Majas Tautologi

Posted on

Majas Tautologi – Gaya Bahasa atau yang lebih akrab disebut dengan Majas umumnya dipakai di dalam berbagai macam karangan. Penggunaan dari macam-macam gaya bahasa ini bertujuan agar bisa membuat kalimat menjadi lebih indah dan membuat bahasanya tidak begitu formal.

Majas Tautologi

Oleh sebab itu, majas atau gaya bahasa sering dipakai di dalam jenis-jenis karya sastra baik prosa, puisi, cerpen hingga novel. Sebelumnya kita sudah menyimak penjelasan dari berbagai macam gaya bahasa.

Beberapa gaya bahasa tersebut masuk kedalam kategori majas perbandingan dan juga pertentangan. Nah, dalam kesempatan kali ini kita secara bersama-sama akan membahas mengenai majas tautologi yang masuk sebagai kategori dari majas penegasan.

Majas Tautologi Adalah?

Majas Tautologi merupakan salah satu gaya bahasa yang memanfaatkan pengulangan kata maupun pernyataan dengan tujuan untuk mempertegas kembali maksud yang terkandung di dalam kalimat maupun pernyataan tersebut.

Namun, jika dijelaskan secara bahasa, kata Tautologi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata “tautologia” yang berarti pengulangan makna.

Sedangkan menurut KBBI, Tautologi diartikan sebagai pengulangan gagasan, pernyataan atau kata-kata berlebihan dan sesungguhnya tidak perlu karena mempunyai arti yang sama.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Majas Tautology sebagai gaya bahasa yang didalamnya mengandung pengulangan kata atau memakai kata yang bermakna sama guna memberikan penegasan terhadap kalimat atau kata tertentu.

Contoh Kalimat Tautology Majas

Di bawah ini terdapat beberapa contoh dari kalimat yang mengandung Majas Tautology, diantaranya adalah :

  1. Mengapa malam ini begitu sepi, mengapa begitu sunyi pengharapan hati ini.
  2. Bukan maksudku tuk menyakiti, bukan maksudku tuk membuatnya menangis.
  3. Di dalam senang, di dalam tidak senang
  4. Waktu aku bahagia, waktu itu juga aku merana,
  5. Masa menangis, masa bahagia.
  6. Gelap sekali hari ini, gelap sekali hati ini.
  7. Kau begitu indah, kau begitu sempurna.
  8. Kau benar-benar kuat, kau benar-benar perkasa.
  9. Mengapa hari ini Kamu terlihat cemas dan juga gelisah seperti ini.
  10. Sejarah di masa lalu wanita cantik itu sungguh menyedihkan.
  11. Selama ini aku sudah menunggu mu, selama ini aku sudah menanti mu dan selama itu pula aku mengerti bahwa kau tak akan kembali.
  12. Sangat cantik wajahmu, sangat manis senyummu hingga membuat ku tak sabar ingin bertemu.
  13. Bukan aku tak mencintainya, bukan pula aku membencinya.
  14. Bakso ya ada di ujung jalan itu rasanya amat sangat sedap sekali.
  15. Kepalaku terasa amat sakit, rasanya amat pusing.
  16. Kebetulan sekali aku berjumpa dengannya dan kebetulan pula dia berjumpa dengan ku.
  17. Soal matematika tersebut sangat sulit dan juga terlalu sukar untuk aku jawab.
  18. Aku harus menerima semua peristiwa ini dengan sabar dan juga lapang dada.
  19. Jadi orang jangan suka mengadu domba, jadi orang jangan suka mencari masalah, sebab itu perbuatan dosa.
  20. Coba cerita apa yang kamu lihat barusan? Sehingga raut wajah mu menjadi cemas dan juga gelisah begini.

Baca Juga :
Majas Penegasan
Jenis Jenis Majas
Contoh Kalimat Bermajas

Contoh Tautology Majas Dalam Puisi

Berikut ini adalah beberapa contoh dari Tautology Majas yang terkandung didalam puisi, diantaranya adalah :

Bermimpi

Apabila hatimu sedang merasa tertekan
Maka berbaringlah di dalam kesunyian
Apabila hatimu sedang tidak bahagia
Maka tutuplah matamu dengan segera dan tidurlah
Berharap dapat terbang tinggi ke angkasa
Ke dunia mimpi yang sangat amat indah
Apabila hatimu sudah bahagia
Maka bukalah matamu dan kemudian bangunlah dari mimpi indahmu
Karena sudah ada orang yang selalu menunggumu

Semangat Sahabatku

Kicauan burung yang terdengar di pagi hari
Seolah-olah ia tengah menyenandungkan sebuah lagu dengan merdu
Bak mandi digunakan untuk mengkondisikan jantung
Tubuh itu dipenuhi dengan antusiasme yang baru
Apa yang dari waktu ke waktu hilang
Indah …
Itulah yang selalu ku pikirkan saat ini
Disempurnakan di dalam jiwa yang murni
Kombinasikan dengan embun di pagi hari yang indah
Ketika matahari sudah mulai muncul kembali

Penyebab Kalimat Tidak Efektif

Penggunaan gaya bahasa ini ini mengakibatkan kalimat yang dibuat menjadi tidak efektif, sebab adanya pengulangan kata di dalam kalimat tersebut. Sesungguhnya makna dari kata yang digunakan sama.

Dalam beberapa konteks, pengulangan ini justru membuat kalimat yang disampaikan menjadi jauh lebih tegas. Misalnya ketika sedang melakukan pidato, pembelajaran, mengucapkan sumpah ataupun janji.

Penggunaan kata yang diulang-ulang membuat gaya bahasa ini hampir identik dengan pleonasme. Pengulangan tidak diperlukan dalam pleonasme sebab kata yang sebelumnya sudah mengandung makna implisit.

Sedangkan, dalam gaya bahasa tautologi cenderung memakai sinonim yang digunakan sebagai pengulangan katanya guna mengonfirmasikan frasa yang terbentuk.

F.A.Q

Apa itu Majas Tautologi?

Majas Tautologi merupakan salah satu gaya bahasa yang memanfaatkan pengulangan kata maupun pernyataan dengan tujuan untuk mempertegas kembali maksud yang terkandung di dalam kalimat maupun pernyataan tersebut.

Ciri utama dari Tautology Majas adalah?

Majas Tautologi cenderung memakai sinonim yang digunakan sebagai pengulangan katanya guna mengonfirmasikan frasa yang terbentuk.

Apa perbedaan antara Majas Pleonasme dengan Tautologi?

Pleonasme merupakan gaya bahasa yang didalamnya menambahkan informasi terhadap pernyataan yang maknanya sudah jelas. Sedangkan, Tautologi adalah gaya bahasa yang didalamnya mengandung pengulangan kata dengan mkana yang sama.

Nah itu dia informasi singkat yang disampaikan dalam penjabaran kali ini. Terimaksih udah menjadi pembaca setia Rumus.co.id