Kerangka Berpikir

Posted on
Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir – Didalam melakukan sebuah penelitian, seorang peneliti harus melaksanakannya dengan langkah-langkah yang lebih sistematis yang didalamnya terdapat urutan tertentu yang harus dipahami oleh seorang peneliti.

Urutan tersebut misalnya mulai dari menentukan permasalahan yang akan dibahas, mencari solusi dari permasalahan tersebut, mengumpulkan variabel data dan masih banyak lagi, semua hal tersebut harus dilakukan dengan benar.

Didalam sebuah kegiatan penelitian, terdapat sebauh hal yang menjadi penentu dari jalannya suatu penelitian, hal tersebut dikatakan sebagai Kerangka Berpikir. Untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang Kerangka Berpikir? Yuk simak penjelasannya.

Definisi Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir adalah sebuah model atau gambaran yang berupa konsep yang didalamnya menjelaskan tentang hubungan antara variabel yang satu dengan varibel yang lainnya.

Oleh sebab itu, sebaiknya kerangka berpikir ini dibuat dalam bentuk diagram atau skema, dengan tujuan untuk mempermudah memahami beberapa variabel data yang akan dipelajari pada tahap selanjutnya.

Kerangka berpikir ini juga dapat dikatakan sebagai rumusan-rumusan masalah yang sudah dibuat berdasarkan dengan proses deduktif didalam rangka menghasilkan beberapa konsep dan juga proposisi yang digunakan untuk memudahkan seorang peneliti merumuskan hipotesis penelitiannya.

Baca Juga : Contoh Variabel Penelitian

Langkah – Langkah Penyusunan Kerangka Berpikir

Sebelum kita membahas lebih jauh lagi mengenai Kerangka Berpikir, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami bagaimana cara membuat skema dari Kerangka Berpikir ini, berikut langkah-langkahnya :

1. Menentukan sebuah variabel yang lebih detail

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti adalah menetapkan sebuah variabel data yang lebih rinci. Apabila seorang peneliti ingin mendapatkan berbagai macam teori yang nantinya akan dicari untuk mendukung terbentuknya kerangka berpikir yang lebih jelas.

Oleh sebab itu, seorang peneliti harus menentukan variabel data terlebih dahulu. Berikut beberapa cara untuk menentukan variabel data yang lebih detail, yaitu :

  • Pertama, perhatikan terlebih dahulu judul yang kalian baut.
  • Kemudian, tentukan variabel-variabel data dari dari judul tersebut.
  • Lalu tuliskan semua variabel data yang sudah kamu tentukan.

2. Membaca buku-buku hasil penelitian

Apabila hal yang pertama sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kalian harus membaca buku-buku dari hasil penelitian yang lebih relevan.

Buku yang dimaksud disini dapat berupa ensiklopedia, kamus, atau buku teks yang lainnya. Sedangkan untuk mempelajari tentang hasil dari penelitian yang dibaca dapat meliputi jurnal ilmiah, laporan penelitian, tesis, skripsi, maupun disertasi.

3. Deskripsikan teori dan hasil penelitian

Jika membaca buku-buku dari hasil penelitian sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kalian dapat mengungkapkan teori-teori yang berhubungan dengan variabel data yang aka diteliti.

4. Menganalisis teori dan juga hasil penelitian secara kritis

Nah, pada tahap yang keempat ini yang harus kalian lakukan adalah menganalisis teori serta hasil penelitian secara kritis. Namun, didalam proses menganalisis, seorang peneliti dapat mengkaji teori yang sudah ditetapkan sesuai dengan objek penelitian tersebut atau tidak.

Sebab, sering terdapat teori yang berasal dari luar negeri yang tidak sesuai dengan penelitian yang terdapat didalam negeri.

5. Menganalisis komparatif tentang teori dan hasil penelitian

Pada tahap yang kelima ini, kalian harus melakukan sebuah analisis serta komparasi dengan cara membandingkan teori yang satu dengan yang lainnya.

Nah, dari hasil tersebut, seorang peneliti dapat menggabungkan teori yang satu dengan yang lainnya ataupun dengan cara mereduksi jika hasil analisis tersebut dipandang terlalu luas.

6. Sintesa Kesimpulan

Jika kalian sudah melakukan beberapa tahap diatas, selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah seorang peneliti dapat melakukan sebuah sintesa atau kesimpulan sementara.

Perpaduan sintesa yang terjadi antar variabel akan menghasilkan beberapa kerangka berpikir yang kemudia dapat digunakan untuk merumuskan sebuah hipotesis.

7. Kerangka Berpikir

Apabila sintesa kesimpulan tersebut sudah dilakukan, maka tahap yang terakhir adalah kalian sudah dapat menyusun skema dari kerangka berpikir, terdapat dua macam kerangka berpikir yaitu kerangka asosiatif atau komparatif.

Baca Juga : Contoh Analisis Data

Contoh Dari Kerangka Berpikir

Judul Penelitian : Media Pembelajaran Dengan Menggunakan Quipper School

Kerangka Berfikir

Penggunaan media pembelajaran dengan Quipper School di SMP Negeri 19 Bandar lampung bertujuan untuk membantu guru dan juga siswa agar dapat melakukan pembelajaran dimana saja dan kapan saja.

Aplikasi yang termasuk kedalam E-learning ini membantu siswa didalam mengakses materi dengan mudah, soal, bahkan mengerjakan kuis sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan oleh guru. Dibawah ini terdapat alur kerangka berfikir dari teori yang sudah ditetapkan oleh seorang peneliti.

Quipper school dapat dikatakan sebagai media yang didalamnya memberikan konten-konten pembelajaran dalam mendukung proses dari kegiatan belajar-mengajar.

Dari skema yang ada di atas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh serta kendala yang akan dihadapi siswa didalam penggunaan media pembelajaran ini.

Tentunya penggunaan media pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil dari belajar siswa melalui menu yang sudah tersedia. Media pembelajaran ini merupakan salah satu cara agar dapat melihat hasil belajar siswa.

Dimana setiap guru dituntut untuk menggunakan media pembelajaran ini dalam setiap proses belajar-mengajar serta memberitahukan kepada siswa manfaat dari penggunaan media tersebut.

Selain teori yang ada dibuku, quipper school juga menyediakan materi yang berasal dari berbagai jenjang seperti SMP dan SMA.

Macam Macam Kerangka Berpikir

Ketika kalian ingin menuliskan Kerangka Berpikir, terdapat tiga jenis dari kerangka ini yang perlu kalian ketahui, yaitu sebagai berikut :

1. Kerangka Teoritis

Kerangka Teoritis adalah salah satu jenis kerangka yang didalamnya menegaskan tentang teori yang dijadikan sebagai landasan serta digunakan untuk menjelaskan fenomena yang sedang diteliti.

2. Kerangka Operasional

Kerangka operasional adalah sebuah kerangka yang didalamnya menjelaskan tentang variabel yang diperoleh dari konsep-konsep yang sudah dipilih dan juga menunjukkan adanya hubungan antara variabel data tersebut.

Serta, menjelaskan hal apa saja yang bisa dijadikan sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur variabel yang berhubungan.

3. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual adalah sebuah kerangka yang didalamnya menjelaskan konsep yang terdapat pada asumsi teoritis, yang kemudian digunakan untuk mengistilahkan unsur yang terdapat dalam objek yang akan diteliti serta menunjukkan adanya hubungan antara konsep tersebut.

Baca Juga : Contoh Hipotesis

Apa yang dimaksud dengan Kerangka Berpikir?

Kerangka Berpikir adalah sebuah model atau gambaran yang berupa konsep yang didalamnya menjelaskan tentang hubungan antara variabel yang satu dengan varibel yang lainnya.

Apa saja ciri-ciri dari Kerangka Berpikir?

1. Dapat dikatakan sebagai pemikiran dari susunan intruksi logika yang sudah diatur dalam rangka menjelaskan variabel yang diteliti.
2. Kerangka ini dibuat untuk menjelaskan intruksi dari aliran logika secara sistematis.
3. Ditujukan untuk memperjelas variabel data yang sedang diteliti sehingga pengukurannya dapat dirinci secara relevan.
4. Didalam kerangka berpikir harus menerangkan :
– Mengapa penelitian ini dilakukan?
– Bagaimana proses penelitian ini dilakukan?
– Apa yang akan diperoleh dari melakukan penelitian tersebut?
– Untuk apa hasil penelitian tersebut jika sudah diperoleh?

Apa yang dimaksud dengan metode penelitian?

Metode penelitian adalah langkah-langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh seorang peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data-data serta melakukan investigasi kepada data yang sudah didapatkan.

Demikianlah pembahasan kali ini tentang kerangka berpikir. Semoga ulasan kali ini lebih mudah untuk dipahami dan menambah wawasan baru untuk kita semua.