Kerajaan Singosari

Posted on

Kerajaan Singasari – Perkembangan dari agama Hindu dan Budha yang ada di Indonesia, disebabkan karena adanya sebuah hubungan dagang dengan negara tetangga.

Meskipun, pada kenyataannya Indonesia jauh dari negara lainnya seperti India, Timur Tengah dan juga Tiangkok. Namun, seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa kerajaan di Indonesia yang berdiri dengan corak Hindu-Budha.

Salah satunya adalah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yaitu Kerajaan Singosari beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya.

Kerajaan Singosari - Sejarah, Silsilah Raja, Dan Peninggalannya

Sejarah Berdirinya Kerajaan Singosari

Kerajaan Singasari adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang berada di Jawa Timur dan didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Lokasi dari kerajaan ini diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang. 

Kerajaan ini hanya mampu bertahan hingga 70 tahun sebelum akhirnya mengalami keruntuhan. Singosari dikatakan sebagai kerajaan beribu kota di Tumapel yang terletak di daerah yang bernama Kutaraja.

Awalnya, Tumapel hanyalah sebuah daerah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan dari Kerajaan Kadiri dengan bupati yang bernama Tunggul Ametung. Kemudian, Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok, yang saat itu merupakan pengawalnya sendiri.

Keberadaan dari Kerajaan Singosari dibuktikan dengan adanya candi-candi yang banyak sekali ditemukan di daerah Jawa Timur yaitu daerah Singosari hingga ke daerah Malang.

Tidak hanya itu saja, keberadaan dari kerajaan ini dibuktikan melalui sebuah kitab sastra peninggalan dari zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca. Kitab tersebut menjelaskan tentang beberapa raja yang pernah memerintah di Kerajaan Singosari.

Selain itu, terdapat kitab Pararaton yang didalamnya menceritakan riwayat dari Ken Arok yang dipenuhi dengan keajaiban. Sebagian besar isi dari Kitab Pararaton mitos mitos atau dongeng, akan tetapi dari kitab Pararaton-lah asal usul Ken Arok menjadi raja bisa diketahui.

Sebelum menjadi seorang raja, Ken Arok berkekuasaan sebagai Akuwu atau Bupati di Tumapel untuk menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuh dengan menggunakan tangan Ken Arok sendiri, karena Ken Arok tertarik pada Ken Dedes istri dari Tunggul Ametung.

Baca Juga : Peristiwa Rengasdengklok

Silsilah Dari Kerajaan Singosari

Pada awal berdirinya, sudah jelas bahwa pendiri utama dari kerajaan ini adalah Ken Arok yang asal-usulnya bahkan masih belum jelas. Didalam salah satu Kitab, menjelaskan bahwa Ken Arok merupakan anak dari seorang petani yang tinggal di gunung Kawi.

Akan tetapi, Ken Arok kemudian di asuh dan juga dibesarkan oleh seorang pencuri, sehingga ia diberikan didikan dengan penuh kejahatan dan juga kelicikan di semasa hidupnya.

Pernikahan Ken Arok dengan Ken Dedes yang penuh kontroversi tersebut menghasilkan empat orang anak yang diberi nama Mahisa Wongga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya dan juga Dewi Rimbang.

Namun, saat menikah dengan Tunggul Ametung Ken Dedes memiliki satu orang anak laki-laki yang bernama Anusapati. Jadi, merek memiliki empat orang anak kandung dan 1 anak tiri.

Anusapati kemudian diutus untuk menjadi pengganti dari kepemimpinan Ken Arok dan memerintah Kerajaan Singosari dalam waktu yang cukup lama, yaitu dimulai dari tahun 1227 hingga ke tahun 1248.

Namun, selama ia memerintah Kerajaan Singosari, tidak banyak pembaharuan yang terlihat, sebab ia sangat gemar menyabung ayam. Setelah itu, kekuasaan berpindah ke tangan Tohjaya yang merupakan anak dari hasil pernikahan Ken Arok dengan Ken Umang.

Perrebutan kekuasaan tersebut dilakukan dengan cara membunuh Anusapati. Tidak perlu waktu lama setelah kematian Anusapati, Tohjaya kemudian menguasai kerajaan Singasari karena ingin balas dendam dengan Ranggawuni yang merupakan anak dari Anusapati.

Hingga akhirnya Tohjaya menjadi seorang raja yang memimpin Kerajaan Singosari mulai dari tahun 1248 M. Setelah itu, kekuasaan berpindah lagi ketangan Ranggawuni pada tahun 1248-1268 M.

Kemudian, kekuasaan tersebut jatuh lagi ke tangan Kartanegara yang merupakan putra dari Ranggawuni sendiri. Kartanegara menjadi raja yang terakhir sekaligus menjadi raja terbesar yang membawa Kerajaan Singosari menuju kejayaannya.

Peninggalan-Peninggalan Kerjaan Singosari

Kerajaan Singosari ini memiliki beberapa peninggalan yang menjadi bukti keberadaan dari kerajaan ini, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. Candi Singosari

Kerajaan Singosari

Candi ini tepatnya terletak di pusat kerajaan Singasari sendiri yaitu diantara pegunungan Tengger dan juga Gunung Arjuna. Hal ini sudah dijelaskan dalam kitab Negarakertagama.

Kitab tersebut mengatakan bahwa candi ini merupakan tempat tinggal terakhir dari Raja Kertanegara yang saat itu juga merupakan raja terakhir dari Kerajaan Singosari. Penjelasan ini juga terdapat didalam prasasti Gajah Mada pada tahun 1351 M.

Baca Juga : Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

2. Arca Dwarpala

Arca Dwarapala memiliki tinggi hingga mencapai 3,7 m yang terbuat dari batu monolitik dan merupakan peninggalan dari kerajaan Singasari dengan perawakan yang sangat menyeramkan.

Keberadaan dari Arca Dwarapala ini dimaksudkan untuk menunjukkan pintu gerbang dari kerajaan Singasari itu sendiri. Berdasarkan dari penjelasan diatas, Arca Dwarapala dianggap sebagai simbol dari penjaga pintu gerbang Kerajaan Singasari.

Dengan demikian, jika kalian bertemu dengan Arca ini maka hal tersebut menunjukkan tanda bahwa kalian sudah masuk ke dalam wilayah Kotaraja.

3. Candi Jago

Candi Jago ini memiliki bentuk arsitektur yang menyerupai susunan dari teras punden berundak. Berdasarkan dari bentuk arsitektur tersebut, bagian atas dari candi Jago ini hanya menyisakan setengah bagian saja.

Dari penjelasan diatas, menurut sejarah candi ini pernah tersambar oleh petir. Batu yang dipakai untuk membangun seluruh bangunan yang terdapat pada candi tersebut adalah jenis batu andesit.

Dibangunnya Candi Jago ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya ayahanda dari Raja Kertanegara, yaitu Raja Wisnueardhana.

4. Candi Jawi

Kerajaan Singosari

Jawi adalah salah satu Candi yang dibangun sekitar abad ke-13 yang memiliki nama asli Jajawa. Candi ini berada cukup jauh dari pusat kerajaan Singasari, yaitu tepatnya berada dipertengahan jalan raya Pandaan-Prigen dan Pringebukan, atau di Desa Candi Wates.

Banyak yang mengira bahwa candi ini digunakan sebagai tempat ibadah dari umat Buddha. Akan tetapi, candi Jawi ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan abu Raja Kertanegara atau disebut dengan pedharmaan.

5. Prasasti Singosari

Prasasti Singosari pertama kali ditemukan di kabupaten Malang, Singasari. Tulisan yang ada dalam prasasti ini ditulis dengan menggunakan aksara jawa pada tahun 1351 M.

Dalam prasasti tersebut, bagian pertama berisikan tanggal penulisan prasati secara detail serta berisi penggambaran dari letak benda-benda angkasa.

Kemudian, dilanjutkan dengan tujuan dari penulisan prasasti tersebut yaitu untuk memberikan kabar tentang dibangunnya candi pemakaman.

Kehidupan Politik Dari Kerajaan Singasari

Upaya politik yang dilakukan oleh Raja Kertanegara bisa dilihat dari berbagai pelaksanaan politik dalam negri dan juga politik luar negri. Dibawah ini terdapat beberapa upaya politik tersebut yaitu :

1. Politik Dalam Negri

Terdapat beberapa upaya politik yang dilakukan didalam negri misalnya seperti :

  1. Adanya pergantian pembantu – pembantunya, misalnya seperti Mahapatih Raganata digantikan dengan Aragani, dan lain sebagainya.
  2. Selalu berbuat baik dengan lawan – lawan politiknya.
  3. Berusaha untuk terus memperkuat angkatan perangnya.

2. Politik Luar Negri

Terdapat beberapa upaya politik yang dilakukan di luar negri misalnya seperti :

  1. Menjalankan ekspedisi Pamalayu yang bertujuan untuk menguasai Kerajaan Melayu serta menjatuhkan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Selat Malaka.
  2. Berupaya untuk menguasai Bali.
  3. Terus berusaha untuk menguasai jawa Barat.
  4. Menguasai Selat Malaka dan juga Kalimantan.

Baca Juga : Perbedaan Bangsa Dan Negara

Siapa pendiri pertama dari Kerajaan Singosari?

Pendiri pertama dari Kerajaan Singosari adalah Ken Arok pada tahun 1222 M, setelah membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi istrinya yang bernama Ken Dedes.

Apa penyebab dari runtuhnya Kerjaan Singosari?

Runtuhnya Kerajaan Singosari ini disebabkan karena adanya Serangan dari Mongol dan juga usaha perluasan wilayah yang membuat pertahanan didalam negeri menjadi lemah. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Jayatkawang untuk melakukan penyerbuan terhdap Ibu Kota Singosari pada tahun 1292.

Kejayaan dari Kerajaan Singosari terjadi pada masa kekuasaan dari Raja?

Raja Kartanegara menjadi raja terakhir sekaligus menjadi raja terbesar yang membawa Kerajaan Singosari menuju masa kejayaannya.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini. Semoga membantu dan bermanfaat untuk kita semua.