Kerajaan Banten

Posted on

Kerajaan Banten – Kerajaan Banten merupakan kerajaan yang menganut agama Islam di Indonesia, yang terletak di wilayah Pasundan, tepatnya berada di daerah Banten Province, Indonesia.

Wilayah kekuasaan dari kerajaan tersebut meliputi sebelah barat dari pantai Jawa hingga ke Lampung. Banten juga adalah sebuah kerajaan yang berperan aktif dalam menyebar luaskan agama Islam di wilayah tanah Jawa.

Pada kesempatan kali ini, Rumus.co.id akan memberikan penjabaran tentang Banten Kingdom secara lengkap…

Kerajaan Banten

Sejarah Berdirinya Kerajaan Banten

Sekitar pada abad ke-13, wilayah Banten merupakan salah satu tempat yang tidak terjamah oleh jalur perdagangan. Sebab, Selat Sunda saat itu tidak termasuk kedalam jalur perdagangan.

Pada akhirnya, pada abad ke-16 Pajajaran melakukan hubungan kerja sama dengan Bangsa Portugis, yang akan mendirikan benteng dan juga kantor dagang di wilayah kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran.

Hal tersebut mengakibatkan seluruh perekonomian yang ada di tanah Sunda Kelapa dikuasai oleh Bangsa Portugis. Untuk mencegah pengaruh dari Bangsa Portugis semakin luas di tanah Jawa.

Sultan Trenggono memerintah anaknya yang bernama Fatahilah untuk menaklukan kota-kota penting yang dikuasai oleh Pajajaran pada saat itu. Akhirnya pada tangga 22 Juni tahun 1527 pasukan Fatahilah berhasil menaklukan Banten dan merebut kembali pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kemudian Banten membentuk kekuasaannya sendiri dari kekuasaan Demak Kingdom dan dipimpin oleh Sultan Hasanuddin yang memerintah sejak tahun 1522 hingga tahun 1570.

Baca Juga : Kerajaan Demak

Daftar Raja Kerajaan Banten

Dibawah ini terdapat beberapa daftar nama Raja yang menjadi pemimpin dari Banten Kingdom hingga mencapai masa kejayaannya, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. Maulana Hasanuddin

Raja pertama dari Banten Kingdom adalah Sultan Hasanuddin yang memerintah Banten sekitar 18 tahun yaitu dari tahun 1552 sampai 1570 M.

Selama masa pemerintahannya, Banten berhasil mengendalikan provinsi Lampung, yang menghasilkan banyak rempah-rempah dan Sunda Strait sebagai rute perdagangan.

2. Maulana Yusuf

Pada tahun 1570 Sultan Hasanuddin memberikan kekuasaannya kepada putranya yang bernama Maulana Yusuf. Beliau memerintah sejak tahun 1570 sampi 1580 M.

Semasa pemerintahannya Maulana Yusuf berhasil menaklukan Pajajaran yang terletak di wilayah Pakuan Bogor dengan cara menyingkirkan Prabu Sedah pada tahun 1579 M.

3. Sultan Maulana Muhammad

Sebelum Maulana Yusuf wafat, beliau memberikan tahtanya kepada putranya yang bernama Maulana Muhammad, saat itu Maulana Muhammad masih berusia 9 tahun.

Karena umurnya yang masih terlalu muda, akhirnya pemerintahan Banten Kingdom dijalankan oleh Mangkubumi Jayanegara sampai Maulana Muhammad dewasa yaitu dari tahun 1580 hingga 1596 M.

Akhirnya beliau tewas saat usianya sudah menginjak 97 tahun didalam peperangan yang terjadi di Kesultanan Palembang.

4. Abdul Mufakhir (Pangeran Ratu)

Abdul Mufakhir yang dikenal juga dengan nama Pangeran Ratu adalah raja ke 4 yang naik tahta untuk menggantikan Sultan Muhammad. beliau saat itu masih berusia sekitar 5 bulan.

Oleh saat itu pemerintahan Kerajaan Banten dijalankan dengan Mangkubumi Ranamanggela. Saat kekuasaan Abdul Mukafir inilah, Belanda yang saat itu diketuai oleh Cornelius de Houtman untuk pertama kalinya mendarat di tanah Jawa pada 22 Juni tahun 1596.

5. Sultan Ageng Tirtayasa

Setelah Pangeran Ratu wafat, tahta Banten Kingdom diberikan kepada anaknya yang bernama Ageng Tirtayasa. Tetapi beliau memerintah Banten tidak sendirian, karena beliau dibantu dengan anaknya yang bernama Sultan Abdul Kahar atau yang dikenal dengan Sultan Haji.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa inilah, Banten meraih masa kejayaannya dengan cara menaklukan daerah-daerah yang ada disekitarnya. Beliau juga menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa negara lain seperti Turki dan Moghul.

6. Sultan Abdul Nasar

Sultan Abdul Nasar merupakan raja terakhir dari Kerajaan Banten. Selama masa pemerintahannya, Abdul Nasar selalu menolak untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Bangsa Belanda. Namun, semakin lama kekuasaan bangsa Belanda semakin kuat, dan meruntuhkan Banten Kingdom.

Baca Juga : Kerajaan Kediri

Peninggalan – Peninggalan Kerajaan Banten

Dibawah ini terdapat beberapa daftar peninggalan-peninggalan dari Banten Kingdom yang menjadi bukti sejarah Banten yang berdiri selama 3 abad, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. Masjid Agung Banten

Great Masque (Masjid Agung) merupakan salah satu peninggalan dari Banten Kingdom yang dibangun pada tahun 1652, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin.

Peninggalan ini beraja di wilayah Banten Lama, Kecamatan Kasemen dan masih berdiri hingga saat ini, namun sudah mengalami banyak renovasi.

2. The Kaibon Palace

Kerajaan Banten

Salah satu peninggalan dari kekuasaan Banten Kingdom adalah Istana Keraton Kaibon, yang dulu sempat digunakan sebagai tempat tinggal dari Bunda Aisyah, yang merupakan ibu kandung dari Sultan Syaifudin.

Namun, saat ini bangunan tersebut hanya tersisa reruntuhannya saja, karena bentorkan yang terjadi antara Kerajaan Demak dengan Belanda pada tahun 1832 M.

3. Danau Tasikardi

Tasikardi merupakan sebuah danau buatan yang dibuat pada saat Sultan Muhammad Yusuf memerintah sekitar tahun 1570 – 1580 M. Danau ini terletak disekitar Istana Kaibon yang memiliki luas sekitar 5 Hektar dan dilapisi dengan batu bata dan juga ubin.

Danau Tasikardi dibuat dengan tujuan sebagai sumber dari mata air untuk keluarga kerajaan sekaligus sebagai saluran irigasi sawah yang ada di sekitar wilayah Banten.

4. Benteng Speelwijk

Speelwijk merupakan sebuah benteng pertahanan maritim dari Kerjaan Demak yang memiliki tinggi sekitar 3 meter dan didirikan sekitar tahun 1585 M.

Benteng ini berfungsi untuk menahan berbagai serangan yang berasal dari laut sekaligus sebagai tempat untuk mengawasi berbagai macam aktivitas pelayaran di Selat Sunda.

Masa Keemasan Dari Banten Kingdom

Kerajaan Banten memperoleh masa puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa di tahun 1651 hingga ke tahun 1682 dan kemudian Banten membangun sebuah armada laut.

Akan tetapi, Sultan Ageng Tirtayasa menolak kedatangan Belanda, yang telah menetapkan tujuan mereka untuk membentuk VOC, dan berusaha melepaskan diri dari tekanan VOC, yang telah memblokir kapal-kapal dagang dalam perjalanan ke Banten.

Banten juga melakukan kegiatan monopoli lada di wilayah Lampung, yang bertindak sebagai perantara bagi banyak negara lain, sehingga hal tersebut menjadikan Banten sebagai daerah multi-etnis dan sektor komersial yang berkembang sangat pesat.

Baca Juga : Kerajaan Kalingga

F.A.Q

Siapa yang pertama kali mendirikan Kerajaan Banten?

Kerjaan Banten didirikan oleh Sunan Gunung Jati dan raja pertama dari kerajaan tersebut adalah Hasanuddin yang merupakan anak dari Sunan Gunung Jati.

Dimana letak dari Kerajaan Banten?

Kerajaan Banten berada di wilayah provinsi Banten. Derah kekuasaan dari kerajaan ini terdiri dari bagian sebelah barat dari tanah Jawa, semua wilayah provinsi Lampung dan bagian dari wilayah yang ada di daerah selatan Jawa Barat.

Apa penyebab dari runtuhnya Kerajaan Banten?

Runtuhnya Kerajaan Banten akibat adanya perang keluarga yang terjadi antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa, hal tersebut menjadi salah satu faktor utama dari runtuhnya kerajaan Banten.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk kita semua.

Related posts: