaan ini diberikan oleh para ahli, karena tidak ada prasasti yang secara keseluruhan menjelaskan nama dari kerajaan ini. Karena sangat kurangnya sumber sejarah serta sangat sedikitnya informasi yang tersedia.

Namun, terdapat beberapa peninggalan dari Kerajaan ini yang membantu para sejarawan untuk mengetahui seluk beluk dari Kerajaan Kutai. Yuk simak penjelasannya..

Peninggalan Kerajaan Kutai

Peninggalan Kerajaan Kutai

Meskipun sangat minimnya sumber informasi yang ada, namun terdapat beberapa Peninggalan dari Kerajaan Kutai yang pernah ditemukan di sekitar lokasi kerajaan ini, yaitu sebagai berikut :

1. Prasasti Yupa

Yupa adalah salah satu prasasti peninggalan dari Kerajaan Kutai dan benda ini juga dijadikan sebagai bukti sejarah dari adanya Kerajaan Hindu yang berdiri di Pulau Kalimantan tersebut.

Setidaknya terdapat 7 prasasti Yupa yang masih dapat kita lihat hingga saat ini. Yupa adalah tiang yang terbuat dari batu dan biasanya digunakan untuk mengikat hewan kurban maupun manusia yang akan dipersembahkan untuk para Dewa dan terdapat tulisan yang dipahat.

2. Ketopong Sultan

Ketopong adalah sebuah mahkota raja dari Kerajaan Kutai di masa lalu yang mana mahkota ini memiliki bobot hingga mencapai 1.98 kg yang saat ini sudah diamankan di Museum Nasional Jakarta. Mahkota sultan ini terbuat dari emas dan juga permata.

Bukti sejarah yang satu ini, pertama kali ditemukan sekitar tahun 1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

3. Kalung Ciwa

Kalung Ciwa adalah kesaksian dari adanya Kerajaan Kutai yang ditemukan pada tahun 1890 ketika masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang ditemukan oleh salah satu penduduk yang tinggal di danau Lipan, Muara Kaman.

Benda bersejarah ini masih digunakan hingga saat ini untuk perhiasan para bangsawan serta digunakan oleh Sultan ketika sedang melaksanakan upacara penobatan untuk Sultan yang baru.

4. Kalung Uncal

Peninggalan dari kerajaan Kutai dalam bentuk kalung ini diyakini berasal dari India (Unchele). Objek ini sangat langka karena hanya ada dua di seluruh dunia, yaitu di India dan juga di Museum Mulawarman. Kalung uncal adalah sebuah kalung yang dihiasi dengan liontin relief dari cerita Ramayana.

5. Tali Juwita

Tali Juwita adalah peninggalan dari Kerajaan Kutai yang melambangkan 7 estuari dan juga 3 anak sungai, yaitu Belinjau, Belayan dan Kadang Pahu, yang termasuk bagian dari Mahakam.

Benda ini juga biasanya dipakai ketika melaksanakan upacara Bepelas yang masih ada kaitannya dengan festival Erau yang saat ini masih terus dilakukan oleh masyarakat Kalimantan.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Majapahit
Kerajaan Kutai
Kerajaan Tarumanegara

6. Kura – Kura Emas

Peninggalan dari Kerajaan Kutai yang selanjutnya adalah Kura Kura Emas. Kura – Kura Emas adalah persembahan dari pangeran kerajaan Cina untuk putri Raja dari Kerajaan Kutai yang bernama Aji Bidara Putih.

Saat ini bukti sejarah tersebut sudah disimpan pada Museum Mulawarman yang berukuran kira-kira sebesar setengah kepalan tangan. Jika dilihat dari label yang terdapat pada etalase di mana benda ini diletakkan, bahwa benda ini dijumpai di wilayah Long Lalang yaitu wilayah di tepi sungai Mahakam.

7. Keris Bukit Kang

Keris Bukit adalah sebuah keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, beliau adalah permaisuri dari raja pertama Kutai Kartanegara.

Menurut legenda, permaisuri tersebut adalah seorang putri yang ditemukan didalam gong yang mengambang di atas ruang bambu dan di gong itu tidak hanya terdapat seorang gadis saja, tetapi juga terdapat telur ayam dan sebuah keris, yaitu Keris Bukit Kang.

8. Kelambu Kuning

Beberapa benda peninggalan dari Kerajaan Kutai ini dipercayai memiliki kekuatan magis oleh masyarakat adat Kutai hingga saat ini dan benda-benda tersebut disimpan di dalam kelambu kuning supaya terhindar dari bala dan juga tuah yang dihasilkan.

Beberapa benda yang disimpan dalam Kelambu Kuning ini diantaranya adalah Sangkoh Piatu, Gong Bende, Arca Singa, Tajau, Kelengkang Besi, Gong Raden Galuh dan juga Keliau Aji Siti Berawan.

9. Pedang Sultan Kutai

Pedang ini dibuat dengan menggunakan emas padat. Di bagian gagang pedang terukir bentuk seekor harimau yang siap untuk menerkam serta pada ujung sarung dari pedang ini terdapat ukiran buaya. Alat inisudah tersimpan di Museum Nasional.

10. Singgasana Sultan

Tahta Sultan merupakan salah satu peninggalan yang paling bersejarah dari Kerajaan Kutai yang masih dilestarikan hingga sekarang. Saat ini, Benda ini dapat kita jumpai di Museum Mulawarman.

Sebelumnya, takhta atau singgah sana ini dipakai oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit serta mantan dari pemimpin Kerajaan Kutai yang lainnya.

Tahta ini dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti payung, umbul-umbul dan juga pengantin wanita atau permaisuri Kutai Keraton.

11. Meriam

Dahulu meriam ini digunakan untuk mempertahankan Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai memiliki 4 buah meriam dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Keemapt meriam tersebut terdiri dari Meriam Aji Entong, Sapu Jagat, Gentar Bumi serta Meriam Sri Gunung.

12. Gamelan Gajah Prawoto

Banyak gamelan yang juga ikut disimpan di dalam Museum Mulawarman, dan gamelan ini diyakini berawal dari Pulau Jawa. Selain itu, ada berbagai benda lainnya seperti pangkon, topeng, keris, boneka kulit serta benda yang terbuat dari kuningan dan juga perak.

Barang – barang tersebut menjadi bukti bahwa sudah terjalin hubungan yang sangat erat antara Kerajaan yang beridir didaerah Jawa dengan Kerajaan Kutai Kartanegara.

F.A.Q

Pada masa pimpinan siapa Kerajaan Kuta jaya?

Kerajaan Kuta mengalami masa kejayaan ketika dipimpin oleh Raja Mulawarman anak dari Raja Kedua Kerajaan Kutai Kartanegara yaitu Amawarman. Pada masa kekuasannya rakyat hidup dengan tentram dan juga sejahtera, sehingga Raja Mulawarman menyelenggarakan upacara kurban emas sangat banyak.

Penyebab dari runtuhnya Kerajaan Kutai yaitu?

Runtuhnya Kerajaan Kutai ini disebabkan karena tidak adanya pemimpin yang setara dengan pemimpin yang sebelumnya.

Siapa pendiri dari Kerajaan Kutai?

Aswawarman adalah putra Raja Kudungga, yang dikenal sebagai pendiri dari dinasti Kutai, oleh sebab itu ia mendapatkan gelar Wangsakerta, yang berarti memulai sebuah keluarga.

Nah, itu dia informasi yang bisa kami sampaikan dalam ulasan kali ini. Semoga membantu dan menambah wawasan para readers yaaa

Related posts: