Pasar Bebas

Posted on

Pasar Bebas – Pasar merupakan salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Sebab, pasar menjadi salah satu tempat terpenting didalam kehidupan kita sehari-hari.

Didalam kehidupan sehari-hari, market memiliki banyak sekali jenisnya, dan salah satunya yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yaitu Pasar Bebas.

Apa itu Pasar Bebas? Mengapa disebut sebagai Pasar Bebas? Nah, untuk mendapatkan jawaban itu semua, yuk kita simak penjelasan dibawah ini.

Pasar Bebas

Definisi Pasar Bebas Secara Umum

Pasar Bebas merupakan salah satu bentuk pasar, dimana segala sesuatu yang berkaitan didalamnya tidak memiliki batasan atau standarisasi yang ditentukan oleh pihak pasar atau pemerintah, baik itu dari harga atau yang lainnya.

Nah, sesuai dengan namanya yaitu Bebas, maka semua pihak yang terkait didalam market tersebut memiliki kebebasan didalam melakukan segala aktifitasnya, menetapkan kebijakan dan yang lainnya.

Perlu anda ketahui, bahwa harga didalam pasar bebas sangat bergantung pada aspek penawaran dan juga permintaan yang terjadi antara pembeli dan juga penjual.

Baca Juga : Pasar Modal – Pengertian, Fungsi, Manfaat, Peran dan Instrumen

Definisi Free Market Menurut Para Ahli

Tidak hanya penjelasan yang ada diatas saja, tetapi terdapat beberapa pengertian dari Free Market yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • David Ricardo, Free Market adalah sebuah sistem perdagangan luar negeri, dimana setiap negara yang melakukan kegiatan ini tidak dihalangi dengan negara lain.
  • Adam Smith, Pasar bebas sering dianggap sebagai sebuah wadah yang berfungsi untuk menampung segala sesuatu yang diproduksi oleh masing-masing individu, dan berdasarkan dengan kebebasan yang harus dilakukan oleh para pelaku ekonomi adanya tanpa campur tangan pemerintah.

Karakteristik Dari Pasar Bebas

Untuk mendapatkan kejelasan yang lebih lanjut tentang pasar bebas, sekarang kita akan membahas tentang karakteristik pasar bebas, yang meliputi :

  • Sumber daya produksi dan juga peralatan yang dimiliki akan dikelola oleh seseorang, komunitas ataupun sebuah perusahaan.
  • Terdapat pengklasifikasian kelas di masyarakat, yaitu kelas pekerja dan juga kelas pemilik modal/saham.
  • Adanya persaingan yang terjadi antar pengusaha untuk memperoleh laba yang optimal atau sama (motif laba).
  • Tidak adanya campur tangan pemerintah di dalam pasar.

Baca Juga : Pasar Uang

Jenis – Jenis Free Market

Terdapat beberapa jenis dari Pasar Bebas yang ada di negara-negara seluruh dunia, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. NAFTA (North America Free Trade Area)

Organisasi ini merupakan salah satu contoh dari perdagangan bebas di Amerika Utara, yang meliputi Amerika Serikat, Kanada, dan juga Meksiko.

Organisasi yang dibentuk pada tahun 1994 ini bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kegiatan ekonomi dari suatu negara, termasuk hubungan perdagangan, mengkomunikasikan kegiatan budaya dengan menggunakan visa dan juga paspor.

Markas dari NAFTA tersebar dibeberapa ibukota, yaitu Amerika Serikat, Washington DC, Ottawa dan juga Meksiko City.

2. CAFTA (China – ASEAN Free Trade Area)

CAFTA adalah sebuah perjanjian perdagangan yang terjadi antara Cina dengan negara-negara anggota ASEAN, yang saling berkomitmen untuk melakukan pertukaran bebas tarif impor untuk produk-produk dari Cina ataupun ASEAN.

Tepatnya pada tahun 2001, Perdana Menteri Cina menyatakan dalam KTT ke-7 ASEAN di Bandar Sri Begawan Brunei Darussalam, yang disahkan di Vietnam pada November tahun 2008, bahwa ia akan memulai kerjasama komersial dengan ASEAN.

3. MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)

MEA merupakan sebuah Free Market yang dibentuk di Asia Tenggara pada tahun 2015 dan pastinya anggotanya berasal dari negara-negara yang termasuk kedalam anggota ASEAN.

Di dalam pasar bebas ini, semua negara anggota diberikan kebebasan untuk menjual barang dan juga jasa yang telah mereka hasilkan kepada anggota lain tanpa adanya bea cukai.

4. EU (European Union)

Uni Eropa merupakan sebuah perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan negara-negara di Wilayah Eropa dan terdiri dari 28 negara anggota.

Keuntungan yang didapatkan oleh negara-negara yang tergabung didalam organisasi ini adalah barang yang masuk dan keluar dari tiap negara anggota EU akan terbebas dari berbagai macam hambatan.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Bebas

Dari penjelasan yang ada diatas, terdapat beberapa kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh Free Market, yaitu meliputi :

Kelebihan yang Diberikan Free Market

  • Setiap orang berhak untuk mempunyai sumber daya kekayaan dan juga produksi yang berlimpah.
  • Kreativitas serta inovasi yang diberikan oleh komunitas dapat dikembangkan.
  • Adanya persaingan yang terjadi antar produsen yang mengarah kepada penciptaan berbagai jenis produk yang berkualitas tinggi.
  • Keefisiensian dan juga Keefektivitasan sangat tinggi, hal ini dikarenakan tindakan yang Anda lakukan selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.

Kekurangan yang Diberikan Free Market

  • Adanya tindakan eksploitasi terhadap ekonomi lemah yang dilakukan oleh mereka yang memiliki ekonomi kuat.
  • Dapat menyebabkan terjadinya monopoli pasar yang dapat membahayakan komunitas.
  • Adanya kesenjangan ekonomi antara kelompok ekonomi yang kuat dengan ekonomi yang lemah.
  • Munculnya ketidakstabilan ekonomi antar negara.

Baca Juga : Pasar Monopolistik – Pengertian, Contoh dan Ciri Ciri

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Pasar Bebas?

Pasar bebas merupakan sebuah konsep ekonomi yang berkaitan dengan penjualan produk antar negara tanpa adanya pajak atas ekspor dan impor atau jenis hambatan perdagangan lainnya.

Apa tujuan dari Pasar Bebas?

Tujuan dari Free Market adalah untuk meminimalkan hambatan perdagangan, sehingga aktivitas komersial dapat ditingkatkan melalui spesialisasi, pembagian kerja dan juga melalui keunggulan komparatif.

Apa saja dampak Negatif dari adanya Pasar Bebas di Indonesia?

1. Produk dalam negeri cenderung kurang kompetitif karena masuknya berbagai produk yang lebih murah dan berkulaitas tinggi dari luar negeri.
2. Meningkatkan kemungkinan perusahaan mengeksploitasi sumber daya alam.
3. Munculnya perasaan ketergantungan terhadap negara-negara industri lainnya.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.