Peninggalan Kerajaan Cirebon

Posted on

Peninggalan Kerajaan Cirebon – Setelah terpecahnya Kerajaan Majapahit, yang akhir melahirkan sebuah kerajaan baru yaitu Kesultanan Demak yang saat itu menyandang status sebagai salah satu Kerajaan Islam yang paling kuat serta terbesar yang berdiri di tanah Jawa.

Peninggalan Kerajaan Cirebon

Kesultanan Cirebon pun tidak mau kalah, kerajaan tersebut ikut andil untuk menjadi Kesultanan Islam yang terkenal, khususnya di daerah Jawa Barat. Kerajaan yang sudah berdiri sejak tahun 1430-1677 M ini kemudian melahirkan 4 pemimpin walaupun sudah beberapa kali mengalami kekosongan kekuasaan.

Namun, pada akhirnya Kesultanan tersebut harus terpecah lagi menjadi 2 kerajaan, setelah terjadinya bentrokan antara Mataram dengan Banten dan juga adanya intervensi VOC.

Kesultanan Cirebon terletak di wilayah perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Budaya Cirebon, yang tak didominasi oleh budaya Jawa, didasarkan pada kenyataan bahwa Kerajaan Cirebon memiliki budaya campuran Jawa dengan Sunda.

Kesultanan Cirebon ini dibangun di Dalem Agung Pakungwati atau sering disebut sebagai Keraton Kasepuhan Cirebon. Sama seperti kerajaan yang lainnya, bahwa Cirebon memiliki peninggalan-peninggalan yang menjadi situs sejarah dari kerajaan tersebut.

Peninggalan Kerajaan Cirebon

Peninggalan Kerajaan Cirebon

Berikut ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Cirebon yang dijadikan sebagai bukti bahwa kerajaan ini pernah berdiri di Indonesia, yaitu diantaranya adalah :

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Pakungwati merupakan Keraton Kasepuhan Cirebon, yang didirikan pada tahun 1430 oleh seorang Pangeran Cakrabuana atau yang lebih dikenal dengan Mbah Kuwu Cerbon.

Tak lama kemudian, Pangeran Cakrabuana mengubah nama keraton tersebut menjadi Istana Pakungwati, yang sebelumnya memiliki nama Dalem Agung Pakungwati, hal ini dikarenakan kasih sayang dari Pangeran Cakrabuana terhadap putrinya yang bernama Ratu Ayu Pakungwati.

2. Keraton Kanoman

Bangunan Keraton Kanoman ini didirikan oleh seorang Pangeran yang bernama Mohammad Badrudin atau lebih dikenal dengan Pangeran Kertawijaya. Keraton ini memiliki luas lahan sekitar 6 Ha dan letaknya berada di belakang pasar yang ada di Kraton tersebut.

Bangunan Keraton ini dijadikan sebagai tempat tinggal dari Sultan ke-12 yaitu Sultan Muhammad Emiruddin bersama dengan keluarganya. Keraton Kanoman ini memiliki komplek yang cukup luas terdiri atas banyaknya bangunan kuno.

3. Keraton Kacirebonan

Bangunan Keraton Kacirebonan ini didirikan sekitar tahun 1800 M, keraton ini biasanya dipakai untuk menyimpan peninggalan-peninggalan dari zaman terdahulu seperti Keris, alat musik Gamelan, Wayang dan juga alat-alat perang.

Keraton Kacirebon ini berlokasi di daerah Kel. Pulasaren, Kec. Pekalipan, Kota Cirebon, atau lebih tepatnya berada di sebelah barat daya Keraton Kasepuhan dan sebelah selatan Keraton Kanoman.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Pajajaran
Peninggalan Kerajaan Banten
Kerajaan Pajajaran

4. Keraton Keprabon

Keraton Keprabon ini merupakan sebuah tempat yang digunakan sebagai pembelajaran. Bangunan keraton ini dibangun putera mahkota dari Kesultanan Kanoman yang masih menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon. 

Namun, Keprabon bukan istana atau kesultanan, melainkan merupakan tempat yang dibangun oleh Pangeran Raja Adipati untuk menjelajahi agama-agama Islam seperti Thariqat. Pangeran Raja Adipati Kaprabon memutuskan untuk mengeksplorasi pengetahuan agama Islam.

5. Kereta Singa Barong

Kereta Singa Barong merupakan karya Panembahan dari Losari, yaitu cucu dari Sunan Gunung Jati, yang diciptakan sekitar tahun 1549. Pada bagian depan kereta Singa Barong terdapat belalai gajah yang menyimbolkan persahabatan yang terjalin antara Cirebon dengan India.

Sedangkan bentuk kepala naga menyimbolkan persahabatan yang terjalin antara Cirebon dengan negara Tiongkok. Sedangkan sayap dan juga berbadan Buraq menyimbolkan persahabatan yang terjalin antara Cirebon dengan Mesir.

Senjata Trisula yang berada di belalai gajah menyimbolkan tentang ketajaman cipta, rasa serta karsa manusia.

6. Masjid Sang Cipta Rasa

Bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah masjid tertua yang ada di Cirebon. Masjid ini didirikan sekitar tahun 1840 M. Nama dari masjid ini terdiri dari kata yaitu dari kata “sang” yang artinya keagungan, “cipta” yang artinya dibangun, dan “rasa” yang artinya dipakai.

Konon, masjid ini didirikan dengan partisipasi 500 orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak dan juga Cirebon. Sunan Gunung Jati, yang merancang konstruksi masjid ini, menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya.

7. Makam Sunan Gunung Jati

Kuburan dari Sunan Gunung Jati ini berada di Cirebon, tepatnya terletak di sebuah bukit kecil yang dikenal sebagai Gunung Sembung. Kompleks dari pemakaman ini berlokasi di lintasan Cirebon dengan Indramayu.

Sebagai salah satu wali yang berperan dalam penyebaran agama Islam, kuburan dari Sunan Gunung Jati ini senantiasa dipenuhi oleh para peziarah yang datang dari berbagai wilayah bahkan ada yang datang dari luar negeri.

8. Patung Macan Putih

2 Patung Macan Putih ini ditemukan di depan istana Cirebon, khususnya di Istana Kasepuhan. Makna patung Macan Putih ini menggambarkan keluarga besar Pajajaran, keturunan dari Maharaja Prabu Siliwangi.

9. Alun –-Alun Sangkala Buana (Saptonan)

Alun Sangkala Buana adalah peninggalan dari Kesultanan Cirebon, di mana tempat itu sering digunakan untuk acara-acara resmi Keraton. Sultan Cirebon umumnya akan melihat dari tempatnya di Mande Malang Semirang yang terletak di kompleks Siti Inggil.

10. Bangunan Mande Pengiring

Bangunan Mande Pengiring adalah bangunan yang ada di istana Kasepuhan. Mande Pengiring ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Bangunan Mande Pengiring ini biasanya digunakan untuk tempat bersantai para sahabat Sultan.

F.A.Q

Siapa ang mendirikan Kerajaan Cirebon?

Walangsungsang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Cakrabuana ini dianggap sebagai seseorang yang mendirikan Kerajaan Cirebon pada tahun 1445.

Letak dari Kesultanan Cirebon ada di?

Kesultanan Cirebon terletak di pantai utara Jawa, yang berperan sebagai perbatasan antara Jawa tengah dan Barat. Hal ini yang menyebabkan Kesultanan Cirebon menjadi pelabuhan dan juga “jembatan” antara dua budaya, yaitu Jawa dan juga Sunda.

Mengapa Kerajaan Cirebon dibagi menjadi 3?

Hal ini jelas berfungsi untuk menghindari perpecahan yang terjadi dalam keluarga Kesultanan Cirebon karena terdapat perbedaan pendapat antara keluarga besar tentang penerus Kesultanan Cirebon.

Sekian dari pembahasan dalam ulasan singkat kali ini, semoga bermanfaat yaaa sobat.

Related posts: