Majas Sindiran

Posted on

Majas Sindiran – Jika kita mengingat kembali, majas sering diartikan sebagai gaya bahasa yang berfungsi untuk menciptakan efek-efek tertentu dalam suatu karya tulis.

Majas Sindiran

Dengan menggunakan gaya bahasa dalam suatu karya tulis, berarti kita sudah memanfaatkan beragam bahasa yang bertujuan untuk mendapatkan efek tertentu dalam suatu kalimat dari sebuah karya tulis, sehingga karya sastra tersebut menjadi “lebih hidup”.

Penggunaan majas umumnya digunakan dalam pembuatan suatu sastra tulis seperti puisi dan juga prosa. Salah satu macam majas yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya, adalah majas perbandingan.

Nah, untuk melengkapi penjabaran dari macam-macam majas tersebut, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Satire Majas beserta contoh kalimatnya.

Majas Sindiran Adalah?

Majas Sindiran merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu maksud tertentu dengan memanfaatkan kata-kata atau frasa yang umumnya bersifat menyindir dan umumnya bertujuan untuk memperkuat arti dalam kalimat tersebut.

Sebagai contoh :
Suaramu sangat indah, hingga membuat telingaku terasa pengang mendengarnya.

Jika kita pernah mendengar kata-kata seperti itu, pastinya kita akan langsung berfikir bahwa kata-kata tersebut merupakan suatu sindiran atau ejekan.

Sebab makna dari kata “telingaku terasa pengang” itu bukannya indah tetapi sebaliknya. Seseorang yang menggunakan majas ini, umumnya akan disampaikan secara halus kepada lawan bicaranya.

Karakteristik Dari Satire Majas

Secara umum, terdapat karakteristik tersendiri dari Majas Sindiran yang dapat membedakannya dengan jenis majas yang lainnya, yaitu sebagai berikut :

  • Umumnya bersifat menyindir seseorang.
  • Diungkapkan secara halus.
  • Mengandung makna yang tidak sebenarnya.
  • Bertujuan untuk memperkuat arti dalam kalimat tersebut.

Macam – Macam Majas Sindiran

Di bawah ini terdapat beberapa macam dari Satire Majas yang perlu kalian ketahui. Berikut ini penjabaran dari beberapa macam Majas Sindiran beserta dengan contoh kalimatnya, yaitu :

1. Majas Ironi

Majas Ironi sering dikatakan sebagai salah satu bentuk dari Allusion Majas yang pengungkapannya paling halus dibandingkan dengan jenis Allusion Majas yang lainnya.

Umumnya, di dalam gaya bahasa ini mengandung unsur awalan yang meninggikan, namun di akhir menjatuhkan. Pemanfaatan dari majas ironi umumnya untuk mengungkapkan sindiran halus yaitu dengan memakai frasa yang bertentangan dengan makna sebenarnya.

Contoh Kalimat Dari Majas Ironi, yaitu :

  1. Wah, ternyata kamu memang anak yang rajin ya, sampai-sampai kamar mu saja seperti kandang kambing.
  2. Saat berbicara dengan yang lebih tua tutur bahasanya sangat sopan, seperti orang yang tidak pernah mencicipi bangku sekolah.
  3. Kamu sangat cocok untuk menjadi dokter, sebab tulisanmu benar-benar membuat mataku sakit.
  4. Kamu memang anak yang sangat pandai untuk ukuran anak SMK, soal Bahasa Indonesia anak SD saja kamu tidak bisa menjawab.
  5. Kamu melakukan pekerjaanmu sangat cepat, sampai-sampai yang harusnya kamu serahkan tadi pagi sampai jam kantor usai pun kamu belum menyelesaikannya.

Baca Juga :
Majas Perbandingan
Contoh Majas Ironi
Jenis Jenis Majas

2. Majas Sarkasme

Majas sarkasme sering diartikan sebagai salah satu gaya bahasa sindiran yang dalam penyampaiannya bersifat sedikit kasar, langsung dan juga menohok.

Hal ini sangat berbeda dengan majas ironi, yang mana dalam penyampaiannya terkesan lebih halus namun maknanya sangat dalam. Sementara itu, pada gaya bahasa yang satu ini umumnya langsung to the point pada sasaran. 

Contoh Kalimat Dari Majas Sarkasme, yaitu :

  • Dasar bodoh! padahal sudah berapa kali aku menjelaskan cara mengerjakan soal yang sangat mudah ini kepadamu.
  • Dasar sok tau! Gara-gara sifat sok tau mu ini, kita semua hampir saja tersesat di dalam hutan ini.
  • Jangan sombong! Karena, apa yang kamu miliki sekarang tidak akan kamu bawa mati.
  • Matamu buta ya! Sudah jelas-jelas disitu terdapat peringatan lantai basah, kamu masih saja nekat melewati jalan ini.
  • Kau laki-laki atau perempuan, masa mengangkat galon seperti ini saja kamu tidak kuat.

3. Majas Sinisme

Majas Sinisme sering diartikan sebagai salah satu dari gaya bahasa sindiran yang bertujuan untuk menyatakan suatu sindiran dengan menggunakan kata-kata yang kasar.

Umumnya majas jenis ini dipakai untuk mengkritik ataupun mencemooh segala sesuatu baik itu berupa sebuah ide, maksud, atau rencana.

Contoh Kalimat Dari Majas Sinisme, yaitu :

  1. Kau memang manusia tak berperasaan, tega-teganya kamu menyiram pengemis itu, hanya karena ia mendekat untuk meminta sedikit makananmu.
  2. Sangat tidak layak jika kata-kata tersebut sampai terlontar dari mulut orang yang berpendidikan seperti Anda.
  3. Stop! untuk bersikap sombong, apa kamu ini tak sadar, kalau hampir semua warga yang ada di desa ini membencimu, sebab cara bicaramu yang terlalu tinggi ini.
  4. Lama-kelamaan aku bisa jadi orang gila kalau harus terus melihat perbuatanmu yang menjijikan itu.
  5. Kau ini tidak punya otak ya??? Tega sekali kau melakukan hal sekeji itu tanpa berpikir panjang.

4. Majas Satire

Majas satire sering diartikan sebagai salah satu gaya bahasa yang mana maknanya dimaksudkan untuk mengecam ataupun menertawakan sesuatu yang disampaikan seseorang. Dalam majas ini sering menggunakan kombinasi antara ironi, sarkasme, dan juga parodi. 

Contoh Kalimat Dari Majas Satire, yaitu :

  • Apa sekarang harga gula sangat mahal? Kenapa kopi ini yang terasa hanya pahitnya saja.
  • Percuma saja kamu mempunyai tubuh yang besar, untuk mengangkat galon ini saja kau benar-benar tak bisa diharapkan.
  • Aku sangat tidak menyangka bahwa kau mempunyai sifat seburuk itu. Padahal dia sudah sangat baik dan juga peduli padamu, namun engkau malah menganggapnya sebagai pengganggu dalam hidupmu.
  • Lidah mu sudah mati rasa ya?? Sayur sudah asin begini tapi kau bilang masih kurang garam.
  • Apa telingamu sudah tidak bisa digunakan lagi ya? Sudah puluhan kali aku memanggilmu tapi kau tidak mendengarnya.

5. Majas Innuendo

Majas Innuendo sering dikatakan sebagai salah satu jenis gaya bahasa sindiran yang pengucapannya sedikit berbeda dengan jenis majas yang lainnya, sebab majas ini menyatakan sebuah sindiran dengan merendahkan makna yang sesungguhnya.

Contoh Kalimat Dari Majas Innuendo, yaitu :

  • Please deh, jangan lebay!! Itu kan hanya seekor ulat bulu saja, tapi hebohnya kok seperti melihat oppa Korea.
  • Sudahlah jangan lebay begitu!! Itu hanya buah rambutan saja, tapi sudah seperti ingin pingsan.
  • Kamu ini seperti anak kecil saja, baru menginjak batu kecil saja kamu sudah menangis.
  • Baru menghadapi masalah seperti ini saja kamu sudah tak sanggup, bagaimana jika kamu ditinggalkan kesayanganmu itu.
  • Sudah lah berhenti menangis!! Laki-laki itu tidak pantas untuk mu, masih banyak laki-laki diluar sana.

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Majas Sindiran?

Majas Sindiran merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu maksud tertentu dengan memanfaatkan kata-kata atau frasa yang umumnya bersifat menyindir dan umumnya bertujuan untuk memperkuat arti dalam kalimat tersebut.

Apa ciri utama dari Majas Sindiran?

Majas Sindiran sering digunakan untuk menyatakan suatu maksud tertentu dengan memanfaatkan kata-kata atau frasa yang umumnya bersifat menyindir seseorang.

Tujuan dari penggunaan Majas Sindiran?

Penggunaan Majas Sindiran umumnya bertujuan untuk menyindir, mengkritik dan juga memperkuat arti di dalam kalimat tersebut.

Demikianlah ulasan yang bisa Rumus.co.id berikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan baru kita semua.