Neraca Saldo – Pengertian, Fungsi, Bentuk, Penyusunan, Contoh

Posted on

Rumus.co.id – Kali ini kita akan membahas materi yang sangat menarik yaitu tentang Neraca Saldo, Kami akan jabarkan secara detail dan lengkap mulai dari pengertian Neraca Saldo, Fungsi, Bentuk, Penyusunan, Beserta Contohnya.

Pengertian Neraca Saldo

Neraca Saldo ialah suatu buku yang mempunyai isi berupa daftar yang menerangkan kumpulan saldo berasal dari data yang dipunyai oleh setiap rekening dari pihak- pihak terkait.

Neraca saldo biasanya memiliki beberapa kolom utama yang digunakan dalam melakukan sautu pendataan. Kolom – kolom tersebut antara lain yakni :

  • Kolom neraca itu sendiri
  • Kolom harga pokok produksi
  • Kolom perkiraan besar kecilnya keuntungan atau kerugian dari suatu transaksi
  • Kolom pembelian serta penjualan
Neraca Saldo
Neraca Saldo

Neraca Saldo pada biasanya dikeluarkan pada saat periode akhir untuk digunakan sebagai bahan evaluasi. Hal ini dikarenakan neraca ini akan menunjukan kesetabilan perekonomian yang didapatkan melalui suatu kegiatan ekonomi yang dijalankan selama prosesnya pada suatu perusahan.

Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo yang berfungsi sebagai bahan evaluasi karena menyajikan ringkasan daftar dari saldo-saldo akun yang berasal dari buku besar (the ledger) mempunyai fungsi sebagai berikut ini :

1. Fungsi persiapan
Neraca saldo memiliki fungsi untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.

2. Fungsi pencatatan
Fungsi pencatatan adalah fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi dalam penyajian data pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap data-data pada setiap akun rekening akan dibuat catatannya oleh neraca saldo dengan penyajian yang diperingkas.

3. Fungsi koreksi
Neraca saldo ialah laporan keuangan yang berfungsi sebagai bahan evaluasi sebelum pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan yaitu melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi. Inilah yang dimaksud fungsi koreksi dari neraca saldo.

4. Fungsi monitoring
Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan suatu data pada setiap akun selain berfungsi sebagai informasi juga dapat berfungsi sebagai monitoring keuangan dalam perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.

Berdasarkan fungsi dari neraca saldo yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa manfaat/ kegunaan neraca saldo baik untuk perusahaan jasa ataupun perusahaan barang, yakni :

  • Sebagai ringkasan dari akun-akun pada buku besar, neraca saldo bermanfaat untuk memberikan informasi yang valid untuk menyusun laba rugi laporan, ekuitas laporan dan neraca.
  • Seperti namanya dalam bahasa Inggris trial balance, neraca saldo bermanfaat untuk menguji keseimbangan jumlah debit dan kredit yang ada dalam buku besar serta membuktikan bahwa akurasi perhitungan dalam sistem pembukuan yang berjalan pada setiap tahunan operasi perusahaan.

Bentuk Neraca Saldo

Bentuk Neraca Saldo sangat sederhana hanya terdiri dari empat kolom yakni terlihat seperti gambar berikut ini :

Bentuk Neraca Saldo
Bentuk Neraca Saldo

Keterangan :

  • Kolom Nomer Akun : Kolom ini akan diisi oleh nomor kode akun secara urut (tidak boleh acak).
  • Kolom Nama Akun/Keterangan : Kolom ini akan diisi oleh Nama-nama akun yang ada dalam buku besar perusahaan tersebut dalam periode tertentu.
  • Kolom Debet/Debit : Kolom ini akan diisi dengan saldo debit dari setiap akun yang bersumber dari buku besar perusahaan tertentu dalam periode tertentu.
  • Kolom Kredit : Kolom ini akan diisi dengan saldo kredit dari setiap akun yang bersumber dari buku perusahaan tertentu dalam periode tertentu.

Cara Menyusun Neraca Saldo

Saldo-saldo pada buku besar bersifat sementara dan menjadi dasar penyusunan neraca saldo. Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi. Penyusunan neraca saldo bergantung pada bentuk akun dibuku besar.

Jika buku besar berbentuk stafel, neraca saldo dapat disusun dengan cara memasukkan jumlah saldo yang sudah tersedia pada setiap akun dibuku besar. Jika akun buku besar berbentuk skontro atau T, saldo setiap akun di buku besar harus dihitung terlebih dahulu.

Langkah – langkah penyusunan neraca saldo sebagai berikut ini :

a. Menghitung saldo tiap-tiap akun buku besar

  • Menjumlahkan sisi debit dan kredit dari akun buku besar, selanjutnya menentukan saldo tiap-tiap akun.
  • Memindahkan saldo tiap akun buku besar berbentuk stafel sesuai letak debit dan kredit.

b. Menyusun saldo tiap akun buku besar dalam neraca saldo sesuai nomor kode akun dan tingkat liquiditas.

Contoh Neraca Saldo

Berikut contoh adalah prosedur menyusun neraca saldo bentuk staffel (report form) :

Contoh Neraca Saldo Bentuk Staffel
Contoh Neraca Saldo Bentuk Staffel

Dari bagan diatas dapat diketahui bahwa akun buku besar bentuk staffel (report form) lebih sederhana jika digunakan untuk membuat neraca saldo karena hanya tinggal mengutip saja.

Terdapat sedikit berbeda dengan akun buku besar bentuk skontro atau bentuk akun T yang harus dihitung secara matematis terlebih dahulu sebelum dibuat dalam neraca saldo. Berikut ini adalah siklus akuntansi untuk penyajian neraca saldo bentuk scontro (account form)/ bentuk akun T :

Penyajian Neraca Saldo Bentuk Scontro
Penyajian Neraca Saldo Bentuk Scontro

Dari bagan diatas kita dapat buat daftar langkah membuat neraca saldo bentuk scontro (account form)/ bentuk akun T, sebagai berikut ini :

  • Langkah Pertama

Menjumlahkan kolom debit atau kolom kredit yang mempunyai dua atau lebih pendebitan atau pengkreditan. Untuk akun yang jumlah pendebitan atau pengkreditannya hanya 1 maka penjumlahan tidak perlu dilakukan.

  • Langkah Kedua

Untuk menghitung saldo debit/ saldo kredit hal yang dilakukan yakni menghitung selisih antara jumlah debit dengan jumlah kredit.

  • Langkah Ketiga

Memindahkan saldo debit/ saldo kredit ke masing-masing kolom debit atau kolom kredit yang ada pada neraca saldo.

Inilah tadi pembahahasan lengkap mengenai materi tentang Neraca Saldo, Semoga Bermanfaat…

Artikel Terkait :

Materi Terkait: