Majas Litotes

Posted on

Majas Litotes – Didalam mata pelajaran bahasa Indonesia, majas adalah salah satu materi yang paling sering dipelajari di sekolah. Perlu kalian ketahui, bahwa majas memiliki banyak sekali jenisnya.

Nah, salah satunya yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yaitu Majas Litotes dengan hal-hal yang berkaitan didalamnya. Yuk kita simak penjelasan yang ada dibawah ini.

Majas Litotes

Definisi Majas Litotes

Majas Litotes adalah salah satu jenis Majas yang menggambarkan situasi dengan menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan makna realitas nyata guna mempermalukan dirinya sendiri, meskipun tujuannya tinggi.

Penjelasan lain mengatakan bahwa Majas Litotes adalah salah satu bentuk bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan sebuah kata-kata dengan rasa rendah hati.

Penggunaan dari majas ini bertujuan agar selalu menjaga sopan santun atau menghaluskan perkataan jika sedang berbicara dengan orang lain atau dengan orang yang lebih tua.

Baca Juga : Majas Paradoks

Karakteristik Dari Litotes Majas

Terdapat beberapa ciri-ciri dari Litotes Majas yang dapat membedakannya dengan jenis majas yang lainnya, seperti dibawah ini :

  • Litotes majas biasanya menggunakan sebuah ekspresi dengan pilihan kata yang setara dengan satu hal dibandingkan dengan hal yang lainnya.
  • Majas ini juga biasanya menggunakan kata-kata yang bersifat abstrak untuk menggambarkan suatu maksud dan tujuan dari isi cerita dan puisi.
  • Gunakan sebuah kata pembanding seperti “Bagai”, “Bak”, “Laksana” dan lain-lainnya.
  • Memberikan maksud tertentu dengan kata-kata yang disusun secara teratur dengan tujuan untuk menjaga kesopanan kalimat.

Baca Juga : Majas Metafora

Contoh Majas Litotes Beserta Penjelasannya

Terdapat beberapa contoh gaya bahasa litotes beserta dengan penjelasannya, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Meskipun Saya seorang manager, tetapi sehari-hari yang saya makan hanya garam dan juga nasi putih.

Penjelasannya :
Dari contoh yang ada diatas, ungkapan merendah ditujukan kepada penggalan kalimat “Tetapi sehari-hari yang saya makan hanya garam dan juga nasi putih.” Penggalan kalimat tersebut bukanlah dalam artian yang sebenarnya.

  • Jika kamu berkenan, silahkan pakai sepeda motor bututku ini.

Penjelasannya :
Dari contoh yang ada diatas, bisa jadi yang dimaksud dengan “sepeda motor butut” adalah sebuah kendaraan yang memiliki kondisi cukup baik namun sebenarnya sangat sulit untuk dianggap sebagai sepeda motor butut.

Contoh Kalimat Litotes

Selain penjelasan yang ada diatas, terdapat beberapa contoh dibawah ini yang akan membantu kalian untuk lebih memahaminya, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Walaupun gajih ku selama sebulan hanya cukup untuk makan saja, tapi aku senang dengan pekerjaan ku saat ini.
  • Saya hanya bisa menyediakan cemilan yang seadanya ini saja.
  • Aku hanya orang biasa dan saya berasal dari desa. Apakah pantas untuk bersanding dengan mu?
  • Terimalah kado pemberianku yang tidak seberapa harganya ini.
  • Usaha yang kecil-kecilan ini, sudah cukp untuk membiaya kebutuhan keluargaku.
  • Aku hanya sekedar rakyat jelata yang selalu berusaha untuk mensejahterakan kehidupan di negeri orang.
  • Inilah diriku yang hanya bermodalkan cinta yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya yang serba berkecukupan.
  • Sudikah kalian untuk singgah digubuk reotku ini?
  • Hanya kain tipis inilah yang bisa aku berikan sebagai hadiah ulang tahunmu.
  • Hadiah dari saya yang tidak berharga ini tidak bisa menggantikan apa yang sudah kamu berikan kepada saya.

Baca Juga : Contoh Kalimat Bermajas

F.A.Q

Apa itu Majas?

Majas adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan oleh pengarangnya untuk menyampaikan sebuah pesan dengan cara yang imajinatif dan klasik. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek kepada para pembaca dari gaya bahasa yang cenderung emosional.

Apa ciri utama yang terdapat didalam Majas Litotes?

Dalam penggunaannya, Majas ini biasanya memakai perbandingan sebuah kata-kata yang terdiri dari Bak, Laksana, Bagaikan dan lain sebagainya.

Apa saja fungsi dari Majas Litotes?

1. Berfungsi sebagai pemberi efek yang bersifat imajinatif.
2. Berfungsi sebagai peningkatan intensitas emosional dari seorang pengarang.
3. Mampu untuk meningkatkan efek imajinasi.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.