Peninggalan Kerajaan Bali

Posted on

Peninggalan Kerajaan Bali – Bali merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu yang letaknya di dalam pulau kecil yang lokasinya tidak jauh dari Jawa Timur, atau lebih tepatnya berada di bagian timur dari pulau Jawa, yang sebelumnya mempunyai julukan yang sama.

Peninggalan Kerajaan Bali

Dalam histori perkembangannya, Bali mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Pulau Jawa sebab kedua pulau ini lokasinya saling berdekatan atau bertetangga. Bahkan ketika kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan, sebagian besar dari rakyatnya mengungsi dan juga menetap di sana.

Hingga sampai saat ini terdapat keyakinan yang mengungkapkan bahwa sebagian besar dari masyarakat yang tinggal di Bali dipercaya sebagai pewaris dari tradisi Kerajaan Majapahit.

Di bawah kepemimpinan Dharmodayana, Kerajaan Bali mencapai puncak keemasannya, dimana dalam pemerintahannya, beliau menggunakan sistem pemerintahannya yang jauh lebih jelas an juga kuat dibandingkan dengan sistem pemerintahan yang sebelumnya.

Di masa pemerintahan Dharmodayana ini lah, kekuasaan dari kerajaan Bali semakin diperkuat dengan adanya perkawinan yang dilakukan antara Dharma Udayana dengan Mahendradata, yaitu seorang putri dari raja Makutawangsawardhana yang datang dari Jawa Timur.

Dengan adanya kisah sejarah yang sangat hebat dari Kerajaan Bali, tentunya Kerajaan tersebut memiliki jejak-jejak peninggalan yang menjadi bukti dari kekuasaannya.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan menyimak pembahasan dari Kerajaan Bali mulai dari Raja hingga Peninggalannya. Yuk simak ulasan yang ada di bawah ini…

Raja – Raja Kerajaan Bali

Selama kekuasaannya di Bali, Kerajaan Bali sudah mengalami beberapa pergantian pemimpin. Dimulai sejak kerajaan ini berdiri hingga kerajaan ini mengalami keruntuhan.

Berikut ini merupakan penjabaran dari raja-raja yang memerintah Kerajaan Bali, yaitu diantaranya adalah :

1. Sri Kesari Warmadewa

Penjelasan dari Raja ini terdapat di dalam Prasasti Blanjong yang mana prasasti tersebut bertuliskan angka 914 M, dan menyebutkan bahwa istana dari kerajaan bali ini berada di wilayah Singhadwala.

2. Ratu Sri Ugrasena

Ratu Sri Ugrasena memimpin Kerajaan Bali dari tahun 915 – 942 M dan istananya berada di wilayah Singhamandawa pada waktu itu. Selama masa pemerintahannya, Ratu Sri Ugrasena meninggalkan 9 buah prasasti sebagai bukti pemerintahannya.

Umumnya di dalam prasasti tersebut berisikan mengenai pembebasan pajak di beberapa daerah kekuasaan Kerajaan Bali. Selain itu, terdapat prasasti yang mengabarkan pendirian dari tempat-tempat suci. Kematian dari Ratu Sri Ugrasena kemudian dikuburkan di Air Mandatu.

3. Tabanendra Warmadewa

Tabanendra Warmadewa adalah raja yang memerintah kerajaan Bali dari tahun 955 – 967 masehi.

4. Jayasinghe Warmadewa

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Jayasingha Warmadewa bukan keturunan dari Tabanendra, sebab Jayasingha Warmadewa naik tahta pada tahun 960 M. Hal ini bersamaan dengan masa kekuasaan dari Tabanendra.

5. Jayashadu Warmadewa

Jayasadhu Warmadewa adalah raja yang memerintah Kerajaan Bali dari tahun 975 hingga 983 Masehi.

Baca Juga :
Peninggalan Kerajaan Tidore
Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
Peninggalan Kerajaan Majapahit

6. Sri Wijaya Mahadewi

Kerajaan Bali tidak hanya dipimpin oleh raja saja tetapi juga sempat diperintah oleh seorang wanita yang bernama Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi.

Menurut persepsi dari Stein Callenfels, Ratu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi datang dari Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan, menurut Damais juga menunjukkan bahwa ratu adalah putri dari Mpu Sindok (Jawa Timur).

Peninggalan Kerajaan Bali

Peninggalan Kerajaan Bali

Berikut ini terdapat berbagai macam peninggalan dan bukti sejarah dari Kerajaan Bali, yaitu sebagai berikut :

1. Prasasti Blanjong

Prasasti Blanjong merupakan prasasti tertua berisi cerita yang ditulis mengenai Pulau Bali. Dalam prasasti ini kata Walidwipa disebutkan, yaitu istilah untuk pulau Bali. Prasasti ini berasal dari tahun 835 çaka dan diterbitkan oleh raja Bali bernama Sri Kesari Warmadewa.

2. Candi Padas

Candi Padas atau yang lebih dikenal dengan Candi Gunung Kawi merupakan sebuah candi yang didirikan di Sungai Pakerisan, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar, Prov. Bali, Indonesia.

Bangunan Candi ini memiliki arsitektur yang sangat unik. Bagaimana tidak, umumnya candi didirikan dengan material batuan utuh dari bata merah atau batuan gunung, tetapi berbeda dengan candi ini. Candi tersebut merupakan sebuah pahatan yang terdapat pada dinding batu padas. 

3. Candi Yeh Mengening

Bangunan Candi Yeh Mangening terletak di wilayah Banjar, Sarasada, Desa Tampaksiring. Yeh Mengening adalah kuil yang dibangun cukup dalam di lembah sungai Pakerisan dengan tebing yang agak curam. Kuil Mangenin dibangun di bagian lereng timur tebing dan merupakan bukti sejarah masa lalu atau Bali kuno (10-13 M).

4. Pura Tirta Empul

Secara bahasa, julukan Tirta Empul berarti air yang menyembur keluar dari dalam tanah. Oleh sebab itu, Tirta Empul dianggap sebagai air suci yang keluar dari dalam tanah.

Pura Tirta Empul terletak di Tampaksiring Bali dan didirikan sekitar tahun 967 Masehi oleh Sri Candrabhaya Warmadewa yaitu raja dari Kerajaan Bali. Kuil ini biasanya digunakan untuk menjalani kehidupan yang sederhana, tanpa adanya dunia material, guna melakukan penebusan dosa, brate, yoga dan juga meditasi dengan semangat lingkungan alam.

5. Pura Penegil Dharma

Pura Penegil Dharma ini mulai dibangun sejak tahun 915 M yang keberadaannya sangat berhubungan erat dengan sejarah panjang dari Ugrasena, yaitu merupakan anggota keluarga dari Raja Mataram I dan juga Maha Rsi Markandeya di Pulau Bali.

F.A.Q

Kapan Kerajaan Bali didirikan?

Kerajaan Bali berdiri pada abad ke-8 – abad ke-14 Masehi dibawah pemerintahan sekelompok bangsawan yang disebut sebagai dinasti Warmadewa, dengan raja pertamanya adalah Sri Kesari Warmadewa.

Kerajaan Bali terletak dimana?

Bali adalah sebuah kerajaan yang letaknya berada di sebuah pulau kecil dekat Jawa Timur dengan nama yang sama dan umumnya Kerajaan Bali bercorak Hindu.

Apa penyebab runtuhnya Kerajaan Bali?

Penyebab runtuhnya kerajaan Bali adalah penaklukan yang dilakukan oleh Gajah Mada dari pemerintahan Majapahit, yang berupaya untuk memperluas wilayahnya ke Bali. Untuk mengendalikan Kerajaan Bali, mereka memulai strategi dengan berpura-pura bernegosiasi secara damai.

Demikianlah ulasan singkat yang kami jabarkan diatas, semoga dapat membantu pembaca untuk memahaminya.