Kromatografi

Posted on

Kromatografi – Teknologi yang digunakan untuk memisahkan Campuran menjadi beberapa komponen-komponen penyusun lainnya. Dalam proses Teknologi ini menggunakan antara bagian-bagian yang bergerak dengan bagian-bagian yang diam.

Kromatografi

Hal ini memiliki keterkaitan dengan proses pembentukan Kromatografi, apa yang dimaksud dengan Kromatografi? Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama membahas tentang Kromatografi beserta dengan struktur-struktur yang terkait didalamnya.

Pengertian

Kromatografi adalah Suatu teknik yang berfungsi dalam pemisahan Molekul, berdasarkan perbedaan pola antara Fase Gerak dan Fase Diam untuk memisahkan komponen-komponen (Molekul) yang terdapat pada sebuah Larutan.

Suatu campuran pewarna dapat diuraikan dengan menggunakan teknik Kromatografi ini, karena memiliki suatu perbedaan Zat penyusun yang terdapat pada Larutan itu sendiri.

Prinsip

Dalam Kromatografi hubungan antara suatu Molekul Komponen Sampel yang tertahan (Absorpsi) atau terdistribusi , antara Fase Diam dan Gerak dapat disebutkan dengan berbagai istilah, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Kesetimbangan Distribusi

Kesetimbangan yang terjadi pada Kromatografi bersifat Dinamis. Pada Molekul sampel atau Zat terlarut secara bolak-balik, yang diantaranya, yaitu Fase Diam dan Fase Gerak sehingga pada Konsumsi rata-ratanya mengikuti dalam Hukum Distribusi.

Penjelasan :

Kd. : Koefisiensi Distribusi (Partisi)

Cs : Konsentrasi Zat Terlarut dalam persediaan

Cm : Konsentrasi Zat dalam Fase Gerak

Pada penjelasan diatas menunjukkan, bahwa Apabila harga Koefisiensi Distribusi (Kd) besar, berarti jumlah Molekul yang terdapat dalam Fase Diam, lebih banyak dalam Fase Gerak, dan akan menetap pada Fase Diam.

2. Faktor Retardasi

Retardasi merupakan Kromatografi Parameter, Kromatografi Kertas, dan Kromatografi Lapis Tipis. Harga Retardasi meiliki ukuran kecepatan migrasi, pada suatu Komponen dan pada kondisi yang tetap meruapakan pernan dari karakteristik dan produksibelnya.

Faktor Retardasi sebagai perbandingan jarak yang ditempuh oleh suatu Komponen dengan jarak yang ditempuh oleh Pelarut (Fase Gerak). Proses ini berlaku apabila Retardasi dan Penampang Lintang tidak tetap pada sepanjang Zat terlarut.

3. Fraksi Waktu

Fraksi Waktu (R) tunggal yang terdapat dalam Molekul pada Fase Gerak, dinyatakan sebagai Perbandingan Molekul dalm Molekul terhadap jumlah Metal Molekul.

Fraksi jenis ini mempunyai keterkaitan dengan Faktor Kapasitas (K) atau Kapasitas Kolom yang berfungsi untuk menyatakan perbandingan jumlah Molekul yang berada dalam Fase Gerak dan Fase Diam.

4. Kecepatan

Apabila Fraksi Waktu (R) dijumlahkan dengan aliran kecepatan pada Fase Gerak, maka kecepatan Molekul dapat disimbolkan sebagai kecepatan (C).

Pada penjelasan diatas menunjukkan bahwa, terjadinya suatu perbedaan dalam kecepatan gerak suatu Komponen dalam Campuran, disebabkan oleh perbedaan Koefesiensi Distribusinya.

5. Waktu Potensi

Pada Kromatografi Gas dan Kalor dalam penghasilan pemisahnya, diberikan dalam Harga Waktu. Waktu Retensi (Rf) adalah Waktu yang digunakan oleh Molekul komponen untuk melintasi Kolom yang panjangnya menyerupai huruf L.

6. Volume Retensi

Volume Retensi adalah Besaran pokok yang diukur dalam proses Kromatografi Gas. Volume Gas pembawa yang diperlukan berfungsi untuk menggerakkan Pita Komponen dan keseluruhan Panjang pada Kolom.

Apabila kecepatan Fase Gerak (Fc) diukur, dalam persatuan Luas (Fc = Vm/Tm) bersifat Tetap, maka Volume Retensi (Vr) dapat dihitung sebagai berikut :

Vr  = Tp.Fc

= Tm.(1+k) () = Vm (1+k)

Vr = Vm + Kd.Vs

Jenis-Jenis

Dalam pembentukan teknik Kromatografi memiliki beberapa jenis-jenis tergantung pada prosesnya, berikut ini adalah keterangannya :

1. Cairan (Liquid Chromatography)

Suatu teknik yang berfungsi untuk menguraikan antara Ion dan Molekul yang terdapat dalam sebuah larutan. Apabila larutan sampel mengalami interaksi dengan Fase Stasioner, maka Molekul yang terdapat didalamnya akan mengalami insteraksi pada Fase tersebut.

Tetapi interaskinya dapat berbeda, karena disebabkan adanya perbedaan antara Daya Serap (Absorption), pertukaran Ion (Ion Exchange), Partisi (Partitioning), atau ukurannya.

Perbedaan diatas menyebabkan antara suatu Komponen dapat terpisah dengan Komponen lainnya, hal ini dapat terlihat perbedaannya dari lamanya waktu transit pada suatu komponen yang akan melewati kolom.

2. Fase Terbalik (Reverse Phase Chromatography)

Suatu teknik yang berfungsi untuk proses Ekstraksi dan pemisahan antara Senyawa yang tidak mudah mengalami penguapan (Non Volatile). Dalam proses Fase Terbalik ini menggunakan alat Analitikal yang kuat dengan mempadukan sifat Hidrofobik dan Polaritas Fase Stasioner yang rendah serta terikat secara Kimia, dengan kepadatan Inert seperti Silika.

3. Cairan Kinerja Tinggi (High Performance Liquid Chromatography)

Suatu teknik yang memiliki prinsip seperti Fase Terbalik (Reverse Phase), yaitu Proses Ekstraksi dan pemisahan antara Senyawa yang tidak mudah mengalami penguapan (Non Volatile). Tetapi dalam proses teknik ini, menggunakan tekanan dan kecepatan yang tinggi.

Kolom yang digunakan dalam Kromatografi Cairan Kinerja Tinggi ini lebih pendek dan berdiameter kecil, tetapi dapat menghasilkan beberapa tingkatan Equilibrium dalam jumlah yang banyak.

4. Ekslusi Ukuran (Size Exclusion Chromatography)

Size Exclusion Chromatography atau yang dikenal sebagai Gel Pemetion dan Filltration berfungsi untuk memisahkan dan memurnikan suatu Protein. Dalam proses jenis teknik pemisahan ini, tidak melibatkan berbagai macam penyerapan yang sangat cepat.

Pada komponen-komponenya berupa Gel Berpori yang dapat memisahkan antara Molekul Besar dengan Molekul Kecil, pada Molekul Besar akan Terelusi terlebih dahulu, karena Molekul tersebut tidak bisa mengalami proses Penetrasi yang terdapat pada Pori-Pori.

Demikianlah penjelasan mengenai tentang Kromatografi beserta Pengertian, Prinsip-Prinsip dan Jenis-Jenisnya.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua.