Metamorfosis Belalang

Posted on

Metamorfosis Belalang – Belalang merupakan salah satu jenis Hewan, yang termasuk kedalam Klasifikasi Insekta (Insecta) dalam Bahasa Latin, yaitu Insectum yang artinya Terpotong menjadi beberapa bagian.

Metamorfosis Belalang

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama membahas tentang Metamorfosis Belalang beserta dengan Struktur-struktur yang terkait didalam prosesnya.

Pengertian

Belalang adalah Salah satu jenis Serangga yang sering menjadi hama, bagi Tanaman para Petani. Belalang memiliki sifat yang rakus, sehingga membuat Daun-daun pada suatu Tanaman habis dimakan olehnya.

Tetapi jenis Serangga satu ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan Ekosistem, salah satunya adalah Ekosistem Sawah. Belalang berperan dalam menjaga Ekosistem, karena memangsa Hama lainnya dan menjadi makanan bagi beragam jenis Burung dan Hewan Melata.

Pada saat ini, Spesies Belalang diketahui terdapat lebih dari 11.000 jenis yang telah ditemukan. Hewan yang diklasifikasikan kedalam golongan Serangga ini, pada umumnya memiliki Warna Coklat atau Hijau dengan bintik-bintik hitam pada bagian tubuhnya.

Seluruh bagian Spesies Belalang yang ditemukan merupakan Hewan Herbivora atau Pemakan Tanaman. Belalang memiliki 2 pasang sayap, yaitu Sayap Depan yang kecil serta kasar dan Sayap Belakang yang besar serta berselaput.

Serangga ini juga memiliki Kaki Belakang Besar yang berfungsi untuk melompat dan memiliki Antena Pendek sebagai Alat Sensor untuk mengetahui pergerakan Hewan yang akan memangsanya . Pada umumnya Belalang Betina berukuran lebih besar daripada Belalang Laki-laki.

Belalang ini merupakan salah satu Serangga yang mengalami Proses Metamorfosis dalam kehidupannya. Metamorfosis yang terjadi pada Belalang, tergolong kedalam jenis Metamorfosis Tidak Sempurna, karena tidak mengalami berbentuk berupa Kepompong atau Pupa.

Klasifikasi

Belalang
Bahasa InggrisGrasshopper
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoOrthoptera
Sub OrdoCaelifera
KeluargaAcrididae

Belalang terbagi menjadi 2 kelompok utama, yaitu :

Belalang Antena Panjang (Tanduk)
Belalang Antena Pendek (Locuts)

Ciri-Ciri

Belalang memiliki ciri-ciri khusus yang membantu untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya, yaitu sebagai berikut ini :

1. Karakteristik Fisik

Dari segi Anatomi Belalang biasanya berwarna Cokelat, Hijau atau Hitam, memiliki Kaki Belakang yang besar untuk membantu Belalang dalam melompat jarak jauh dari daun ke daun, Kaki Tengah dan Kaki Depan digunakan untuk berjalan dan menggenggam daun-daunan, Antena Belalang memiliki Struktur Sensorik yang merespon berupa Sentuhan dan Sau, Belalang memiliki Mata yang berfungsi untuk merasakan Intensitas Cahaya dan mencakup penglihatan yang luas, serta memiliki dua pasang sayap pada bagian depan yang ramping dan pada bagian belakang yang besar, oleh karena itu dalam Bahasa Inggris disebut dengan Grasshoppers.

2. Makanan

Sebagian besar Belalang termasuk kedalam golongan Hewan Herbivora, yaitu Mengkonsumsi Tumbuh-tumbuhan yang berada di pohon. Beberapa Spesies Belalang hidup pada Tumbuhan Inang dan memakan Daun, Bunga, Batang dan Biji Buah.

Pada Spesies Belalang lainnya ada yang termasuk kedalam golongan Hewan Omnivora, yaitu Memakan apa yang berada di tanah, yaitu Seperti potongan Daun, Bunga, Biji Buah bahkan Serangga yang telah mati. Tetapi biasanya Belalang mengkonsumsi makanan yang mengandung Asam Amino, Gula dan Vitamin yang Kompleks.

3. Reproduksi

Pada Belalang Betina biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada Belalang Jantan, karena Ovipositornya. Setelah Belalang kawin dan siap untuk bertelur. Maka Belalang Betina akan menggunakan Ovipositornya untuk menggali lubang pada tanah, sehingga Belalang Betina bisa bertelur.

Pada Telur yang dihasilkan oleh Belalang Betina memiliki Bentuk, Ukuran, dan Jumlah Telur yang berbeda-beda, tergantung pada jenis Spesies Belalang tersebut.

4. Perilaku

Belalang beraktivitas pada siang hari, tetapi terkadang mencari makanan pada malam hari. Belalang tidak memiliki sarang atau wilayah dan beberapa spesies melakukan migrasi panjang untuk menemukan pasokan makanan baru. Sebagian besar spesies soliter dan hanya berkumpul bersama untuk kawin, tetapi spesies yang bermigrasi terkadang berkumpul dalam kelompok besar jutaan atau bahkan milyaran individu.

Belalang memiliki predator seperti kumbang, burung, tikus, ular, dan laba-laba. Ketika Belalang merasa terancam, mereka akan mengeluarkan berupa Cairan berwarna Cokelat.

Beberapa Ilmuwan berpendapat bahwa, Cairan yang dikeluarkan oleh Belalang ini dapat melindunginya dari serangan Hewan lainnya, seperti Kalajengking, Kelabang, Laba-Laba dan lain-lainnya.

Belalang akan akan bersembunyi dari serangan Hewan lainnya yang akan memangsa mereka, dengan bersembunyi diantara Rerumputan atau Dedaunan yang berwarna sama dengan tubuh Belalang, sehingga Belalang mampu Berkamuflase dan akan sulit untuk ditemukan.

Proses Metamorfosis

Belalang hanya mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna, dengan 3 tahapan utama, yaitu Fase Telur, Nimfa, dan Belalang Dewasa.

1. Stadium Telur

Proses Metamorfosis Belalang ini diawali dengan Fase Telur. Telur Belalang terbentuk hasil dari Pembuahan Sel Telur Belalang Betina yang dibantu dengan Spermatozoa pada Belalang Jantan.

Telur yang telah dihasilkan tersebut, kemudian akan diletakan oleh Belalang Betina pada suatu tempat, seperti Dedaunan, Batang Tanaman, hingga berada dalam Tanah.

Dalam satu kali Proses pembuahan, Belalang Betina ini pada umumnya dapat menghasilkan 10 – 300 butir telur. Telur Belalang sendiri berbentuk menyerupai sebutir beras.

Penetasan pada Telur Belalang sendiri sangat bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungan yang berada disekitarnya. Apabila pada daerah Tropis, Telur tersebut bisa menetas lebih cepat, dan pada daerah Sub Tropis, Telur dapat mengalami masa penetasan hingga 10 bulan, pada awal Musim Panas.

2. Stadium Nimfa

Nimfa adalah Belalang Kecil yang belum memiliki Sayap dan Alat Reproduksi, Nimfa ini muncul setelah Telur Belalang menetas. Nimfa pada umumnya berwarna Putih, dan kemudian akan berubah warna menjadi Hijau atau Cokelat setelah terkena Sinar Matahari dalam beberapa saat.

Fase Nimfa pada tahap Metamorfosis Belalang sendiri, pada umumnya berlangsung sekitar 25 – 40 hari. Selama dalam bentuk Fase ini, Nimfa akan memakan Daun-daun muda, mengalami Pertumbuhan, dan mengalami Ganti Kulit (Instar) sebanyak 4 – 6 kali, tergantung pada Suhu dan Kelembaban lingkungannya.

3. Stadium Belalang Dewasa

Setelah melewati Fase Nimfa selama 1 bulan, Proses Metamorfosis pada Belalang kemudian akan memasuki Fase Belalang Dewasa. Belalang Dewasa ini telah memiliki sayap yang lengkap dan kuat, sehingga Belalang mampu untuk terbang.

Sistem Reproduksi yang dimiliki oleh Belalang pun telah matang, yang akan digunakan untuk menghasilkan Telur-telur Belalang baru.

Jenis-Jenis

Dalam bentuk ukuran tubuhnya, Belalang memiliki jenis-jenis yang beraneka ragam, yaitu sebagai berikut :

1. Belalang Kayu

Metamorfosis Belalang

Belalang Kayu memiliki ukuran tubuh sekitar 85 mm, pada saat Belalang Kayu dewasa, memiliki Warna Cokelat Tua pada tubuhnya. Berbeda pada saat Belalang Kayu yang berusia muda, dimana memiliki Warna Hijau pada tubuhnya.

Biasanya jenis Belalang satu ini akan berganti kulit, pada saat memasuki Musim Dingin, dan akan mengalami Proses Hibernasi. Habitat pada Belalang Kayu ini, terdapat antara Semak-semak atau Pepohonan dengan makanan Dedaunan.

Belalang Kayu ini tergolong dalam kelas Famili Acrididae, yang mana kelas Famili ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu Memiliki Antena berukuran pendek dan Alat Pendengaran atau Tympana sebagai Segmen pertama Abdomennya.

2. Belalang Sembah

Metamorfosis Belalang

Belalang Sembah atau Belalang Sentadu, merupakan salah satu jenis Serangga yang tergolong ke dalam ordo Mantodea. Belalang Sembah ini memiliki nama lain, yaitu Praying Mantis yang artinya Serangga Berdoa.

Belalang Sembah ini memiliki suatu kebiasaan yang sangat menyeramkan, yaitu Ketika Belalang Sembah sedang memasuki tahap perkawinan, Belalang Betina akan memakan kepala dari Belalang Jantan setelah selesai melakukan perkawinan.

Spesies pada Belalang Sembah ini terdapat lebih dari 200 jenis yang tergolong kedalam 9 Famili, serta tersebar ke seluruh bagian Dunia. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 200 Spesies Belalang Sembah, salah satu yang terkenal adalah Hierodula Vitrea atau Cengcorang.

3. Belalang Daun

Metamorfosis Belalang

Belalang Daun dalam Bahasa Latin, yaitu Atractomorpha Crenulata yang merupakan termasuk kedalam golongan Ordo Orthoptera. Belalang Daun memiliki ciri-ciri bentuk yang khusus yaitu Tubuh yang berwarna hijau menyerupai Daun.

Tubuh pada Belalang Daun ini memiliki Caput, Toraks, Abdomen, dan lain-lainnya. Belalang ini juga memiliki kemampuan Polimorfisme, yaitu Mampu mengubah warna pada tubuhnya dari Hijau menjadi Cokelat.

Belalang Daun ini akan berubah menjadi Kecokelatan, pada saat Suhu lingkungan mulai tinggi (Musim Kemarau Panjang), dan berubah menjadi Kehijauan, pada saat Musim Hujan.

Demikianlah penjelasan mengenai tentang Artikel ini yang meliputi beserta Pengertian, Klasifikasi, Ciri-Ciri, Proses Metamorfosis, dan Jenis-Jenisnya.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua.