Pendekatan Saintifik

Posted on

Pendekatan Saintifik – Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 tahun 2013, yang berisi standar untuk proses pendidikan dasar dan menengah, telah menunjukkan bahwa betapa pentingnya proses pembelajaran, yang dilakukan sesuai dengan aturan pendekatan ilmiah atau saintifik.

Pendekatan Saintifik

Upaya untuk menerapkan pendekatan ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar sering dianggap sebagai karakteristik yang memperkuat keberadaan kurikulum 2013, yang tentu saja sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Scientific Approach bukan diartikan sebagai metode pembelajaran, namun lebih berperan kedalam langkah-langkah dari proses kegiatan pembelajaran. Apa itu Pendekatan Saintifik? Bagaimana ciri-ciri dan langkah-langkahnya?

Untuk mengetahui itu semua, mari kita simak penjabaran mengenai Scientific Approach yang ada dibawah ini.

Definisi Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik sering diartikan sebagai kerangka ilmiah yang dilaksanakan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini sering disamakan dengan proses ilmiah, karena terdapat beberapa tahapan yang di lalui di dalamnya, terutama dalam kegiatan inti.

Pendekatan ilmiah juga sering dideskripsikan sebagai bentuk pengembangan dari sikap keagamaan dan juga sosial, pengetahuan serta keterampilan siswa dalam menerapkan materi pembelajaran.

Dengan menerapkan pendekatan ini, siswa tidak lagi digunakan sebagai objek belajar, akan tetapi digunakan sebagai subjek pembelajaran, guru hanya bertugas sebagai mediator dan juga motivator saja, selebihnya siswa yang menentukan.

Baca Juga :
Cek SKTP
Cek Taspen
Persamaan Perbedaan Cek Dan Bilyet Giro Beserta Aturannya

Karakteristik Scientific Approach

Dibawah ini terdapat beberapa karakteristik dari penerapan Scientific Approach, yaitu diantaranya adalah :

  • Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
  • Proses pembelajaran membentuk konsep diri siswa.
  • Kegiatan pembelajaran untuk menghindari verbalisme.
  • Proses belajar menawarkan siswa kesempatan untuk berasimilasi dan menggabungkan konsep, hukum, serta prinsip.
  • Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir para siswa/siswinya.
  • Proses pembelaharan untuk mengembangkan motivasi siswa dan motivasi guru untuk malkasanakan kegiatan belajar mengajar.
  • Memberikan seluruh siswanya kesempatan untuk melatih kemampuan mereka dalam berkomunikasi.
  • Terdapat sebuah proses memvalidasi konsep, hukum, serta prinsip yang sudah dibangun oleh para siswanya ke dalam struktur kognitif.

Tujuan dari Penerapan Scientific Approach

Terdapat beberapa tujuan dari penerapan Pendekatan Approach dalam kegiatan pembelajaran, yaitu diantaranya adalah :

  1. Bertujuan meningkatkan keterampilan intelektual, terutama keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
  2. Mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah sistematis yang terjadi.
  3. Untuk menciptakan kondisi belajar mengajar di mana siswa menganggap bahwa belajar itu merupakan suatu keharusan.
  4. Bertujuan untuk menghasilkan kegiatan pembelajaran yang tinggi.
  5. Untuk melatih para siswanya guna mengomunikasikan ide, terutama menulis sebuah artikel ilmiah.
  6. Meningkatkan dan mengembangkan karakter dari setiap siswanya.

Tahap – Tahap Penerapan Pendekatan Scientific

Berikut ini terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam menerapkan Scientific Approach, diantaranya adalah :

1. Fase Pengamatan

Selama proses observasi, maka para siswa sangat diharapkan memahami apa yang diberikan oleh guru, misalnya seperti video atau film yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Tidak hanya itu saja guru juga dapat menampilkan gambar yang terkait dengan materi pembelajaran.

2. Bertanya

Dalam kurikulum 2013, siswa dituntut untuk dapat memberikan pertanyaan kepada guru yang mengajar tentang materi pembelajaran.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan jawaban tentang informasi yang belum dipahami atau pertanyaan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang pengamatan yang dilakukan.

3. Mengumpulkan Informasi yang Didapat

Setelah siswa memiliki pertanyaan dengan melihat media yang ditampilkan oleh guru, tugas selanjutnya bagi siswa adalah mengumpulkan informasi.

Informasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Informasi ini dapat diakses melalui berbagai sumber belajar seperti buku, studi perpustakaan dan bahkan Internet.

Di sinilah para peserta didik ditintit harus secara aktif bekerja sama dengan kelompok mereka.

4. Mengolah Informasi

Setelah menerima informasi dan data yang dianggap memadai, kemudian para siswa membagi tugas untuk menghubungkan atau memproses informasi yang diterima guna menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan dan menyajikannya dalam bentuk laporan kelompok.

5. Mengkomunikasikannya 

Dalam menerapkan pendekatan ilmiah, guru harus memberikan setiap siswanya kesempatan untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari.

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara menulis atau menceritakan apa yang ada dalam penelitian, pemetaan dan pemodelan informasi yang mereka lakukan.

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Pendekatan Saintifik?

Pendekatan Saintifik sering diartikan sebagai kerangka ilmiah yang dilaksanakan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini sering disamakan dengan proses ilmiah, karena terdapat beberapa tahapan yang di lalui di dalamnya, terutama dalam kegiatan inti.

Apa yang dimaksud dengan Pendekatan Scaintifik menurut Rusman (2015)?

Pendekatan Saintifik merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menawarkan kepada para siswanya kesempatan untuk sepenuhnya mengeksplorasi dan memproses materi yang akan diperiksa. Hal ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswanya untuk memperbarui keterampilan mereka melalui kegiatan belajar yang dirancang oleh guru.

Apa itu 5m dalam kegiatan pembelajaran?

5 m merupakan langkah penerapan proses pembelajaran yang terdiri dari Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, serta Mengkomunikasikannya.

Nah, demikianlah informasi yang bisa saya berikan kepada para pembaca, semoga bermanfaat.