Kerajaan Demak

Posted on

Kerajaan Demak – Demak  merupakan sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Jawa sekitar 79 tahun. Tidak hanya itu saja, kerajaan ini juga sangat berperan penting dalam proses penyebaran agama Islam di wilayah Nusantara.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Kerajaan Demak, mari kita simak bersama-sama penjelasan mengenai kerajaan tersebut.

Kerajaan Demak

Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak

Kerajaan Demak pertama kali didirikan oleh Raden Fatah atas dukungan dan juga restu yang diberikan oleh Para Walisongo. Diperkirakan bahwa kerajaan ini sudah berdiri sejak tahun 1478 M. Sebelum menjadi sebuah Kerajaan, awalnya wilayah ini merupakan daerah kekuasaan dari Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Brawijaya V.

Saat itu, Demak merupakan sebuah kadipaten dari Kerajaan Majapahit yang lebih dikenal dengan sebutan “Glagah Wangi”, dan masih termasuk kedalam wilayah Kadipaten Jepara, yang saat itu, merupakan satu-satunya kadipaten yang mempunyai adipati beragama Islam. 

Akan tetapi, setelah kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, saat itu juga Demak mulai memisahkan diri dari Ibu kota Bintoro. Dan saat itulah Raden Fatah Kerajaan mendirikan Demak Kingdom atas restu dan juga dukungan yang diberikan oleh para walisongo.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Demak Kingdom mampu menjadi sebuah pusat perdagangan dan juga pusat pendidikan pada saat. Semakin lama semakin banyak orang yang berdatangan untuk melakukan kegiatan perdagangan dan menuntut ilmu.

Hal tersebut tak lepas dari lokasi Demak Kingdom yang sangat strategis, yaitu diapit oleh pelabuhan dari kerajaan Mataram Kuno dan juga pelabuhan Jepara. Karena lokasi yang sangat strategis inilah membuat Kerjaan Demak menjadi salah satu kerajaan yang memiliki peran cukup berpengaruh di Nusantara.

Baca juga : Kerajaan Sriwijaya

Berdirinya Demak Kingdom ditandai dengan adanya condro sengkolo “Sirno Ilang Kertaning Bumi”. Sinangkelan Demak Kingdom yaitu “Geni Mati Siniram Janmi” yang memiliki arti tahun soko 1403 atau 1481 M. 

Raja – Raja Kerajaan Demak

Didalam masanya pemerintahannya, sebuah Kerajaan pasti akan mengalami pergantian raja. Begitu juga dengan Kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa. Tercatat sudah terdapat lima orang yang memimpin Demak Kingdom yaitu sebagai berikut :

1. Raden Patah

Berdasarkan fakta yang berasal dari berbagai sumber, Raden Patah sering dikatakan sebagai keturunan dari raja Majapahit yang bernama Brawijaya bersama seorang putri dari Campa.

Raden Patah mendapatkan sebuah gelar Senapati Jumbang Ngabdurrahman Panembahan Sayidin Palembang Panatagama. Terdapat nama kota Palembang di tengah-tengah gelarnya, dikarenakan nama kota tersebut merupakan kota kelahiran dari Raden Patah.

Raden Patah memimpin Kerajaan Demak selama 43 tahun. Hal tersebut diawali sejak berdirinya Demak sebagai sebuah kerajaan pada tahun 1475 M hingga turun tahta pada tahun 1518 M.

2. Pati Unus

Pati Unus ditugaskan untuk menggantikan ayahnya sebagai seorang raja dari Demak Kingdom yang ke-2. Kemudian, beliau naik tahta pada tahun 1518 M, Pati Unus memiliki nama lain yang dikenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor.

Hal tersebut dikarenakan keberanian yang dimiliki oleh Pati Unus dalam memimpin armada laut untuk menyerang bangsa Portugis yang saat itu menguasai Malaka.

Masa kepemimpinan dari Raja Pati Unus memiliki jangka waktu yang terbilang sangat singkat, beliau hanya menjabat selama 3 tahun. Pada tahun 1521 M, sang penakluk laut maninggal, sehingga tahta kerajaan tersebut diberikan kepada adiknya.

3. Sultan Trenggana

Trenggana merupakan putra kedua dari Raden Patah dan naik tahta untuk menggantikan kakaknya, yaitu Raja Pati Unus, pada tahun 1521 M. Setelah beliau menjadi seorang raja, Trenggana diberikan sebuah gelar sebagai sultan.

Sultan Trenggana merupakan raja dari Demak Kingdom yang paling besar, sebab ia berhasil mengutus militer yang akan dikirimk untuk merebut kembali Sunda Kelapa dari kekuasaan bangsa Portugis.

Tak hanya itu saja, pasukan dari Sultan Trenggana juga berhasil menaklukan kerajaan-kerajaan Hindu- Budha yang saat itu masih ada di tanah Jawa, kemudian menjadikannya sebagai kesatuan dari wilayah kekuasaan Demak.

4. Sunan Prawata

Pergantian dari kepemimpinan Demak Kingdom diwarnai oleh adanya sengketa yang terjadi antara Pangeran Surowito dengan Raden Mukmin.

Peristiwa tersebut berakhir yang ditandai dengan tewasnya Pangeran Surowito setelah beliau menunaikan ibadah shalat Jumat pada tahun 1546 M.

Kemudian, Raden Mukmin naik tahta menjadi seorang raja dan mendapatkan gelar sebagai Sunan Prawata.

Sunan Prawata memimpin Demak Kingdom kurang lebih hanya selama satu tahun, karena ia dibunuh oleh Arya Penangsang yang bertujuan untuk membalaskan dendamnya atas kematian ayahnya.

5. Arya Penangsang

Setelah berhasil membunuh Sunan Prawata, kemudian Arya Penangsang naik tahta menjadi seorang raja dan memrintah Kerajaan Demak salama 7 tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia dipenuhi dengan rasa ketidakpercayaan kepada pemimpin-pemimpin daerah kekuasaan Demak.

Hingga akhirnya, Arya Penangsang tewas karena terbunuh dalam melakukan perlawanan terhadap pemberontakan yang diluncurkan oleh Adipati Pajang, Joko Tingkir pada tahun 1554 M.

Baca juga : Kerajaan Mataram Kuno

Peninggalan – Peninggalan Kerajaan Demak

Terdapat banyak sekali peninggalan bersejarah dari Demak Kingdom yang hingga saat ini masih bisa kita temui, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Masjid Agung Demak

Alat Musik Tradisional

Masjid Agung Demak adalah salah satu peninggalan dari Demak Kingdom yang didirikan pada masa Walisongo yang terjadi sekitar tahun 1479 M. Bangunan ini kemudian dijadikan sebagai bukti bahwa, dahulu kala Kerajaan Demak pernah dijadikan sebagai pusat dari pengajaran dan juga keagamaan.

2. Pintu Bledeg

Kerajaan Demak

Pintu Bledek merupakan sebuah pintu sekaligus peninggalan dari Kerajaan Demak yang berada didialam Masjid Agung Demak. Disebutkan bahwa pintu ini dibuata oleh ki Ageng Selo yang mempunyai candra sengkala, yakni Naga Mulat Salira Wani yang berarti tahun 1388 saka atau 887 Hijriah atau 1466 Masehi, yang menandakan tahun pintu ini dibuat oleh Ki ageng Selo.

3. Bedug dan Kentongan Masjid Demak

Salah satu bukti peninggalan dari Kerajaan Demak yang hingga masih bisa kita lihat yaitu dua alat yang berfungsi untuk memanggil masyarakat demak pada waktu sholat tiba yang disebut sebagai kentongan dan bedug.

Umumnya kedua alat ini akan dibunyikan pada saat adzan shalat lima waktu akan dikumandangkan.

4. Dampar Kencana

Dampar Kencana merupakan singgasana yang digunakan oleh para Raja saat itu. Benda ini berfungsi sebagai mimbar untuk khutbah pada pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Agung Demak. Peninggalan bersejarah dari Kerajaan Demak yang satu ini masih terjaga dan juga terawat dengan baik hingga saat ini.

Baca juga : Kerajaan Kediri

Siapa pendiri dari Kerajaan Demak?

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah sekaligus Raja pertama yang memerintah Kerjaan Demak. Kerajaan ini didirikan atas dukungan dan juga restu yang diberikan oleh Para Walisongo.  

Masa Kejayaan dari Kerajaan Demak terjadi pada masa pemerintahan?

Dibawah kepemimpinan Sultan Trenggono, kekuasaan dari Kerajaan Demak menjadi semakin hebat. Sebab, beliau berhasil menduduki Sunda Kelapa setelah merebutnya dari Kerajaan Padjajaran.

Apa penyebab dari runtuhnya Kerajaan Demak?

Runtuhnya kerajaan Demak disebabkan karena adanya perang saudara yang saling memperebutkan kekuasaan didalam Kerajaan tersebut. Peperangan ini terjadi setelah Sultan Trenggono meninggal.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.