Minyak Bumi

Posted on

Minyak Bumi – Minyak Bumi diklasifikasikan sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan. Selain itu, sebutan “emas hitam” diberikan kepada minyak bumi karena cairannya yang kental dan memiliki warna coklat tua.

Minyak Bumi

Sumber daya ini sangat mudah untuk terbakar dan harus mencapai kerak bumi terlebih dahulu untuk mencapainya. Sumur selalu dibangun di area penambangan untuk menggali emas hitam ini.

Crude Oil bisa menjadi pengukuran dari kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara. Manfaat dari minyak yang satu ini sangat banyak bagi kehidupan, dan salah satunya yaitu sebagai bahan bakar untuk kendaraan otomotif.

Meskipun banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun masih banyak yang tidak mengetahui arti dari Crude Oil dan proses pembuatannya. Yuk kita simak penjabaran di bawah ini..

Sejarah Minyak Bumi

Kata Minyak Bumi di dalam bahasa latin disebut sebagai Petroleum. Sedangkan, kata Petroleum ini terdiri dari dua kata, yaitu dari kata petrus yang berarti karang atau batu dan juga oleum yang berarti minyak.

Sementara itu, secara bahasa apabila kedua kata tersebut digabungkan maka memiliki makna yaitu minyak yang tercipta dari tumpukan karang atau batu. Minyak Bumi memiliki julukan lain yaitu emas hitam.

Istilah Crude Oil ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1556 dalam risalah oleh pakar pertambangan Jerman Georg Bauer, yang dikenal dengan Georgius Agricola.

Tercatat bahwa sudah lebih dari 4rb tahun lalu bahwa minyak bumi ini digunakan untuk membangun konstruksi gedung dan juga menara Babylon. Berdasarkan penelitian Herodotus dan Diodorus Siculus, ada banyak sumur minyak di dekat Ardericca.

Komposisi dasar yang sangat mendominasi dari proses pembentukan Crude Oil ini yaitu senyawa alkana. Meskipun senyawa pembentukannya sama, akan tetapi penampilan dan juga warnanya sangat jauh berbeda, hal ini tergantung pada kemurnian dari oilnya.

Baca Juga :
Sumber Daya Alam
Sumber Daya Manusia
Penyebab Pencemaran Air

Komponen – Komponen Penyusun Crude Oil

Ciri – ciri dari minyak bumi dapat kita lihat dari segi warnanya, yaitu memiliki warna coklat kehitaman dan bertekstur kental serta harus diproses kembali baru kemudian dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Selain ciri-ciri, apakah kalian sudah mengetahui apa saja unsur-unsur yang ada di dalam Crude Oil? Sebelum minyak bumi pada akhirnya dipakai dalam kehidupan sehari-hari, dalam bentuk minyak mentah. Berikut ini unsur-unsur penyusun dari Crude Oil, yaitu :

  1. Aliphatic Hydrocarbons adalah salah satu unsur penyusun Crude Oil yang memiliki sifat jenuh dan juga berwujud alkana.
  2. Aromatic Hydrocarbons merupakan salah satu unsur penyusun Crude Oil yang berwujud benzena.
  3. Cycloalkane Hydrocarbons adalah salah satu unsur penyusun Crude Oil yang berwujud siklopentana serta sikloheksana.
  4. Senyawa lain yang berperan sebagai penyusun dari Crude Oil yaitu nitrogen, belerang, oksigen serta organo logam.

Perkembangan Minyak Bumi

Terdapat beberapa perkembangan Crude Oil dari waktu ke waktu yang digunakan oleh beberapa negara, yaitu sebagai berikut :

  • Sudah sejak 5rb tahun sebelum Masehi, Bangsa Assyria, Babilonia Kuno serta Sumeria sudah menggunakan Crude Oil sebagai obat untuk membasmi kutu, pencahar, serta mengobati luka.
  • Di Timur Tengah, lebih tepatnya, Iran merupakan negara pertama yang menggunakan Crude Oil yang diekstraksi langsung dari permukaan selokan.
  • Ada versi Pula yang mengklaim bahwa sejak zaman Nabi Nuh di Amerika Serikat, minyak dalam bentuk tar dan juga aspal mengalir ke permukaan yang digunakan untuk memperbaiki kapalnya yang berlubang.
  • Seiring waktu berjalan, jalur untuk mendapatkan Crude Oil menjadi semakin canggih, ditandai dengan kehadiran industri minyak yang didirikan di Titusville, Amerika Serikat, pada tahun 1859. Sejauh ini, ada banyak industri minyak di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Contoh Hasil Pengolahan Minyak Bumi

Terdapat beberapa olahan dari minyak bumi yang dapat digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari, yaitu diantaranya adalah :

1. Liquified Petroleum Gas

Gas yang sering kita gunakan sebagai bahan bakar memasak adalah hasil dari minyak mentah yang diolah. LPG didominasi oleh gas propana (C3H8) dan butana (C4H10), yang telah dikompresi menjadi cair dan ditempatkan dalam tabung logam bertekanan tinggi.

LPG juga mengandung sejumlah kecil hidrokarbon lain seperti etana (C2H6) dan juga pentana (C5H12).

2. Bensin

Bensin adalah bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan bermotor yang terdiri dari komponen penting di dalamnya yaitu oktana dan juga n-heptana.

Semakin bagus kualitas bensinnya, ditentukan oleh banyak sedikitnya bilangan oktan yang terdapat di dalamnya. Agar bilangan oktan lebih banyak, perlu ditambahkan dengan senyawa khusus seperti TEL dan MTBE.

3. Nafta

Naphtha adalah bahan baku yang perlu dikerjakan ulang pada fase kedua sehingga naphtha tidak dapat langsung dipakai. Naphtha umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses produksi plastik, pelarut, karet dan juga industri petrokimia lainnya.

Nafta juga biasanya dipakai sebagai bahan baku dalam proses produksi komponen bensin dengan oktan tinggi seperti Pertamax.

4. Solar

Solar adalah diesel yang sangat sering digunakan di Indonesia. Bahan bakar ini adalah hasil dari campuran alkana dengan rantai C15H32-C16H34.

Produk minyak olahan digunakan sebagai bahan bakar diesel yang ada di kendaraan bermotor. Contohnya seperti bus, truk, kereta diesel dan juga traktor. Tidak hanya itu saja, solat juga dapat dipakai sebagai bahan bakar pada mesin industri.

F.A.Q

Apa itu Minyak Bumi?

Kata Minyak Bumi di dalam bahasa latin disebut sebagai Petroleum. Sedangkan, kata Petroleum ini terdiri dari dua kata, yaitu dari kata petrus yang berarti karang atau batu dan juga oleum yang berarti minyak.

Manfaat dari Crude Oil?

1. Sebagai Bahan Bakar.
2. Industri Kimia.
3. Sumber Gas Cair.
4. Produksi Bahan Serat.
5. Sumber Produksi Polimer.
6. Produk Keperluan Dapur.
7. Sumber Bahan Poliuretan.

Kapan istilah Minyak Bumi diperkenalkan?

Istilah Crude Oil ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1556 dalam risalah oleh pakar pertambangan Jerman Georg Bauer, yang dikenal dengan Georgius Agricola.

Sekian referensi yang bisa disampaikan dalam ulasan kali ini. Semoga membantu yaaa..