Meganthropus Palaeojavanicus

Posted on

Meganthropus Palaeojavanicus – Di Indonesia sendiri, terdapat banyak sekali jenis-jenis fosil dari manusia purba yang ditemukan di negara ini, dan salah satunya adalah fosil manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus.

Meganthropus Palaeojavanicus

Ya, Meganthropus merupakan sebuah kisah sejarah yang sangat indah dan informasi yang sangat menarik untuk bisa kita pelajari bersama. Oleh karena itu, yuk kita simak penjabarannya dibawah ini.

Apa itu Meganthropus Palaeojavanicus?

Meganthropus Palaeojavanicus merupakan salah satu manusia purba tertua yang ada di Indonesia. Kata Meganthropus berasal dari beberapa penggabungan kata, yaitu Mega berarti besar dan Anthropus berarti manusia.

Sedangkan Palaeojavanicus merupakan sebuah kata yang tersiri dari Paleo yang berarti tertua, serta Javanicus yang artinya Jawa.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Meganthropus Paleojavanicus merupakan fosil manusia yang memiliki ukuran tubuh sangat besar dan paling tua di Pulau Jawa.

Baca Juga : Zaman Praaksara

Salah satu jenis fosil manusia purba ini, diperkirakan sudah hidup dari 1 sampai 2 juta tahun yang lalu atau pada masa Paleolithikum (zaman batu tua).

Ciri – Ciri Dari Manusia Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus

Terdapat beberapa ciri-ciri yang menggambarkan manusia Meganthropus ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Memiliki bentuk dahi yang sangat mendatar dan tebal.
  • Mempunyai bentuk tulang dahi yang sangat menonjol.
  • Memiliki rahang bawah yang sangat tebal dan juga kuat.
  • Mempunyai tubuh yang sangat tegap.
  • Tinggi badan sekitar 130 hingga 210 cm.
  • Memiliki bentuk kaki yang sangat panjang dan dominan untuk berjalan.
  • Terdapat bentuk tengkorak yang panjang dan pendek.
  • Memiliki mata yang berbentuk orbit.
  • Terlihat seperti tidak memiliki dagu, namun memiliki bentuk mulut yang sangat menonjol.
  • Memiliki bentuk graham seperti manusia tetapi bukan dagu, lebih mirip seperti kera.
  • Tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap atau berpindah-pindah (Nomaden).
  • Sumber makanannya diperoleh dari alam, seperti menangkap ikan, tumbuh-tumbuhan dan berburu.

Sejarah Penemuan Fosil Meganthropus

Von Koenigswald adalah seorang peneliti berkebangsaan Belanda yang pertama kali menemukan fosil manusia jenis Meganthropus Paleojavanicus. Koenigswald menemukannya pada tahun 1936 di wilayah Sangiran, provinsi Jawa Tengah.

Mengingat sangat sedikitnya fosil Meganthropus Paleojavanicus yang telah ditemukan, maka masih sangat sulit bagi banyak peneliti untuk menentukan posisi dari populasi purba ini dalam evolusi manusia.

Selain itu, banyak peneliti yang mengalami kesulitan untuk menghubungkan Meganthropus Paleojavanicus dengan Pithecanthropus, yang juga ditemukan di Negara Indonesia.

Baca Juga : Zaman Paleolitikum

Jenis – Jenis Manusia Meganthropus Palaeojavanicus

Dibawah ini terdapat beberapa jenis manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus, yaitu diantaranya adalah :

1. Arkaik

Arkaik merupakan salah satu manusia purba tipe homo yang ditemukan dalam lapisan tanah liat berwarna hitam dalam pembentukan grenzbank dan pucangan di wilayah Sangiran serta pasir vulkanik di utara Perning.

2. Progresif

Progresif merupakan salah satu spesies tetua yang paling sempurna, spesies ini ditemukan di endapan aluvial Ngandong (Blora), Selopuro (Ngawi) dan juga dalam endapan vulkanik Tiger Connect.

Volume otak dari spesies ini sudah mencapai 1.100 cc, dengan ukuran tengkorak yang lebih tinggi dengan wajah pudar.

3. Tipik

Manusia primitif jenis ini adalah salah satu jenis yang paling maju dibandingkan dengan manusia purba jenis lainnya sebab memiliki kapasitas otak sekitar 1.000 cc. Spesies ini adalah bagian terbesar dari Homo erectus di Indonesia.

Penemuan dari fosil ini ditemukan di kedungbrubus (Madiun), Patiayam (Kudus), dan pada tahun 2011 di temukan lagi di daerah Tegal.

4. Meganthopus 2

Meganthopus 2 adalah fragmen tengkorak yang pertama kali dideskripsikan oleh Sartono pada tahun 1982. Tengkorak itu memiliki bentuk yang lebih dalam, lebih melengkung dan lebih luas dari spesimen yang belum ditemukan sebelumnya.

5. Meganthopus 1

Spesimen Tyler ini telah digambarkan sebagai tengkorak yang hampir lengkap, tetapi sudah dihancurkan dalam batas-batasnya.

Perbedaan dari tipe ini dengan tipe lainnya adalah spesimen ini tidak mempunyai tonjolan ganda, yang hampir penuh di atas tengkorak dan memiliki leher yang sangat tebal.

6. Homo Soloensis

Franz dan Koenigswald menemukan manusia purba jenis ini sekitar tahun 1931 dan 1934. Karena ukuran kapasitas otaknya, manusia purba ini tidak dikategorikan sebagai manusia kera.

Mereka juga dianggap memiliki kepintaran yang lebih dan mempunyai sisi kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis manusia purba lainnya.

Fosil pertama yang ditemukan dari jenis manusia purba ini adalah tulang tengkorak. Dan sudah hidup sekitar 900.000 dan 300.000 tahun yang lalu.

Baca Juga : Kapak Perimbas

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Meganthropus Palaeojavanicus?

Meganthropus Palaeojavanicus merupakan salah satu manusia purba tertua yang ada di Indonesia. Kata Meganthropus berasal dari beberapa penggabungan kata, yaitu Mega berarti besar dan Anthropus berarti manusia.

Siapa yang pertama kali menemukan Fosil Meganthropus Palaeojavanicus?

Von Koenigswald adalah seorang peneliti berkebangsaan Belanda yang pertama kali menemukan fosil manusia jenis Meganthropus Paleojavanicus. Koenigswald menemukannya pada tahun 1936 di wilayah Sangiran, provinsi Jawa Tengah.

Bagaimana kehidupan dari Meganthropus Palaeojavanicus?

Manusia purba yang termasuk dalam spesies Meganthropus Palejavanicus ini hidup dengan cara yang masih sangat primitif. Sebab, banyak dari mereka adalah vegetarian, sehingga mereka sering makan makanan yang tersedia di alam dengan cara Food Gathering.

Demikianlah penjabaran dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi wawasan baru untuk para pembaca.