Mobilitas Sosial

Posted on

Mobilitas Sosial – Social Mobility adalah salah satu bahan ajar yang ada di dalam mata pelajaran Sosiologi yang tidak boleh Anda lupakan. Sebab, materi ini sering sekali muncul di dalam berbagai bentuk ujian. Baik itu UTS, UAS, UN sampai SBMPTN.

Mobilitas Sosial

Sebagian besar dari masyarakat yang ada di berbagai negara sering mengartikan istilah tersebut sebagai perpindahan atau perubahan dari seorang individu maupun kelompok dari tingkat sosial yang satu ke tingkat sosial yang lainnya.

Akan tetapi, sebagian besar dari kita masih sangat asing jika diberikan pertanyaan mengenai istilah yang ada diatas. Nah, untuk pembahasan kali ini Rumus.co.id ingin memberikan penjelasan secara rinci mengenai Social Mobility. Yuk simak penjelasannya…

Definisi Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial itu sendiri terdiri dari dua kata yaitu Mobilitas dan juga Sosial. Kata Mobilitas merupakan term dari bahasa Latin yaitu “mobilis” yang berarti mudah untuk dipindahkan dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya.

Sedangkan, kata sosial itu sendiri merupakan sebuah istilah yang melibatkan individu ataupun kelompok masyarakat di dalam tafsirannya.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Mobilitas sosial adalah gerakan yang terjadi pada waktu yang berbeda karena adanya pergerakan atau perubahan posisi seseorang atau sekelompok orang.

Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Setelah memahami definisi dari Social Mobility secara umum, berikut ini merupakan definisi dari Social Mobility yang diungkapkan oleh para ahli, yaitu :

  • Soerjono Soekanto, Social Mobility merupakan gerakan yang terdapat di dalam struktur sosial di mana berperan untuk mewakili pola tertentu yang mengatur organisasi kelompok sosial
  • H. Edward Ransford, Social Mobility merupakan gerakan hierarkis ke atas atau ke bawah yang terjadi di lingkungan sosial.
  • Robert M.Z. Lawang, Social Mobility merupakan suatu pergerakan posisi dari satu level ke level lainnya atau dari satu dimensi ke dimensi lainnya.
  • Horton Dan Hunt, Social Mobility merupakan pergerakan dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lainnya.

Baca Juga :
Penyimpangan Sosial
Lembaga Sosial
Konflik Sosial

Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial

Pembagian bentuk dari mobilitas sosial ini disesuaikan menurut apakah hasil transfer status sosial tergantung pada tingkat kepemilikan sosial atau tidak.

Secara umum, bentuk dari Social Mobility ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu vertikal dan juga horizontal. Berikut merupakan penjelasan dari kedua jenis Mobilitas Sosial tersebut, yaitu :

1. Mobilitas Vertikal

Mobilitas Vertikal merupakan salah satu bentuk Social Mobility yang dibedakan menjadi mobilitas vertikal ke atas dan mobilitas vertikal ke bawah. Artinya, perubahan status sosial yang ada di dunia ini dapat menjadi lebih tinggi (atas) atau bahkan lebih rendah (bawah).

Oleh sebab itu, Vertical Mobility dapat disimpulkan sebagai perubahan dari status sosial seseorang atau sekelompok orang ke status sosial lain yang tidak lagi sesuai dengan yang sebelumnya.

2. Mobilitas Horizontal

Horizontal mobility merupakan perubahan status sosial seseorang atau kelompok yang tidak akan tidak mengubah derajatnya atau tetap sama seperti sebelumnya.

Misalnya seperti seorang Dokter yang sedang bekerja di rumah sakit yang ada di Bandar Lampung harus di pindah tugaskan ke rumah sakit yang ada di Jakarta.

Dalam hal diatas, Dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan tempat bekerja, namun tidak merubah status sosialnya sebagai seorang dokter.

Faktor – Faktor Pengaruh Social Mobility

Setelah kita memahami bentuk-bentuk dari Social Mobility yang ada diatas, maka dari itu kita juga harus mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Social Mobility, yaitu :

  • Struktural, merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan sebuah posisi yang lebih baik serta kemudahan untuk mendapatkannya.
  • Individu, sering diartikan sebagai faktor yang terkait dengan kualitas yang dimiliki oleh setiap individu di dalam hal sikap, pengetahuan, dan juga keterampilan.
  • Ekonomi, sering diartikan sebagai faktor yang bergantung pada situasi ekonomi di dalam lingkungan masyarakat. Apabila situasi ekonomi cenderung baik, maka mobilitas sosial juga dapat dilakukan dengan benar, begitupun sebaliknya.
  • Politik, sering diartikan sebagai faktor dalam Social Mobility ini sangat tergantung pada situasi politik yang ada didalam suatu negara. Kondisi dari suatu negara yang tidak stabil akan sangat berpengaruh terhadap kondisi keamanan dari negaranya.
  • Kependudukan, berdasarkan data yang diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi di Indonesia hampir selalu meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan ini dapat membatasi area perumahan dan juga dapat menimbulkan kemiskinan.

F.A.Q

Apa itu Mobilitas Sosial?

Mobilitas sosial adalah gerakan yang terjadi pada waktu yang berbeda karena adanya pergerakan atau perubahan posisi seseorang atau sekelompok orang.

Mengapa Faktor Ekonomi dapat menghambat terjadinya Mobilitas Sosial?

Karena kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan, akan mempersulit bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan, pelatihan atau modal usaha yang diperlukan untuk menemukan pekerjaan yang baik atau memulai sebuah bisnis untuk mencapai mobilitas vertikal.

Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang sudah sejahtera hidupnya akibat adanya Social Mobility?

Kesejahteraan yang berasal dari mobilitas sosial dapat dilihat pada keperluan hidup dari orang tersebut. Ketika kebutuhan primer, sekunder dan juga tersier telah dipenuhi, dapat dibilang bahwa orang tersebut sudah menerima kesejahteraan sosialnya karena adanya mobilitas sosial.

Demikianlah artikel singkat ini, semoga gambaran ringkas mengenai Social Mobility dapat membantu kegiatan belajar Anda. Terimakasih atas kunjungan anda.