Majas Penegasan

Posted on

Majas Penegasan – Dalam Bahasa Indonesia mempunyai keragaman bahasa yang tak hanya dinyatakan melalui kalimat yang secara langsung menyatakan maknanya.

Majas Penegasan

Namun, dalam Bahasa Indonesia juga mengakui serta menggunakan kata atau frasa yang tidak secara langsung mengungkapkan arti yang sebenarnya, hal ini dikenal dengan istilah Majas.

Majas sering diartikan sebagai gaya bahasa yang memanfaatkan kekayaan bahasa tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan efek tertentu dalam sebuah wacana atau karya tulis.

Pengertian Majas Penegasan

Majas Penegasan merupakan salah satu gaya bahasa yang bertujuan untuk menegaskan pengaruh para pembaca agar mau menyetujui apa yang sudah diungkapkan.

Gaya bahasa ini diungkapkan dengan cara melalui sebuah kata yang sama namun maknanya berbeda atau kata yang digunakan sama, namun maknanya masih saling berhubungan. Secara umum, gaya bahasa penegasan dikenal juga dengan istilah majas pengulangan.

Dengan kata lain, Majas Penegasan ini sering diartikan sebagai majas yang dipakai untuk menegaskan segala sesuatu dengan tujuan memberikan efek tertentu bagi para mendengar ataupun membaca.

Baca Juga :
Majas Sindiran
Majas Perbandingan
Jenis Jenis Majas

Macam – Macam Majas Penegasan

Secara umum, terdapat beberapa jenis gaya bahasa yang termasuk ke dalam jenis Majas Penegasan. Berikut ini merupakan penjelasan dari jenis-jenis majas ini, yaitu diantaranya adalah :

1. Majas Repetisi

Majas Repetisi merupakan salah satu gaya bahasa penegasan yang di dalamnya terdapat sebuah pengulangan kata yang sudah ada dikalimat yang sebelumnya.

Contoh Kalimat Majas Repetisi, yaitu :

  1. Tina akan terus berobat, berobat dan berobat untuk menyembuhkan penyakit kanker.
  2. Aku akan terus menyayangimu, menyayangi keluargamu dan menyayangi anak-anak kita.
  3. Saat tengah malam tiba adik selalu berteriak memanggil-manggil nama, “ibu, ibu, ibu” lantas aku pun segera memanggil ibu untuk melihat adik ku.
  4. Aku akan selalu salah, salah dan terus salah lagi di matamu, karena apa yang aku lakukan memang tidak pernah kau lihat.

2. Majas Pleonasme

Majas Pleonasme merupakan salah satu jenis gaya bahasa penegasan yang memberikan keterangan tambahan untuk hal-hal yang sudah jelas atau pasti. Namun, keterangan tersebut sebenarnya tidak perlukan.

Contoh Kalimat dari Majas Pleonasme, yaitu :

  • Cepat turun ke bawah jika kamu masih ingin mendapatkan jatah makan malam, cepat turun ke bawah.
  • Semua pelajar mahasiswa yang sedang melakukan aksi tawuran segera melarikan diri masing-masing saat mengetahui polisi datang.
  • Andi berjalan-jalan sore bersama teman-temannya dengan berjalan kaki.
  • Ayah memundurkan mobilnya ke belakang agar tidak menghalangi jalan.

3. Majas Paralelisme

Majas Paralelisme sering diartikan sebagai sebuah gaya bahasa yang umumnya digunakan dalam penulisan puisi yang dilakukan dengan cara mengulang-ulang kata, namun dalam berbagai artian yang berbeda.

Apabila pengulangan kata tersebut berada di awal disebut sebagai Anafora. Sedangkan, apabila terdapat pengulangan kata yang berada di akhir disebut sebagai Epifora.

Contoh Kalimat dari Majas Paralelisme, yaitu :

  • Rindu itu berat, Rindu itu tak dapat diungkap, Rindu itu tak bisa dihilangkan.
  • Cinta itu kesetiaan, Cinta itu kasih sayang, Cinta itu pengorbanan.
  • Hidup tidak hanya untuk makan. Tapi hidup itu adalah perjuangan.
  • Doa merupakan tugas, Doa merupakan ibadah, Doa merupakan kebutuhan.

4. Majas Klimaks

Majas Klimaks merupakan salah satu jenis gaya bahasa penegasan yang didalamnya mengungkapkan lebih dari dua hal secara berurutan, dengan berdasarkan tingkatannya, yaitu semakin lama maka akan semakin meningkat. 

Contoh kalimat dari Majas Klimaks adalah :

  • Acara anniversary SMK N 1 Bandar Lampung dihadiri warga, siswa/siswi, guru, kepala sekolah serta dihadiri dengan Wakil Walikota.
  • Lomba pembacaan puisi tersebut diselenggarakan dari tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi, hingga ke tingkat Nasional.
  • Pendidikan formal harus ditempuh mulai dari TK, SD, SMP, SMK/SMA hingga ke Universitas.
  • Proses metamorfosis kecoa mulai dari telur, nimfa, hingga ke imago.

5. Majas Antiklimaks

Majas Antiklimaks merupakan salah satu gaya bahasa yang digunakan untuk menjelaskan lebih dari dua hal-hal secara berurutan, dengan berdasarkan tingkatannya, yaitu semakin jauh maka akan semakin menurun. 

Contoh kalimat dari Majas Antiklimaks adalah :

  • Gula pasir dari yang beratnya ton, kiloan, setengah kiloan, bahkan hingga seperempatan pun tersedia di toko seberang jalan itu.
  • Acara pernikahanku didatangi oleh Wali Kota, Lurah, RT hingga masyarakat setempat.
  • Upacara memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ini diikuti oleh seluruh warga sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Penjaga Sekolah, dan seluruh siswa-siswi SMP N 19 Bandar Lampung.
  • Baik itu orang Tua, muda ataupun anak-anak, mereka mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam suatu Negara.

6. Majas Retorika

Majas retorika atau retoris merupakan salah satu gaya bahasa yang berbentuk sebuah kalimat tanya, namun tidak harus untuk dijawab. Umumnya majas ini berfungsi untuk menegaskan sekaligus menyindir seseorang.

Contoh kalimat dari Majas Retorika atau Retoris adalah :

  • Apa ini yang dinamakan dengan kejujuran dan kesetiaan?
  • Mana ada orang yang melarang untuk melakukan perbuatan baik?
  • Saat kamu jatuh dari tangga kemarin, Apa ada yang sakit?
  • Kata siapa dengan hanya bermalas-malasan bisa membuat kamu menjadi orang kaya?

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Majas?

Majas sering diartikan sebagai sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan efek tertentu dalam sebuah karya sastra.

Majas Penegasan adalah?

Majas Penegasan merupakan salah satu gaya bahasa yang bertujuan untuk menegaskan sesuatu atau pengaruh kepada para pembaca agar mau menyetujui apa yang sudah diungkapkan.

Tujuan utama dari Majas Penegasan adalah?

Tujuan utama dari penggunaan Majas Penegasan ini yaitu untuk menegaskan segala sesuatu, agar para pembaca atau pendengar memahami apa yang dimaksudkan.

Demikianlah artikel dalam pembahasan kali ini, semoga membantu dan menjadi wawasan baru untuk para pembaca.