Konjungsi Antarkalimat

Posted on

Halo sobat semua kali saya akan membahas apa itu konjungsi antar kalimat, konjungsi antar kalimat adalah konjungsi yang menjadikan sebuah kata penghubung antar kalimat yang satu dan kalimat yang lainnya yang ada didalam satu paragraf.

Dalam pengertian yang sempit dapat pula diartikan sebagai kata penghubung dalam satu unsur dengan unsur yang lainnya. Diantaranya yaitu konjungsi antar klausa, konjungsi antar kalimat dan konjungsi antar paragraf.

Jika kamu belum tahu apa yang dimaksud dengan konjungsi antar kalimat, maka di sini kami akan berusaha menjelaskan tentang konjungsi antar kalimat. Berikut ini adalah pengertian konjungsi antar kalimat dan contohnya beserta jenis – jenisnya!

Lalu apa sih pengertian konjunsi antar kalimat?

Pengertian Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antar kalimat merupakan salah satu kata sambung yang menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat yang lainnya, oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai kalimat baru dengan huruf pertamanya menggunakan huruf kapital.

Baca Juga : Konjungsi Penerang

Dibawah ini contoh dari Konjungsi Antarkalimat beserta maknanya ?

Contoh Konjungsi AntarKalimat

Berikut ini adalah contoh dari beberapa Konjungsi Antar kalimat meliputi maknanya :

  • Kami telah melarang mereka untuk berburu di hutan ini, tetapi mereka tetap saja nekat. Oleh karena itu, biar mereka merasakan sendiri akibatnya. (menyatakan ‘ akibat ’).
  • Jika kamu sudah setuju dengan persyaratan ini. Dengan demikian, kamu pun harus berani menanggung segala risiko yang terjadi. (menyatakan ‘konsekuensi’).
  • Pak Polisi menangkap dua pencuri di toko itu. Sebelum itu, pak polisi  juga pernah menangkap lima orang pencuri di salah satu toko emas. (menyatakan ‘kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya’).
  • Saat ini keadaan memang terlihat aman. Akan tetapi, kita tetap harus tetap waspada. (menyatakan ‘pertentangan dengan keadaan sebelumnya’).
  • Kebanyakan rumah-rumah di Palembang dibangun di tepi sungai. Bahkan, di situ ada kampung yang berada di tengah laut dangkal. (menyatakan ‘menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya’).
  • Tahun ini kita dilanda banjir besar. Sesungguhnya, bencana ini sudah diramalkan tahun kemarin. (menyatakan ‘keadaan yang sebenarnya’).
  • Kita jangan terus menebangi pohon-pohon yang ada di hutan ini. Sebaliknya, kita harus menanami pohon baru. (menyatakan ‘kebalikan dari pernyataan sebelumnya’).
  • Saya menyambut pagi ini elengan sukacita. Tambahan pula, burung-burung. (yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan situasi lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya’).
  • Saya akan memulai perjalanan ini dengan berjalan kaki. Sesudah itu, kami akan beristirahat di masjid terdekat. (lanjutan dari keadaan atau peristiwa pada kalimat sebelumnya).
  • Saya kurang setuju dengan penjelasan dia. Biarpun begitu saya tetap menghargainya. (menyatakan pertentangan dengan apa yang dinyatakan dalam kalimat sebelumnya atau menyatakan ‘kesediaan untuk melakukan sesuatu’).

Baca Juga : Konjungsi Kronologis

Dibawah ini ada beberapa jenis kata yang bisa digunakan dalam Konjungsi Antar kalimat ialah :

Jenis Kata Konjungsi Antarkalimat

Berikut ini adalah jenis dari beberapa Konjungsi Antar kalimat adalah?

  1. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan sebab akibat.

Seperti : Oleh sebab itu dan oleh karena itu

Contohnya :

Saya sudah melarangnya untuk pergi ke hutan larangan itu, tetapi dia tetap ingin pergi. Oleh sebab itu, biar dia rasakan sendiri akibatnya.

2. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan sebuah pertentangan dengan keadaan sebelumnya.

Seperti : Namun dan Akan tetapi.

Contohnya :

Situasi di kampung Mesuji raya memang sudah aman. Akan tetapi, kita juga masih harus waspada, jika sewaktu – waktu preman itu muncul lagi.

3. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan konsekuensi.

Seperti : Dengan Demikian.

Contohnya :

Kamu yang sudah bersih keras untuk menyetujui persyaratan ini. Dengan demikian, kamu lah yang harus bertanggung jawab atas semua risikonya.

4. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.

Seperti : Sebelum itu.

Contohnya:

Polisi hutan tersebut baru saja menangkap tiga pemburu liar. Sebelum itu, mereka sudah menangkap empat orang pemburu liar yang termasuk dari bagian mereka.

5. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan sebuah pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.

Seperti : Biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, dan meskipun demikian/begitu.

Contohnya :

Sebenarnya saya kurang setuju dengan usulan Angga. Walaupun begitu saya tetap menghargai usulan nya.

6. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.

Seperti: Tambahan pula, lagi pula,dan selain itu. 

Contohnya :

Hari ini kami disambut oleh pagi hari yang cerah dengan suka cinta. Tambahan pula, suara burung – burung yang berkicau indah.

7. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan suatu keadaan yang sebenarnya.

Seperti : Sesungguhnya, Sebenarnya dan Bahwasanya.

Contohnya:

Jangan merasa heran jika kita dilanda banjir besar tahun ini. Sebenarnya, bencana alam ini sudah kita ramal kan tahun kemarin.

8. Kata hubung yang digunakan untuk menyatakan kebalikan dari apa yang sudah dinyatakan sebelumnya.

Seperti : Sebaliknya.

Contohnya :

Kita jangan terus menghambur – hamburkan uang. Sebaliknya, seharusnya kita memberikan uang ini kepada orang yang tidak mampu.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca. Amin

Terimakasih

Baca Juga : Konjungsi Korelatif

Related posts: