MRP Adalah

Posted on

MRP Adalah – Terdapat satu kemungkinan bagi suatu perusahaan agar dapat mengendalikan persediaan dalam konteks permintaan yang dependen.

Maka salah satu cara yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan adalah dengan menerapkan sistem Material Requirement Planning (MRP) atau disebut dengan “Little MRP”.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan penjelasan mengenai MRP (Material Requirement Planning) beserta dengan hal-hal yang terkait didalamnya.

MRP Adalah

MRP Adalah?

MRP (Material Required Planning) adalah metode yang berfungsi untuk menentukan komponen dan bahan apa saja yang dibutuhkan kapan dan seberapa banyak jumlahnya dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan rencana produksi yang dilaksanakan oleh perusahaan.

Tanpa adanya planning yang cermat dan juga pengontrolan yang ketat, maka risiko ketepatan waktu dalam pengiriman serta penerimaan bahan baku menjadi lebih besar.

Oleh karena itu hal tersebut dapat menyebabkan produksi barang atau jasa tidak dapat menghasilkan jumlah unit produk yang diperlukan oleh para pelanggan / konsumen.

Baca Juga : Gross Profit Margin

Definisi MRP Menurut Para Ahli

Selain penjelasan yang ada diatas, pengertian dari Material Requirement Planning juga diungkapkan oleh beberapa para ahli, yaitu diantaranya adalah :

  • Stevenson (2005), MRP adalah sebuah sistem informasi berbasis komputer yang berfungsi untuk mengartikan Master Production Schedule (MPS) dengan rencana produksi utama untuk produk jadi (produk akhir) yang kemudian diterjemahkan ke beberapa tahap, yaitu persyaratan, komponen, dan bahan baku rakitan.
  • Yudha Astana (2007), MRP adalah sebuah konsep yang digunakan didalam memanajemen produksi yang membahas tetang perencanaan yang baik dan benar dari persyaratan produk didalam proses produksi sehingga barang yang diminta akan tersedia sesuai dengan kebutuhan.
  • Heizer dan Render (2010), Perencanaan MRP adalah metode persyaratan terkait, yang penerapannya memakai daftar persyaratan material, inventaris, perkiraan pendapatan, serta rencana produksi utama untuk menentukan persyaratan bahan baku mana yang akan digunakan.
  • Schroeder (1994), MRP merupakan sebuah sistem informasi yang berfungsi untuk perencanaan dan pengendalian inventaris serta kapasitas bahan baku yang digunakan.

Tujuan Dari Penerapan MRP

Terdapat beberapa tujuan dari penerapan Material Requirement Planning didalam suatu proses produksi, yaitu diantaranya adalah :

1. Mengurangi Biaya Persediaan

MRP berfungsi untuk menentukan jumlah dan kapan komponen diperlukan sesuai dengan jadwal produksi utamanya (JIP). Dengan adanya komponen ini, maka pembelian bahan baku yang diperlukan untuk rencana produksi hanya dapat dilakukan seperlunya saja sehingga dapat meminimalkan biaya.

2. Membangun Komitmen yang realistis

Dengan adanya MRP, maka jadwal produksi yang sudah direncanakan dapat diperkirakan sehingga komitmen yang dibuat terkait pengiriman barang diwujudkan dengan cara yang lebih realistis.

Hal inilah yang menjadi faktor dari meningkatnya rasa kepuasan dan kepercayaan dari para konsumennya.

Baca Juga : Rumus Net Profit Margin

3. Meminimalkan risiko yang terjadi akibat produksi atau pengiriman tertunda

MRP bertujuan untuk menentukan banyaknya bahan baku yang diperlukan baik itu dari segi waktu dan jumlah, dengan mempertimbangkan masa tenggang untuk memproduksi barang serta pengadaan atau pembelian komponen.

Hal tersebut berfungsi untuk meminimalkan risiko terjadinta ketidak tersedianya bahan baku yang akan diproses, dan hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap rencana produksi.

4. Meningkatkan Kefektivitasan Produksi

MRP juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, karena jumlah persediaan barang, waktu produksi, serta waktu pengiriman barang dapat direncanakan sesuai dengan Jadwal Produksi Utama (JIP) yang ditentukan.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Penerapan MRP

Dibawah ini terdapat beberapa kelebihan kekurangan dari penerapan Material Requirement Planning, yaitu diantaranya adalah :

Kelebihan Penerapan Material Requirement Planning

  • Memiliki kemampuan untuk memberikan harga yang lebih bersaing.
  • Mampu memberikan harga jual yang lebih rendah diabndingkan dengan perusahaan lainnya.
  • Dapat meminimalkan stok atau persediaan bahan baku.
  • Memberikan layanan terhadap pelanggan secara lebih baik.
  • Mampu memberikan respons yang baik terhadap permintaan pasar.
  • Adanya kemungkinan untuk memperbarui program utama yang dijalankan.
  • Memiliki kemampuan untuk menunda atau membatalkan pesanan.
  • Dapat mengubah kuantitas pesanan.
  • Dapat memajukan atau bahkan menunda berakhirnya pesanan.

Kekurangan Penerapan Material Requirement Planning

  • Penggunaan sistem MRP adalah integritas data, yang berarti bahwa jika data dalam laporan inventaris salah, maka data BOM / master plan juga akan memberikan data yang salah.
  • MRP adalah sebuah sistem informasi yang benar-benar membutuhkan data spesifik mengenai berapa lama perusahaan menggunakan komponen yang berbeda untuk memproduksi produk tertentu dengan asumsi semua variabel.
  • Sistem ini juga beranggapan bahwa “lead time” dalam proses produksi sama seperti setiap produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan.

Proses Terjadinya MRP (Material Requirement Planning)

Terdapat beberapa langkah yang harus dilewati dalam upaya penyusunan Material Requirement Planning, yaitu diantaranya adalah :

  • Netting (persyaratan bersih), adalah penentuan dari persyaratan bersih yang berasal dari perbedaan antara persyaratan kotor (gross requirement) dengan persediaan yang ada.
  • Lotting (kuantitas pesanan), adalah salah satu tahapan, di mana jumlah pesanan untuk setiap komponen ditentukan berdasarkan dengan persyaratan bersih yang telah dihasilkan oleh proses netting.
  • Offsetting (rencana pemesanan), adalah fase di mana waktu pesanan yang direncanakan ditentukan dengan cara mempertimbangkan waktu tunggu (lead time process) dengan pesanan dari pemasok.
  • Exploding, dimana tahapan ini berfungsi untuk menentukan jumlah produk jadi yang dibutuhkan dengan menentukan bill of material dan kebutuhan kotor dari masing-masing komponen.

Baca Juga : Rumus NPV (Net Present Value) dan Contoh Soalnya

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan MRP?

MRP (Material Required Planning) adalah metode yang berfungsi untuk menentukan komponen dan bahan apa saja yang diperlukan kapan dan seberapa banyak jumlahnya dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan rencana produksi yang dilaksanakan oleh perusahaan.

Apa saja yang termasuk kedalam input MRP?

1. Jadwal Induk Produksi (Master production schedule).
2. Struktur Produk (Product structure Record & Bill of Material).
3. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record).

Siapa yang pertama kali menemukan MRP?

MRP pertama kali ditemukan dan diperkenalkan oleh Joseph Orlicky dari J.I Case Company sekitar pada tahun 1960.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan abru untuk kita semua.

Related posts: