Komponen Pendapatan Nasional

Posted on

Komponen Pendapatan Nasional – Hai teman, kalian tahu tidak, berapa kali kalian melakukan transaksi pembelian dalam waktu sebulan? Lalu apa ya hubungannya dengan pendapatan nasional, bingung kan?

Jadi begini, sekecil apapun kegiatan ekonomi yang kalian lakukan, maka kalian sudah memiliki peran yang cukup penting dalam memengaruhi pendapatan nasional lho.

Pada kesempatan kali ini, Rumus.co.id akan memberikan penjabaran mengenai Komponen Pendapatan Nasional beserta dengan hal-hal yang berkaitan didalamnya.

Komponen Pendapatan Nasional

Definisi Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional (National Income) merupakan sebuah total pendapatan secara keseluruhan yang diterima setiap anggota masyarakat di suatu negara dalam periode waktu tertentu dan umumnya dihitung selama satu tahun.

Dengan kata lain, pendapatan nasional dapat dianggap sebagai sebuah produksi nasional, yang dihasilkan oleh semua anggota masyarakat yang ada di dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga : Pasar Uang

Pendapat Nasional Menurut Para Ahli

Selain pengertian dari Pendapatan Nasional secara umum, ada beberapa pengertian dari National Income yang diungkapkan oleh beberapa para ahli, diantaranya adalah :

  1. Arthur Cecil, Pendapatan nasional merupakan bagian dari pendapatan objektif orang-orang yang ada di suatu negara, termasuk pendapatan dari luar negeri, yang dapat diukur kedalam bentuk tunai.
  2. Irving Fisher, Pendapatan nasional adalah sebuah pendapatan dasar yang dikonsumsi langsung pada tahun yang sama.
  3. Alfred Marshall, Pendapatan nasional dapat digambarkan sebagai pekerjaan dan modal dari suatu negara yang memproses sumber daya alamnya agar dapat menghasilkan jumlah bersih dalam bentuk material dan juga inmaterial, termasuk jasa dan lain sebagainya.

Komponen Pendapatan Nasional

Komponen Pendapatan Nasional

Terdapat beberapa komponan dari National Income yang digunakan untuk mengetahui pendapatan nasional dari suatu negara, diantaranya adalah :

1. Gross Domestic Product (GDP)

Produk Domestik Bruto merupakan jumlah total keseluruhan dari nilai barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu negeri dalam kurun waktu satu tahun.

Dernberg mendefinisikan GDP sebagai “nilai pasar akhir dari produksi barang dan jasa yang telah diproduksi secara nasional untuk selama satu tahun akuntansi”.

GDP dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

GDP = Pendapatan Masyarakat Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri

2. Gross National Product (GNP)

Produk nasional bruto (GNP) adalah jumlah total barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di suatu negara selama periode tertentu, biasanya dalam kurun waktu satu tahun.

Produksi tersebut termasuk yang dibuat oleh masyarakat yang berada di luar negeri, misalnya pengusaha Indonesia yang bekerja di negara lain.

GNP dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Gross National Product (GNP) = Pendapatan WNI Dalam Negeri + Pendapatan WNI Luar Negeri – Pendapatan Asing Dalam Negeri

Baca Juga : Penyebab Pengangguran

3. Produk Domestik Bersih (CDP)

Clean Domestic Products adalah sebuah nilai produksi ekonomi bersih yang dihitung selama sepanjang tahun. Hal ini disebabkan karena beberapa peralatan negara kehabisan stok atau tidak diperbarui setiap tahunnya.

Nilai dari penggunaan modal ini sesuai dengan persentase tertentu dari investasi bruto yang dikurangkan dengan PDB.

4. Produk Nasional Netto (NNP)

Produk nasional neto merupakan jumlah total produk nasional bruto yang dikurangi dengan penyusutan barang modal. Penyusutan didefinisikan sebagai penggantian barang modal yang digunakan untuk kegiatan produksi.

Hal ini biasanya berupa sebuah taksiran, sehingga tak jarang bisa terjadi kekeliruan walaupun itu relatif kecil. NNP dapat dihitung dengan rumus :

NNP = GNP – penyusutan barang modal (depresiasi)

5. Personal Income (PI)

Pendapatan Perseorangan (PI) merupakan jumlah total keseluruhan dari pendapatan yang diterima oleh masing-masing masyarakat, termasuk penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja, misalnya seorang PNS yang memperoleh uang pensiun.

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Keterangan :

Transfer Payment merupakan segaa sesuatu yang berkaitan dengan penerimaan namun bukan dari hasil balas jasa produksi, namun diambil dari pendapatan nasional pada tahun yang sebelumnya.

6. Deflator GDP

Deflator PDB merupakan sebuah indeks yang digunakan untuk menentukan harga barang dan jasa yang termasuk kedalam produk domestik bruto.

Hal ini merupakan indeks harga yang dapat dihitung dengan cara membagi PDB nominal tahun tertentu dengan PDB riil yang kemudian dikalikan dengan 100.

GDP Deflator = Harga Saat ini (Nominal GDP) / Harga Konstan Real GDP x 100

Tujuan Dari Menghitung National Income

Terdapat beberapa tujuan dari dilakukannya perhitungan Pendapatan Nasional, yaitu sebagai berikut :

  • Agar dapat mengetahui laju pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  • Sebagai alat yang digunakan untuk memperkirakan harga barang dan juga jasa.
  • Untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dari tahun ke tahun.
  • Membandingkan pertumbuhan ekonomi antar berbagai negara.
  • Untuk mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Baca Juga : Prinsip Ekonomi Syariah

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Pendapatan Nasional?

Pendapatan nasional (National Income) merupakan sebuah total pendapatan secara keseluruhan yang diterima setiap anggota masyarakat di suatu negara dalam periode waktu tertentu dan umumnya dihitung selama satu tahun.

Bagaimana cara menghitung Pendapatan Nasional?

Untuk menghitung seberapa besar pendapatan nasional setiap tahunnnya, oleh sebab itu terdapat tiga metode yang digunakan yaitu :
1. Production Approach
2. Axpenditure Approach
3. Income Approach

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Nasional adalah?

1. Faktor konsumsi dan juga tabungan
2. Total penawaran dan juga permintaan
3. Investasi

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.