Kebijakan Moneter – Pengertian, Contoh, dan Instrumen

Posted on

Kebijakan Moneter – Kebijakan moneter adalah? sebelum membahas lebih lanjut, materi yang akan dibahas yaitu pengertian kebijakan moneter, contoh kebijakan moneter, fungsi kebijakan moneter dan instrumen kebijakan moneter. Simak penjelasannya dibawah ini gaes!

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah suatu proses dimana untuk mengatur persediaan uang sebuah negara dalam mencapai tujuan tertentu seperti: menahan inflasi, mencapai suatu pekerja penuh atau menjadi lebih sejahtera. Kebijakan moneter akan bisa melibatkan standar pada bunga pinjaman, kapitalisasi pada bank atau sampai bertindak seperti peminjam usaha terakhir atau melewati persetujuan melalui negosiasi pada pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya adalah suatu kebijakan yang berlandasan untuk mencapai pada keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta pencapaian pada tujuan ekonomi makro, yaitu menjaga stabilisasi ekonomi yang bisa diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga juga neraca pembayaran internasional yang stabil.

Apabila kestabilan pada suatu kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter bisa dipakai dalam memulihkan keadaan (tindakan stabilisasi). Pengaruh dalam kebijakan moneter yang pertama kali akan dirasakan pada sektor perbankan, lalu akan ditransfer pada sektor riil.

Kebijakan moneter adalah upaya dalam mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju secara berkelanjutan dengan tetap akan mempertahankan kestabilan harga.

Pada sebuah proses pencapaian tujuan itu, Perusahaan Bank Sentral atau Otoritas Moneter akan berusaha dalam mengatur keseimbangan persediaan uang dan juga persediaan barang untuk membuat inflasi tetap terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan atau distribusi barang.

Kebijakan moneter dapat dilakukan yaitu dengan salah satu tetapi tidak terbatas dengan instrumen sebagai berikut yakni suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan pada tempat terakhir untuk bank-bank dalam meminjam uang ketika mengalami kesulitan likuiditas.gambar kebijakan moneter

Contoh Kebijakan Moneter

1. Kebijakan menetapkan cash ratio
Kebijakan moneter berperan dalam mengatur suatu persentase cadangan minimum yang berada pada bank berdasarkan jumlah uang yang tersebar di masyarakat.

Pemerintah ingin menetapkan rasio presentasi dana cadangan minimum agar penyebaran uang tidak menjadi berlebihan, sehingga tidak mengakibatkan inflasi.

2. Kebijakan suku bunga kredit
Setiap bank pastinya perlu menyediakan layanan kredit untuk masyarakat. Setoran yang telah diberikan perbulan dari sebuah kredit pasti akan ditambah dengan bunga yang berlaku.

Apabila jika bank tidak memiliki suatu kebijakan suku bunga, maka hasilnya perekonomian negara tidak akan menjadi stabil. Untuk itu, kebijakan moneter berfungsi sebagai penetapan suku bunga kredit agar ekonomi tetap stabil.

3. Kebijakan suku bunga deposito
Kebijakan moneter pada suku bunga deposito fungsinya sama pada kebijakan suku bunga kredit. Apabila pemerintah menyatakan pada penyebaran uang bertambah, maka pada suku bunga deposito akan dinaikkan. Apabila pemerintah menyatakan penyebaran uang berkurang, maka pada suku bunga deposito harus diturunkan.

4. Kebijakan Mempertahankan kestabilan harga
Perekonomian pada suatu negara sering sekali tidak stabil, seperti terjadinya inflasi. “inflasi adalah banyaknya uang yang telah beredar sehingga akan membuat harga barang menjadi kenaikan.

Apabila jika pada negara mengalami inflasi, maka kebijakan moneter akan berfungsi dalam mengurangi peredaran uang. Dengan begitu laju pada perekonomian negara akan menjadi stabil kembali.

5. Mengendalikan uang dengan menjual atau membeli surat berharga
Kebijakan moneter disebut juga sebagai operasi pasar terbuka. Apabila jika negara akan menambahkan jumlah uang yang tersebar, maka suatu pemerintah akan membeli sebuah surat berharga pemerintah.

Ketika pemerintah membeli surat tersebut, maka dengan begitu aset negara akan menjadi bertambah dan penyebaran uang dapat diperbanyak. Begitu juga sebaliknya, apabila jika negara akan mengurangi jumlah uang yang telah beredar, maka pemerintah harus menjual surat berharga melalui masyarakat.
Contoh surat berharga pada pemerintah yaitu, “Sertifikat Bank Indonesia atau SBPU “Surat Berharga Pasar Uang”.

6. Memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum
Peran kebijakan moneter dapat disebut juga fasilitas diskonto. Fasilitas akan mengolah peredaran uang untuk meningkatkan suku bunga bank sentral terhadap bank umum.

Biasanya pada bank umum sering mengalami kekurangan uang dan akan meminjam uang terhadap bank sentral. Untuk itu, pada bank sentral akan membuat penurunan suku bunga dan akan menaikkan bunga untuk bank umum. Fasilitas diskonto ini akan membuat nominal uang bertambah, sehingga tidak akan terjadi suatu inflasi.

7. Memainkan jumlah cadangan perbankan
Peran kebijakan moneter dapat disebut juga sebagai rasio cadangan wajib. Fungsi pada kebijakan moneter ini sama halnya dengan mengolah uang, namun melewati jumlah cadangan perbanka yang akan disimpan pada pemerintah.

Ketika suatu negara akan menambah jumlah nominal uang, maka pemerintah akan menurunkan rasio cadangan wajib. &egitu juga sebaliknya, ketika akan mengurangi jumlah nominal uang, pemerintah akan menaikkan rasio cadangan wajib.

Dengan memainkan rasio cadangan wajib didalam perbanka, maka laju perekonomian negara akan kembali menjadi stabil karena perbanka menjadi sebuah lembaga utama pada peredaran keuangan negara.

8. Imbauan moral kepada pelaku ekonomi
Dalam mengatur suatu kestabilan uang, kebijakan moneter tidak hanya bergerak dalam memainkan/mengolah peredaran uang, tetapi dapat menghimbau pada pelaku ekonomi.

Himbauan ini tepatnya diberikan kepada bank. Pemerintah akan menghimbau semua bank-bank agar lebuh berhati-hati ketika memberikan kredit.

Hal itu dalam menjaga suatu peredaran uang tidak bertambah. Selain itu, bank umum telah dihimbau dalam meminjam lebih banyak uang terhadap bank sentral untuk menambah jumlah uang yang beredar pada suatu perekonomian.

9. Kebijakan nilai tukar uang
Kebijakan moneter pada mengatur kestabilan ekonomi akan melakukan suatu kebijakan nilai tukar uang. Nilai tukar itu sendiri sangat berpengaruh terhadap peningkatan harga barang dan jasa, sehingga kebijakan moneter berfungsi memantau nilai tukar.

Bank Indonesia akan melakukan kebijakan nilai tukar dalam mengurangi Volatilitas nilai tukar agar tidak menjadi berlebihan. Bank Indonesia membuat penetapan jumlah nilai tukar pada level tertentu, sehingga peredaran pada uang tidak akan berlebihan.

10. Mengatur persediaan uang dan barang
Kebijakan moneter juga memiliki pengaruh penting terhadap sektor perdagangan. Dalam mengatur sebuah laju perekonomian dengan menstabilkan keuangan, pastinya pemerintah juga perlu memperhatikan pada penyediaan barang.

Ketika pemerintah akan membuat peredaran uang meningkat, maka pemerintah akan meningkatkan jumlah penyediaan barang. Jika pemerintah akan membuat peredaran uang menurun, maka pemerintah juga akan membuat penyediaan barang diturunkan. Dengan begitu perekonomian pada suatu negara akan menjadi stabil melalui kebijakan moneter pada bidang perdagangan.

Instrumen Kebijakan Moneter

1. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
Kebijakan Operasi Pasar Terbuka adalah sebagai salah satu kebijakan yang sudah diputuskan oleh Bank Sentral dalam menambah atau mengurangi jumlah nominal uang yang telah beredar.

kebijakan satu ini dilakukan dengan cara menjual Sertifikat Bank Indonesia Atau membeli sebuah surat-surat berharga yang berada pada pasar modal.

2. Kebijakan Diskonto
Kebijakan Diskonto adalah pengurangan atau penambahan jumlah uang yang sudah beredar pada masyarakat dengan mengubah diskonto Bank Umum. Apabila Bank Sentral telah menghitung jumlah uang yang sudah beredar secara berlebihan yang mengakibatkan gejala Inflasi.

Untuk itu Bank Sentral mengambil kebijakan dalam menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga akan membuat orang-orang berkeinginan untuk menabung.

3. Kebijakan Cadangan Kas
Bank sentral bisa membuat peraturan dalam menaikkan atau menurunkan sebuah cadangan kas atau cash ratio. Bank umum akan menerima uang dari nasabah kedalam bentuk giro, tabungan, deposito, sertifikat deposito, atau jenis-jenis tabungan lain. Ada persentase yang dilakukan dari uang untuk diserahkan kepada nasabah dan tidak dapat dipinjamkan.

4. Kebijakan Kredit Ketat
Kredit tetap telah diberikan kepada bank umum, tetapi proses memberikannya harus sesuai berdasarkan pada syarat 5C, yaitu Character, Capability, Collateral, Capital, dan Condition of Economy. Dengan kebijakan tersebut, maka jumlah uang yang telah beredar dapat distabilkan kembali. Untuk langkah kebijakan ini biasa dilakukan pada saat ekonomi mengalami suatu gejala inflasi.

5. Kebijakan Dorongan Moral
Bank sentral juga telah mempengaruhi jumlah uang yang beredar seperti pengumuman, pidato, dan edaran yang sudah ditujukan kepada bank umum dan para moneter lainnya.

Isi pengumuman, pidato, dan edaran bisa berisi ajakan atau larangan dalam menahan pinjaman tabungan atau juga melepaskan pinjaman.

Demikian pembahasan tentang pengertian, contoh dan instrumen kebijakan moneter, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan pembahasan. Semoga bermanfaat🙂

Artikel Terkait :

Materi Terkait: